PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 25. Masalah Baru


__ADS_3

jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, angin malam begitu sangat terasa menusuk tulang. keluarga Eza dan Nadira sudah pulang ke rumah masing-masing begitu juga dengan Eza dan Nadira. malam ini pasangan pengantin baru itu tidur di rumah Nadira. besok kedua nya akan pindah ke rumah baru mereka. sebelumnya Nadira dan Eza sudah berbincang dengan kedua orang tua mereka dan mereka pun mengizinkan. pak Ahmad dan Bu Alya besok juga akan kembali ke Semarang mengingat vino dan Viko sudah cukup lama libur.


mereka masih duduk di ruang tamu


"mama sama papa kok belum tidur, udah malam lho."ucap Nadira


"iya nak, sini mama mau ngomong."


"hmm mama ngomong apa?"tanya Nadira sambil duduk dan memeluk Bu Alya


"besok mama sama papa kemungkinan jadi pulang ke Semarang kami akan tinggal disana, Nadira Sekarang kan udah ada teman disini jadi mama sama papa nggak khawatir lagi ninggalin kamu disini."


"tapi ma masa besok sih."


"iya kasihan adik-adik mu nak mereka udah lama libur nya. "


"terus pindahan vino udah selesai?"


"sudah nak kemaren om kamu yang ngurus nya."


"hmm, mama malam ini Nadira tidur sama mama ya."


"eh udah nikah kok masih mau tidur sama mama, kasihan lho Eza."


"nggak apa-apa ma, mas Eza pasti ngizinin kok. boleh kan pa?"


"terserah kamu aja nak, nanti papa tidur di sebelah nya."


"tu kan papa aja boleh, masa mama nggak boleh."


"iya udah pamit sana sama Eza."


"oke dech.


belum sempat Nadira ke kamar nya, Eza sudah lebih dulu datang.


"kenapa ma?"


"ini istri mau tidur sama mama."


"hmm iya nggak apa-apa Eza tidur sama papa aja ya pa."canda Eza


"hehehe makasih ya mas."


"iya udah kamu sama mama tidur ya udah malam, papa juga ntar sakit lagi. besok kan harus berangkat ke Semarang."


mereka pun menuruti perintah Eza, pak Ahmad tidur dengan Eza. malam semakin larut mereka sudah tertidur lelap dengan mimpi mereka masing-masing.


setelah beberapa jam kemudian suara alarm dari ponsel Nadira berbunyi, jam sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi. Nadira bangun dan langsung membangunkan orang-orang di rumah.


mereka sudah bangun semua, tak lama kemudian suara adzan subuh berkumandang mereka segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.


selepas sholat Nadira pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


jam menunjukkan pukul tujuh pagi, nadira menyiapkan sarapan untuk keluarga nya.


"selamat pagi sayang."


"eh pagi. mas, mama di rumah sama siapa?"

__ADS_1


"ada mbak Siti kemarin dia baru kerja di rumah."jawab eza


"hmm syukurlah aku kira mama sendirian di rumah."


"nggak kok sayang, mama sama papa mana?"


"bentar ya aku Panggilkan dulu."


tak lama kemudian pak Ahmad dan Bu Alya serta Viko dan vino sudah datang, mereka menikmati sarapan yang sudah di buat Nadira. pagi ini pertama kali nya Eza makan masakan Nadira.


"gimana bang enak nggak masakan mbak?"tanya vino


"enak Vin enak banget malah."


"awas tutup telinga."teriak Viko


semua terkejut dengan ulah Viko. Viko pun tertawa puas


"kenapa bang?."tanya pak Ahmad


"telinga mbak mau mengembang pa, kan dipuji sama Abang Eza."


"astaghfirullahaladzim dikirain apa. hahaha"ucap mereka


"memang ya kamu vik."ucap Nadira


"hehehe santuy mbak."


*****


di rumah sakit, Mira sedang diperiksa oleh dokter. keadaan nya sudah membaik. dokter sudah memperbolehkan Mira untuk pulang.


