
selepas subuh Nadira sudah sibuk di dapur karena dia harus membuat sarapan untuk Eza, jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi namun Nadira belum melihat Eza.
"hmm, mas Eza kemana ya kok belum turun."gumam Nadira
karena tidak melihat Eza, Nadira kembali ke kamar. dia melihat Eza masih tidur. Nadira merasa heran karena tak biasa nya Eza tidur seperti itu, Nadira mencoba membangunkan Eza.
"mas, Bangun sudah pagi lho kamu nggak ke rumah sakit?"ucap Nadira pelan sambil menepuk pundak Eza
Eza yang mendengar suara istri nya itu langsung membuka mata nya.
"sayang."ucap Eza lembut sambil mencium tangan Nadira
"mas kok belum bangun?"tanya Nadira
"kepala aku sedikit pusing sayang."jawab eza
"astaghfirullahaladzim mas sakit?"tanya Nadira panik sambil memegang kening Eza
"ya Allah mas badan kamu panas banget, bentar ya aku ambil air hangat dulu."ucap Nadira sembari meninggalkan Eza
tak lama kemudian Nadira kembali ke kamar dengan membawa semangkok air hangat dan juga sarapan untuk Eza.
"sayang."
"iya mas, kenapa? apa yang sakit?"tanya Nadira panik
"hei kamu nggak usah khawatir sayang, aku nggak apa-apa."
"nggak apa-apa gimana mas, badan kamu tu panas lho."ucap Nadira sambil meletakkan handuk kecil di kening Eza
"kamu sarapan dulu ya, udah itu minum obat."
Eza tersenyum melihat perhatian yang diberikan oleh Nadira.
"iya sayang, terima kasih ya."ucap Eza sambil mencium tangan Nadira
selepas sarapan dan minum obat, Eza kembali beristirahat sementara Nadira kembali ke dapur untuk membereskan alat-alat masak nya pagi tadi.
"Aden kenapa non?"
"badan nya panas mbok, tapi udah minum obat kok mbok."
"ya Allah, syukurlah non kalau Aden sudah minum obat."
"iya mbok, saya ke kamar dulu ya mbok."ucap Nadira sambil mengelap tangan nya
di dalam kamar Nadira kembali mengecek suhu tubuh Eza, ternyata panas nya sudah turun. Eza membuka mata nya dan dia tersenyum dengan Nadira.
"sayang sini?" pinta Eza
"kenapa mas."jawab Nadira sambil duduk di pinggir kasur
"nggak apa-apa sayang, kamu jangan terlalu capek ya aku nggak mau kamu sakit."ucap Eza
"nggak kok mas, kepala nya masih pusing?"
"Alhamdulillah udah nggak sayang, kan ada kamu dokter nya."ucap Eza sembari mencubit gemes pipi Nadira
"hmm kamu mah, sakit tau."jawab Nadira cemberut
"hehehehe maaf ya sayang."
Eza memeluk Nadira dengan penuh kasih sayang rasanya dia tidak mau lepas dari Nadira.
****
__ADS_1
sementara di tempat lain Bu Alya sedang menyiram tanaman, sedangkan pak Ahmad sedang duduk di taman sembari menikmati secangkir kopi.
"udah beberapa bulan kita nggak ketemu sama nadira ya papa, mama kangen sama dia."
"iya ma, papa juga."
"gimana kalau kita telpon aja dia."
"nanti aja pa mungkin dia lagi sibuk sekarang."
"oh iya ya ma."
kemudian Bu Alya ikut duduk bersama pak Ahmad, mereka hanya berdua saja di rumah karena viko dan vino sedang kuliah dan sekolah.
****
"selamat pagi dok." ucap suster pada Rehan
"pagi, dokter Eza nya sudah Dateng?"
"belum dok."
"oh ya udah saya permisi dulu ya."ucap Rehan
Rehan masuk ke ruangan nya, ia segera mengambil ponsel yang ada di dalam tas kerja nya. kemudian dia menekan nomer Eza.
