
sepulangnya dari kantor, Viko pergi ke sebuah kafe untuk bertemu dengan Eza. mereka berencana akan pergi ke rumah sakit jiwa dengan membawa pihak kepolisian.
"bagaimana kalau ini gagal bang?"tanya Viko
"ins syaa Allah semua nya akan baik-baik saja, apa kamu sudah menghubungi Santi?"
"sudah bang, kata nya dia mau pergi ke suatu tempat hari ini dan aku rasa tempat itu adalah rumah sakit jiwa."
"oke, sekarang kita langsung saja ke berangkat kesana."
kedua nya pun pergi ke rumah sakit jiwa dengan di jaga oleh pihak kepolisian. sementara Santi tidak tau kalau mereka mengikuti nya.
sesampainya disana benar saja Santi sedang mengobrol dengan Anita di sebuah taman yang ada disana.
"ngapain kamu kesini san?"tanya Anita
"aku cuma ingin bilang mbak, bahwa putri datang ke kota ini."
"apa? apa dia tau kalau yang menghamili nya itu orang suruhan kita?"tanya Anita
deg
Viko dan Eza benar-benar tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"oh jadi kalian yang sudah menjebak putri."ucap Viko yang tiba-tiba muncul dari arah belakang mereka
"vi...Viko kok kamu ada disini.?"tanya Santi gugup
"kenapa? apa kamu kaget? kamu benar-benar licik Santi."ucap Viko emosi
Eza masih bersembunyi di balik pagar dengan emosi yang sudah mulai menguasai diri nya bagaimana tidak sepupu nya sendiri begitu tega bekerja sama dengan wanita yang sudah mencelakai istri dan anak nya.
dokter pun mendekati mereka dengan perasaan yang tidak karuan lagi.
"a...aku bisa jelasin vik."
"apa yang mau kamu jelasin, dan kamu Anita ternyata kamu tidak benar-benar gila.sungguh hebat kalian berdua."teriak Viko
Eza pun mendekati mereka sembari bertepuk tangan
"wow permainan kalian sungguh sangat hebat."ucap Eza dengan senyum getir
"a....Abang."ucap Santi yang tidak bisa berkutik lagi
"luar biasa permainan kamu Santi, saya kira kamu adik yang benar-benar baik tapi ternyata dibalik topeng kamu itu ada niat buruk yang sangat menjijikkan."
"a...Abang maafin Santi."
"apa? apa apa kamu mau minta maaf, tidak semudah itu Santi. apa kamu pikir saya tidak sakit hati dengan apa yang kamu lakukan sekarang bukan hanya aku yang kamu sakiti tapi keluarga besar, dan kamu Anita kamu lebih hebat lagi karena sudah berhasil membohongi kami semua sampai polisi pun percaya kalau kamu itu gila."
"vik..kita kan mau nikah aku mohon maafin aku "
"tidak santi bagaimana mungkin aku menikah dengan wanita yang sangat licik seperti mu, kenapa kamu tega menghancurkan masa depan wanita lain hanya untuk kebahagiaan mu apa kamu tidak takut dengan nama nya karma."ucap Viko dengan mata yang sudah memerah karena menahan marah
__ADS_1
"Abang, Santi mohon maafin Santi bang."ucap Santi sembari berlutut di hadapan Eza
"cukup Santi, kalian berdua harus mempertanggungjawabkan ini semua.bawa mereka pak."ucap Eza tanpa pikir panjang
pihak kepolisian langsung menangkap kedua nya dan langsung membawa mereka ke kantor polisi. sementara Eza dan Viko pun menyusul kesana
sesampainya di kantor polisi Viko dan Eza langsung masuk ke ruang polisi.
"vik, tolong bebasin aku apa kamu tidak malu, pernikahan kita sebentar lagi vik."
"aku tidak peduli san, lebih baik aku malu daripada aku harus menikah dengan wanita yang tak punya hati seperti mu dan aku rasa jika putri tau ini semua tentu saja dia juga akan memasukkan kamu ke dalam penjara."
"bang Eza, apa Abang tega ninggalin aku disini bang."
