PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 79. Pertemuan Pertama


__ADS_3

saat nadira dan Eza pulang ke kota B, ternyata Viko juga ikut karena ia ingin mencari pekerjaan disana. setelah permasalahan nya dengan putri membuat Viko enggan untuk tetap tinggal di Semarang.


"hari ini mau kemana Vik?"tanya Nadira dari lantai atas


"belum tau sih mbak, mungkin cari kerja lagi. kenapa mbak?"


"nggak apa-apa sih, nanti kamu bisa temani mbak buat cek kandungan nggak?"


"bisa mbak. Sekarang usia kandungan mbak udah berapa bulan?"


"Alhamdulillah udah memasuki bulan ke enam."


"sehat terus ya mbak, Viko udah nggak sabar pengen lihat ponak'an Viko. oh ya ponak'an Viko cewek apa cowok mbak?"


"nanti mbak mau cek, kemarin mereka belum mau nunjukin nya mungkin mereka malu."


"hahah iya ya, abang ikut nggak mbak?"


"nggak Abang ada jadwal operasi hari ini. nanti ada seseorang yang juga ikut nemani mbak."


"siapa mbak?"


"sepupu nya Abang, nama nya Santi."


"hmm, pas mbak nikah apa dia datang?"


"nggak karena dia kuliah."


"oh gitu mbak."


"mbak itu rencana nya mau pake acara baby shower gitu sih tapi mbak bingung gimana mau ngerjain nya."


"lah mbak akan ada aku, biar aku aja yang urus semua nya."


"oke nanti mbak juga minta tolong sama Santi dech."


"mbak siap-siap dulu ya, terus kita jalan. kita kan harus jemput Santi dulu."


"emang dia tinggal dimana mbak?"


"di apartemen, dia baru datang ke kota ini beberapa hari yang lalu."


"oh ya mbak."


Nadira pun pergi ke kamar nya untuk siap-siap, sementara Viko masuk ke dalam kamar nya.


setelah beberapa menit Nadira sudah menunggu Viko di ruang tamu.


"sudah mbak?"


"udah, ayo kita jalan. mbok kami jalan dulu ya."


"iya non, hati-hati ya."


viko pun melaju kan mobil nya menuju apartemen Santi. mobil Nadira menunggu di depan apartemen tak lama kemudian Santi pun turun.


"eh itu Santi."ucap Nadira


mata Viko langsung melihat ke arah luar.


"maaf ya mbak, tadi Nadira ada kerjaan dikit."


"iya nggak apa-apa Nadira, oh ya kenalin ini adik mbak nama nya Viko ."


"hai, aku Santi."ucap Santi ramah

__ADS_1


sementara Viko hanya terdiam, ia begitu terpukau dengan kecantikan Santi.


"bang, ayo jalan."


"eh iya mbak."


Viko pun melanjutkan perjalanan nya. sesampainya di rumah sakit Nadira segera masuk ke ruang dokter kandungan. Nadira sudah berbicara terlebih dahulu kepada dokter untuk merahasiakan jenis kelamin anak nya, ia meminta dokter untuk memberikan hasil USG pada Viko atau Santi karena ia ingin mengadakan acara baby shower.


setelah selesai di periksa, dokter pun menyerahkan hasil USG pada Viko. selepas dari ruang dokter mereka pun keluar.


"aku penasaran dech mbak?"


"apalagi mbak, tapi mbak apa aja sih yang penting sehat, lengkap."


"iya sih mbak."


"ya udah kita makan siang dulu yuk sekalian kita bahas rencana buat acara baby shower nya."


"hah mbak mau ngadain acara baby shower mbak?"


"iya san, terus nanti baru acara pengajian sama siraman tujuh bulanan."


"Masya Allah udah nggak sabar mbak."


"hehe mbak juga san, ya udah kita langsung ke restoran aja ya."


mereka pun pergi ke sebuah restoran Padang, karena Nadira sangat suka dengan masakan Padang.


setelah selesai makan, baru lah mereka membahas untuk acara baby shower nya.