"hallo kenapa Han?"
"kamu dimana za? kok belum datang?"tanya Rehan
"iya han pagi ini aku belum bisa kesana?"
"kenapa?"
"aku lagi nggak enak badan Han."
"astaghfirullahaladzim kamu kira aku nih apa Han yang nggak pernah sakit."ucap Eza kesal
"hahahaha selama ini kan kamu nggak pernah sakit maka nya aku heran."jawab Rehan
"memang kamu ya, ngajak berantem terus."
"hahahaha, eh za katanya kita ada dokter baru disini."
"oh ya, siapa?"
"belum tau juga sih katanya ponak'an dokter Burhan."
"hmm gitu, iya nggak apa-apa bagus lah biar kita berdua nggak terlalu capek nanti."
"yups benar sekali, eh terus Minggu depan kita ada dinas di rumah sakit Yogyakarta za."
"iya han aku ingat kok."
"oke dech cepat sembuh ya, nggak enak aku sendiri disini nggak ada yang bisa di jaili."ucap Rehan sembari tertawa
"udah udah, assalamu'alaikum."ucap Eza
"hahaha wa'alaikumsalam za."
"siapa mas?"tanya Nadira yang keluar dari kamar mandi
"biasa lah sayang, Rehan."
"kok pagi-pagi udah telpon aja, ada apa mas?"tanya Nadira
__ADS_1
"nggak ada sih sayang dia cuma tanya kenapa aku belum ke rumah sakit,terus dia bilang ada dokter baru disana."
"hmmm gitu, ya udah kamu mau bersih-bersih dulu nggak?"tanya Nadira
"iya sayang sebentar lagi."
"bisa sendiri?"
"bisa kok, kenapa kamu mau temani."
"mulai dech, hmm."
"hahaha nggak apa-apa kan kamu istri aku."jawab eza
"udah sana bersih-bersih dulu ya. biar aku siapin baju ganti nya."ucap Nadira
Eza pun masuk ke kamar mandi, sedangkan Nadira mengambil baju ganti Eza.
"udah mas?"
"udah sayang."
"ganti dulu baju nya udah itu Istirahat lagi ya."ucap Nadira
"iya sayang, kamu mau kemana?"
"mau ke depan dulu, kenapa mas?"
"nggak usah pergi kamu disini aja temani aku, suruh mbok Atun aja ya."
"baik lah mas."
Nadira pun menyuruh mbok Atun sementara Nadira kembali ke kamar untuk menemani Eza.
"sayang terima kasih banyak ya untuk semuanya, maaf kalau aku belum bisa jadi suami yang baik buat kamu."ucap Eza sambil memeluk pinggang Nadira
"mas kok ngomong nya gitu, kamu itu adalah suami yang sangat sempurna untuk aku mas."jawab Nadira
"panjang umur terus ya sayang, sehat-sehat semoga kita selalu bersama."
"aamiin, udah dong mas ntar aku nangis lho."ucap Nadira
"hehehe maaf sayang. sayang aku Minggu depan ada dinas di luar kota, kamu nggak apa-apa sayang?"
"berapa lama mas?"
"sekitar dua Minggu."
"kok lama banget sih mas."
"iya mau gimana lagi sayang, kan udah tanggung jawab aku juga."
"iya dech nggak apa-apa, disana kamu baik-baik ya, sholat nya di jaga, jaga hati, jaga mata jangan macem-macem."
"hahaha iya sayang."
"nanti mau oleh-oleh apa?"
"nggak mau oleh-oleh, kamu pulang aja udah cukup."
"hmm sayang jadi nggak tega dech ninggalin kamu."ucap Eza
"nggak apa-apa mas, kamu nggak usah khawatir sama aku ya."
"iya sayang, thank you ya."
__ADS_1
seharian mereka menghabiskan waktu berdua di rumah, Eza benar-benar sangat mencintai istri nya itu."
****