"Alhamdulillah keadaan mbak Mira sudah membaik jadi hari ini sudah boleh pulang."


"Alhamdulillah terima kasih dok."


"sama-sama mas."


setelah menyelesaikan semua nya, Mira dan Rangga meninggalkan rumah sakit. sesampainya di rumah sakit Mira langsung istirahat di kamar nya. ia masih enggan untuk berbicara dengan Rangga dan Rangga memahami itu.


"kamu mau makan dulu sayang?"tanya Rangga


"nanti aja aku mau istirahat dulu."jawab Mira datar


"baiklah kalau gitu aku ke bawah dulu ya, panggil aku aja nanti kalau perlu apa-apa."


tak ada jawaban dari Mira. hati nya benar-benar sakit Mira yang yang lemah lembut justru kini berbalik seperti pemberontak yang penuh dengan dendam.


***


setelah mengantar kedua orang tua nya dan juga adik-adik nya. Nadira meminta Eza untuk menemani nya ke rumah sakit dimana Mira di rawat. namun saat mereka sampai di rumah sakit kamar yang dibilang Rangga sudah kosong.


"permisi sus, Pasien yang ada di kamar ini kemana ya?"


"oh sudah pulang mbak beberapa jam yang lalu."


"oh gitu sus terimakasih ya. permisi."ucap Nadira ramah


Nadira dan Eza pergi ke rumah Rangga dan Mira.

__ADS_1


"tok...tok..tok


"assalamu'alaikum permisi."ucap Nadira


ceklek


"wa'alaikumussalam eh Eza, Ra ayo masuk."


"terima kasih, Mira nya mana ga?"


"ada di kamar, kamu ke atas aja nggak apa-apa."


"baik ga, mas aku ke atas dulu ya."


"iya sayang."


Nadira membuka pintu kamar Mira, ruangan itu terlihat gelap.


"mir."panggil Nadira


"mau ngapain kamu kesini."teriak Mira


"mir kamu kenapa kok gitu sama aku?"


lampu pun di nyalakan oleh Mira, terlihat wajah Mira penuh dengan emosi ketika ia melihat kehadiran Nadira.


"mir, kamu kenapa? aku salah apa?"tanya Nadira kaget


"dasar pengkhianat."


"astaghfirullahaladzim Mira istighfar aku nggak tau aku salah apa."


plaaaaaaaak


satu tamparan berhasil mendarat di pipi mulus nadira.


Eza dan Rangga yang mendengar keributan langsung menuju ke kamar mira.


"astaghfirullahaladzim sayang."ucap Eza khawatir melihat wajah istri nya sudah merah


"aku salah apa mir katakan."teriak Nadira


"kamu mau tau salah kamu apa Nadira, ini silahkan kamu lihat."ucap Mira sambil melempar sebuah buku.


Eza mengambil buku itu lalu membaca nya, ada rasa cemburu di hati nya ketika ia melihat kata-kata dari Rangga. namun ia tetap tenang.


"apa maksud semua itu Nadira hah, ternyata kamu diam-diam menyukai suami ku. dasar wanita pengkhianat."


kata-kata itu begitu sangat menyakitkan bagi Nadira.


"aku bisa jelaskan mir. tolong dengarkan aku."


"hahahaha apa yang mau kamu jelaskan hah, bahwa kamu memang mencintai suami ku? oh mungkin kamu menikah dengan suami mu ini karena untuk dijadikan pelampiasan?".


"cukup Mira."teriak nadira


"aku tidak tau tentang buku ini mir, tapi asal kamu tau aku tidak pernah menjadikan suami aku sebagai pelampiasan. aku mohon dengarkan penjelasan aku dulu."ucap Nadira.


"apa yang mau kamu jelaskan hah, asal kamu tau Nadira karena masalah ini aku harus kehilangan anak aku."teriak Mira

__ADS_1


****


__ADS_2