
"baik bismillahirrahmanirrahim atas izin Allah dan restu mama dan papa serta adik-adik mbak saya terima lamaran mas Eza. semoga segala niat baik kita Allah mudahkan."
"Alhamdulillah."ucap MC dan teriak para tamu
"baik untuk ananda Nadira dan juga mas Eza silahkan untuk berdiri disini karena kita akan berada di acara pemasangan cincin dari pihak kedua orang tua nya ya."
"oke ibu silahkan untuk memasangkan cincin nya ke tangan ananda Nadira."pinta MC pada Bu Irma
"selamat ya nak.",ucap Bu Irma sembari memasang kan cincin di jari manis kiri Nadira
"terima kasih ibu."jawab Nadira sambil mencium tangan Bu Irma
"oke selanjutnya dari ibu ananda Nadira untuk memasangkan cincin ke jari manis mas Eza nya."
"selamat ya za." ucap Bu Alya sembari memasangkan cincin di jari manis eza
"terimakasih Tante."ucap Eza sambil mencium tangan Bu Alya
"kok panggil nya masih Tante mama dong."ucap Bu Alya sembari tertawa kecil
"eh iya ma." jawab eza malu
kebahagiaan begitu terpancar di raut wajah kedua nya begitu juga dengan kedua keluarga dan para tamu undangan yang hadir disana.
"oke para hadirin semua nya selesai lah sudah acara lamaran pada hari ini, semoga segala niat baik dari kedua keluarga ini Allah ridhoi dan Allah mudahkan. Aamiin. baik untuk menutup acara kita pada hari ini marilah kita sama-sama mengucapkan lafadz Alhamdulillah. selanjutnya kita makan bersama."ucap MC
baru selesai acara kepala Nadira kembali pusing, ia duduk di kursi dekat meja. Eza yang melihat itu langsung mendekati Nadira
"kenapa?"tanya Eza khawatir
"nggak apa-apa kok mas kepala aku sedikit pusing aja kok."
"kamu udah makan? obat nya udah diminum?"
"udah mas."
"kamu istirahat aja di kamar ya."
"nanti aja mas."
"hmm ya udah nggak apa-apa."
"nad." panggil Mira
"hei mir, ayo makan."
"udah Ra, Selamat ya hmm sebentar lagi sahabat aku akan nikah dech."
"hehehe doain ya mir. eh mas kenalin ini Mira sahabat aku."
"oh ya hallo saya Eza."
"saya Mira, selamat yan mas."
"terimakasih."
"oh ya mas kenalin ini suami saya nama nya mas Rangga."
"hai hallo saya Eza."ucap Eza
"saya Rangga suami nya Mira."
"oh ya ya."jawab eza
"apa ini laki-laki yang dimaksud Nadira dulu."batin Eza
__ADS_1
para tamu satu persatu sudah pulang ke rumah mereka, begitu juga dengan keluarga Eza. namun Eza masih di rumah Nadira.
"jadi kapan pernikahan nya?"tanya Rangga
"ins syaa tiga Minggu lagi."jawab eza
"oh ya semoga lancar ya."
"terimakasih."jawab eza datar
"mas Rehan sama mbak Rani nggak Dateng ya?"tanya Nadira tiba-tiba untuk memecah keheningan.
"nggak Ra kata nya Rani lagi sakit."
"hmmm gitu ya. pantesan nggak kelihatan."
setelah selesai acara dan para tamu undangan sudah pulang semua, begitu juga dengan Rangga dan Mira. Nadira masuk ke kamar nya untuk mengganti baju nya. kemudian ia turun ke bawa lagi untuk bantu beres-beres.
"mau ngapain?"tanya Viko
"bantuin beres-beres lah."
"nggak usah mau masuk rumah sakit lagi."ancam Viko
"ye kan mbak bantu dikit-dikit aja bang."
