PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 85. Siraman & Pengajian


__ADS_3

ke esokan hari nya, acara pun akan segera di mulai. acara pagi ini adalah dimana Nadira akan melakukan siraman terlebih dahulu sebelum acara pengajian.


setelah melakukan acara siraman, Nadira mengganti pakaian nya dengan pakaian untuk acara pengajian. semua orang begitu sangat senang. keluarga serta teman-teman Nadira dan Eza melantunkan ayat-ayat Allah, mereka membaca surah Luqman, surah Yusuf dan surah Maryam. segala doa telah dipanjatkan semua orang berharap Nadira dan bayi nya selamat serta sehat.


Nadira menangis haru melihat begitu banyak orang-orang yang mendoakan nya.


setelah selesai acara pengajian, barulah mereka makan bersama di ballroom hotel. semua orang bersuka cita dengan acara tersebut.


"Alhamdulillah ya mas, semua nya berjalan dengan lancar."


"iya sayang, Alhamdulillah. kalau kamu capek istirahat aja ya sayang nggak usah dipaksain."


"iya mas."


"nad."panggil Mira yang baru saja datang


"mir, kok baru Dateng sih."


"maaf ya Ra, tadi ada acara dulu di pesantren jadi nya aku kesana dulu. maaf ya."


"iya nggak apa-apa mir, Aiza dimana mir?"


"ada lagi sama mas Rangga di depan, mereka lagi ngobrol sama om dan Tante."


"oh gitu, ajak kesini aja Aiza nya mir aku kangen tau."


"oke bentar ya aku ambil dia dulu."ucap Mira sembari meninggalkan Nadira dan Eza


tak lama kemudian Mira pun kembali, di samping Mira juga ada Rani dan arsha.


"hmm, ya udah aku kesana aja dulu ya sayang."ucap Eza karena ia memberikan waktu pada Nadira dan kedua sahabatnya itu


Semenjak Rani menikah dengan Rehan, Nadira sudah menganggap Rani seperti sahabat nya sendiri.


"ih gemes banget."ucap Nadira sembari mencubit pipi gemoy arsha dan juga Aiza."


"selamat ya Ra, semoga lancar semua nya. kami juga udah nggak sabar buat ketemu sama baby twins nya."


"hehehe, iya mbak."


****


hari semakin sore para tamu undangan juga sudah pulang, tinggal lah keluarga Eza dan Nadira. malam ini mereka masih berada di hotel. Nadira yang semenjak tadi di kamar hotel merasa tubuh nya sangat lelah. kepala nya sedikit pusing.


ceklek


pintu terbuka, Nadira melihat Eza yang baru saja datang.


"mas."


"hmm, kenapa sayang."


"nggak apa-apa kok mas, tubuh aku cuma lelah aja kok."


"Istirahat aja dulu ya sayang, nanti aku ambil vitamin."


"iya mas."


eza mengurut kening Nadira dengan minyak kayu putih. namun tiba-tiba Nadira merasakan mual yang bergejolak di dalam perut nya

__ADS_1


uwek..uwek


muntah Nadira tak sengaja mengenai baju Eza. Eza merasa kaget


"astaghfirullahaladzim sayang."ucap Eza panik


"maaf mas."ucap Nadira sembari mengelap mulut nya


Nadira turun dari tempat tidur menuju kamar mandi, Nadira kembali memutahkan isi perutnya.


terlihat Eza mengurut belakang leher Nadira. tak lama kemudian pandangan Nadira berubah menjadi gelap dan Nadira sudah tidak sadarkan diri.


"sayang, astaghfirullahaladzim."ucap Eza panik."


Bu Alya dan keluarga yang lain nya yang dekat dengan kamar Nadira dan Eza langsung datang menghampiri kedua nya. Nadira sudah terlihat tak berdaya lagi.


"astaghfirullahaladzim, apa yang sudah terjadi za."tanya Bu Alya panik


"Eza juga nggak tau ma, tadi tiba-tiba Nadira muntah dan nggak lama kemudian dia pingsan."