"kenapa tidak? yang salah tetap salah dan kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan mu, apa kamu tidak sadar kelakuan kamu itu sangat menjijikkan bisa-bisa nya kamu menghancurkan masa depan orang lain."
"Santi mohon bang."teriak santi sedih
"udah ayo vik kita pergi dari sini, pak tolong urus mereka hukum mereka dengan hukuman yang berat, saya tidak keberatan sama sekali."ucap Eza yang membuat Santi dan Anita panik dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi
Eza dan Viko pun pergi dari kantor polisi.
"kamu sabar aja vik, abang tau bagaimana perasaan kamu sekarang."ucap Eza sembari menyetir mobil
"iya bang."jawab Viko galau
sesampainya di rumah Eza, Viko pun turun.
"wa'alaikumussalam, kalian dari mana?kok bareng?"tanya Nadira yang kebetulan lagi berada di teras rumah
"iya sayang tadi kami ada urusan sedikit."
"hmm, urusan apa mas?"tanya Nadira bingung
"kita cerita nya di dalam aja ya."ucap Eza lembut
mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa.
"ada apa bang?"
tanpa disadari Viko menangis, tak bisa dibohongi Viko memang masih merindukan putri, perasaan nya kepada putri belum hilang sepenuhnya.
"lho kok nangis, ada apa bang?"tanya Nadira sembari mendekati Viko
"kenapa? kok nangis."tanya Nadira lagi
"mbak, seperti nya aku nggak jadi nikah Minggu depan?"
"kenapa?"
"bagaimana mungkin Viko menikah dengan perempuan yang sudah menyakiti mbak dan..."
"dan apa?"tanya Viko dengan nada suara yang agak bergetar
__ADS_1
"dan Santi sama Anita lah yang sudah menjebak putri hingga ia hamil."
"astaghfirullahaladzim ya Allah."ucap Nadira tak percaya
"kenapa mereka begitu tega mas."ucap Nadira
"ntah lah sayang, mungkin hati mereka sudah benar-benar tertutup. aku juga nggak nyangka kalau mereka akan melakukan perbuatan sekotor itu."
"ya Allah, udah bang. maafin mbak ini juga semua salah nya mbak karena udah percaya dengan sikap baik nya Santi selama ini."ucap Nadira sembari memeluk adik nya itu
"mbak jangan nangis, semua ini bukan salah mbak kok. kita harus bersyukur mbak karena Allah masih melindungi kita dan menjauhkan kita dari orang-orang yang berniat jahat sama kita."ucap Viko
"ya bang,lalu bagaimana dengan acara pernikahan mu?"
"ntah lah mbak, Viko juga tidak tau mungkin kita tetap akan melanjutkan acara pernikahan itu walaupun nggak ada yang menikah."
"iya mbak setuju, bagaimana dengan keluarga mu mas?"
"nggak usah khawatir sayang, untuk urusan ini biar aku yang selesaikan."
"terima kasih ya mas."
"iya sayang, jangan sedih lagi ya ins syaa Allah semua nya akan selesai."
"iya mas."
*****
setelah dari rumah Eza dan Nadira, Viko memutuskan untuk pulang ke apartemen.
"assalamu'alaikum ma, ma Viko mau bicara sama mama."
"wa'alaikumussalam, mau bicara bang? ayo sini duduk."titah Bu Alya
"Abang nggak jadi menikah sama Santi ma."
"astaghfirullahaladzim, kenapa nak?"
"Santi sudah membohongi kita semua ma, dia mendekati dan mau menikah dengan Viko karena dia ingin balas dendam sama keluarga kita dan lebih parah nya lagi apa mama tau orang yang menghamili putri itu adalah orang suruhan Santi dan Anita ma."ucap Viko pilu
"astaghfirullahaladzim, kamu serius bang?"
"iya ma."
"ya Allah tega sekali mereka."ucap Bu Alya tak percaya
Bu Alya memeluk putra nya itu dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan.tanpa disadari Bu Alya pun menangis.
"mama jangan menangis ma, semua ini sudah rencana Allah kita harus bersyukur karena Allah masih melindungi kita dari orang-orang yang tidak baik."
"iya nak, kamu sabar ya."ucap Bu Alya
*****
__ADS_1