"emang boleh sama Abang mbak?"


"boleh kok, kalau nggak boleh nggak mungkin juga mbak mau."


"hehe iya ya."


"ehem."


kedua nya sama-sama salah tingkah.


"udah tau kan tema nya apa?"


"udah mbak."


"ya udah mbak serahkan semua nya sama kalian berdua, untuk undangan nya kita nggak perlu undang banyak-banyak cukup keluarga yang dekat-dekat aja terus teman mbak sama teman nya Abang."


"iya mbak."


"kapan kalian mau beli barang-barang nya? karena kan mbak juga mau ngadain pengajian sama siraman gitu kan. tapi untuk masalah pengajian sama acara siraman nya biar mbak sama Abang aja karena itu kan lebih banyak undang orang, tapi kalian bisa lah bantu mbak nanti."


"baik mbak."


"ya udah kita pulang ya, kaki mbak udah pegal semua. kamu antar mbak dulu ya baru nanti antar Santi, atau Santi mau nginap di rumah."


"lain kali aja mbak, soal nya Santi masih ada kerjaan."


"ya udah nggak apa-apa."


mereka pun meninggalkan restoran, sebelum mengantar Santi terlebih dahulu Viko mengantarkan Nadira.


setelah mengantar Nadira, Viko langsung ke arah apartemen Santi.


selama dalam perjalanan mereka hanya diam.


"hmm, Santi kuliah dimana?"

__ADS_1


"aku sudah selesai vik."


"oh gitu, udah kerja?"


"Alhamdulillah sudah, Viko sendiri gimana?"


"aku masih cari kerja sih."jawab Viko


"hmm, gitu nanti kalau ada lowongan di perusahaan tempat aku kerja, aku kabarin ya."


"thank you ya san."


"sama-sama."jawab Santi sembari tersenyum


"Masya Allah senyum nya. eh nggak-nggak Viko kamu harus jaga hati dan mata kamu."batin Viko


tak terasa Mereka sudah sampai di depan apartemen Santi.


"maaf ya vik, aku nggak bisa ajak masuk ke dalam."


"iya nggak apa-apa kok san, oh ya boleh saya minta nomer kamu?"


"boleh, nanti kabarin aku aja ya kapan mau beli barang-barang nya."


"oke siap, aku duluan ya. assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam."


Santi menatap kepergian mobil Viko, tanpa ia sadari bibir nya sudah tersenyum manis.


"astaghfirullahaladzim."ucap Santi


kemudian Santi pun masuk ke dalam apartemen nya, ntah kenapa perasaan nya begitu senang hari ini."


di tempat lain Viko baru saja sampai di rumah, saat Viko memasuki rumah, terlihat mbak serta Abang nya sedang mengobrol di ruang keluarga.


"kok lama banget sih vik?"goda Nadira


"itu mbak hmm tadi jalan nya macet."


"oh ya, jalanan macet atau pendekatan dulu."


"apa sih mbak, nggak lah kami kan cuma teman lagian pula Viko baru kali ini ketemu sama Santi."


"hahaha, iya ya. cantik kan Santi?"


"iya mbak."jawab Viko keceplosan


"hahaha, tu kan ketahuan."ucap Nadira


Eza pun ikut tertawa melihat Viko yang sudah salah tingkah


"udah Viko mandi dulu ya."ucap Viko sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"hahahaha Viko, Viko."ucap Nadira yang tertawa puas


"ih puas banget ketawa nya sayang."


"hahaha iya mas habis nya Viko lucu dech."


"kayak nggak pernah muda aja."ucap Eza


"hmm, jadi maksud nya aku udah tua gitu mas?"


"bukan kayak gitu sayang, kan sayang juga pernah kayak gitu."

__ADS_1


"hahaha iya juga ya mas."


*****


__ADS_2