"ayo bawa ke rumah sakit."ucap yang lain nya sembari membantu mengangkat tubuh Nadira


Nadira pun langsung di bawah ke rumah sakit, Eza tak henti-hentinya berdoa. Eza takut kalau terjadi apa-apa dengan istri dan anak nya.


Nadira di bawah ke ruang UGD, dokter pun sudah mulai memeriksa Nadira. dan tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD


"dok, gimana keadaan istri saya."tanya Eza panik


"mbak Nadira hanya kecapean serta masuk angin. itulah yang membuat tubuh nya merasa lemas dan muntah. ins syaa Allah tidak terjadi apa-apa mas, tapi untuk malam ini mbak Nadira harus di rawat dulu."


"baik dok."ucap Eza sembari menarik nafas panjang kemudian membuang nya dengan kasar


"terimakasih dok."ucap Viko


dokter pun mengangguk sembari meninggalkan mereka. tak lama kemudian Nadira pun dipindahkan ke ruang rawat, Eza segera masuk untuk menemui Nadira


"sayang."ucap Eza dengan wajah yang terlihat sedih


"sabar nak, Nadira akan baik-baik aja kok."ucap Bu Alya


"iya ma."


tak lama kemudian Nadira membuka mata nya, kepala nya terasa sangat pusing.


"aku kok ada disini?"tanya Nadira lirih


"sayang, Alhamdulillah kamu udah sadar. iya sayang tadi kamu pingsan."


"hmm, pingsan mas?"tanya Nadira tak percaya


"iya nak tadi kamu muntah terus pingsan, maka nya di bawa kesini."jawab Bu Alya


"anak aku nggak apa-apa kan?"


"nggak sayang, anak kita nggak apa-apa. kata dokter kamu cuma kecapean aja."


"syukurlah."ucap Nadira sembari mengelus perut nya


kejadian beberapa bulan yang lalu membuat Nadira merasa takut, ia takut kalau ia akan kehilangan anak-anak nya lagi.

__ADS_1


"kamu istirahat dulu ya sayang."


"iya nak, kamu harus banyak istirahat."tambah Bu Alya


Nadira pun menurut, ia mulai menutup mata nya.


"mama, sama papa dan lain nya kembali saja ke hotel. biar Eza aja yang jaga Nadira disini."


"nggak apa-apa nak, mama temani ya.


"nggak usah ma, disini dingin cuacanya nggak bagus buat mama sama papa, lebih baik kalian istirahat saja di hotel ya. ins syaa Allah Nadira juga nggak apa-apa."


"ya udah nak kalau begitu mama sama papa dan yang lain nya kembali ke hotel."


"iya ma."


"Viko disini aja ya bang."pinta Viko


"hmm, nggak usah vik lebih baik kamu temani mama sama papa aja."


"nggak apa-apa bang, Viko mohon biarin Viko disini aja ya."


"ya udah nggak apa-apa."jawab eza


pak Ahmad dan Bu Alya serta yang lain nya pun kembali ke hotel, sementara Viko dan Eza menemani Nadira di rumah sakit.


"kamu tidur aja di sofa vik, biar Abang jagain mbak."


"baik bang, nanti gantian aja ya bang."


"iya."


Viko pun membaringkan tubuhnya di sofa sementara Eza duduk di samping Nadira. eza menatap wajah Nadira yang masih terlihat sedikit pucat.


"ya Allah lindungilah istri dan anak-anak ku ya Robb."ucap Eza


Eza pun memegang tangan Nadira lalu mencium tangan Nadira. Eza terus saja menatap wajah istrinya itu. rasa kantuk nya pun tak terasa oleh Eza.


"mas."ucap Nadira lirih


"hmm, iya sayang kenapa?"


"kok belum tidur?"tanya Nadira lirih


"Beluma aja kok sayang, sayang mau minum?"


"iya mas."


Eza pun memberikan segelas air putih pada Nadira.


"kamu tidur lagi ya sayang."


"iya, tapi kamu juga harus tidur ya mas. sini tidur di samping aku."ucap Nadira sembari sedikit menggeser kan tubuh nya


"iya sayang."


Eza pun tidur di samping Nadira, tak lama kemudian kedua nya pun terlelap


****

__ADS_1


__ADS_2