"mau aku lempar pake sendal ini."tanya Viko sembari memegang sendal
"iya iya cerewet banget sih."ucap Nadira kesel
akhirnya Nadira cuma duduk di sofa melihat orang-orang bersih-bersih. Eza juga membantu membersihkan halaman depan.
"Masya Allah, terima kasih ya Allah."ucap Nadira sembari tersenyum
Nadira merasa sangat bersyukur atas apa yang Allah berikan untuk nya keluarga yang sempurna dan calon suami yang juga Masya Allah baik nya.
"obat udah di minum ra?"
"udah pa."
"pa, ma. Eza pamit pulang dulu ya udah sore."ucap Eza
"iya nak kamu hati-hati ya."
"iya ma, Ra aku pulang dulu ya."
Nadira yang kepala nya terasa sangat pusing terkejut mendengar suara Eza.
"eh iya mas hati-hati ya."
Eza merasa bingung dengan kondisi Nadira. tapi Eza mencoba untuk berpikir positif. keringat dingin sudah bercucuran kembali di tubuh Nadira, kepala yang terkadang pusing membuat Nadira begitu sangat lemas.
"ya udah, mari saya antar ke depan mas."ucap Nadira
"nggak usah kamu istirahat aja."tolak Eza
"nggak apa-apa sebentar aja kok mas."
"ya udah terserah kamu aja dech, ma, pa saya pamit dulu assalamu'alaikum."
"wa'alaikumussalam."
di halaman depan Nadira berpegang pada sebuah tiang teras.
"are you okay."tanya Eza khawatir
__ADS_1
"iya i'm okay, don't worry."jawab Nadira
"hmm oke, aku pulang dulu ya makan nya jangan lupa terus obat nya juga ya."
"siap pak dokter."
"oke good, pasien yang baik."
Nadira pun tertawa mendengar lelucon Eza.
"ya udah aku pamit ya Assalamu'alaikum, Minggu depan kita mulai mempersiapkan semua nya."
"Minggu depan emang nggak mepet nanti?"
"hmmm ya udah dech terserah kamu aja tapi tunggu kamu benar-benar sehat dulu."
"oke siap. hati-hati ya. wa'alaikumsalam.
****
di rumah, mira sedang merasa bingung dengan sikap suami nya. ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Rangga.
"ya Allah jauhkan lah aku dari prasangka buruk pada suami hamba ya Allah."ucap Mira
"lho sayang kok ngelamun."
"eh nggak kok mas."
uwek...uwek
Mira berlari ke kamar mandi, Rangga yang melihat Mira muntah langsung berlari menyusul Mira.
"astaghfirullahaladzim kamu kenapa sayang."ucap Rangga khawatir
"nggak tau mas mungkin aku masuk angin."jawab Mira
"kita ke dokter ya biar diperiksa."
"nggak usah mas aku nggak apa-apa kok."
belum beberapa menit Mira sudah kembali ke kamar mandi lagi. Mira benar-benar merasa lemas tak lama kemudian Mira sudah tidak sadarkan diri. Rangga panik ia membawa Mira ke rumah sakit terdekat.
sesampainya di rumah sakit Mira langsung di periksa dokter, setelah beberapa lama dokter pun keluar.
"dok bagaimana keadaan istri saya."
"tidak usah khawatir pak itu biasa terjadi pada ibu hamil."
"hah maksud dokter istri saya hamil dok?."
"iya pak selamat ya."
"Alhamdulillah ya Allah, boleh saya masuk dok."
"oh silahkan pak."
rangga pun masuk ke dalam ruangan Mira, Rangga tersenyum kepada Mira begitu juga dengan Mira air mata nya sudah mengalir di pipi nya.
"Alhamdulillah sayang."
"iya mas sebentar lagi kita akan jadi orang tua."
"iya sayang, kamu sehat-sehat ya nak."ucap Rangga sembari mengelus perut Mira
Rangga dan mira begitu sangat bahagia dengan kehadiran calon buah hati mereka.
__ADS_1
****