PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 26. Salah Paham


__ADS_3

"kenapa kamu menyalahkan aku hah, aku tidak tau semua ini Mira. dan kamu Rangga kenapa kamu nggak jelasin apa-apa dengan istri mu."ucap Nadira dengan air mata yang sudah mengalir


"asal kamu tau mir, kemarin aku lah yang tersakiti dimana aku harus mengikhlaskan seseorang yang aku tunggu selama bertahun-tahun demi sahabat aku sendiri."


"aku sengaja tidak memberi tahu mu tentang siapa yang sedang aku tunggu, karena aku nggak mau kamu tersakiti. sekarang kita sudah sama-sama punya suami mir aku nggak mau persahabatan kita hancur gara-gara masa lalu. aku minta maaf kalau aku udah bohongi kamu. tapi demi Allah aku sudah mengikhlaskan Rangga untuk kamu mir."


Eza yang mendengar penjelasan istri nya merasa kasihan.


"mas, aku nggak pernah jadiin kamu pelampiasan, aku udah mengikhlaskan semua yang telah terjadi kemarin dan kamu Rangga tolong hapus semua yang telah terjadi kemarin aku nggak mau menyakiti siapa pun disini."


Mira terdiam mendengar penjelasan Nadira, ada rasa bersalah di hati nya namun emosi nya mengalahkan semua itu.


"kenapa kalian diam hah, kalian menyalahkan aku. mas kamu nggak percaya sama aku."teriak Nadira.


Eza masih diam ia tidak menjawab kata-kata Nadira. Nadira yang melihat tidak ada respon dari Eza ia memilih untuk pergi.


Eza mengejar nadira. Saat nadira ingin berlari Eza menarik tangan Nadira.


"kamu mau kemana?"tanya Eza


Nadira hanya diam dengan linangan air mata.


"masuk ke dalam mobil."perintah Eza


Nadira pun menurut. mereka meninggalkan rumah Rangga.


"astaghfirullahaladzim mir, kamu kenapa sampai kayak gini hah. apa yang dibilang Nadira itu benar aku yang salah karena tidak membuang buku itu. tolong maafkan aku dan Nadira."ucap Rangga memohon dengan Mira


Mira menangis sejadi-jadinya ada rasa penyesalan di hati nya. kenapa ia begitu sangat kejam terhadap suami dan sahabat nya.


"mas maafkan aku."ucap Mira lirih


"iya sayang aku mohon jangan seperti ini lagi, nanti temui sahabat kamu dia tidak salah dia tidak tau tentang buku ini. kasihan lihat lah Eza dia juga merasa kalau Nadira nyakitin dia."ucap Rangga sambil memeluk Mira


"iya mas."ucap Mira.


sedangkan di perjalanan Nadira tidak berbicara apapun begitu juga dengan Eza, sebenarnya dia percaya dengan istri nya namun tetap saja ada rasa sakit di hati nya.


mobil Eza sudah masuk ke halaman rumah nya. kedua nya sudah disambut oleh mbok Atun asisten rumah tangga Eza. mbok Atun lah yang menjaga rumah itu selama Eza tidak disana.


"selamat sore non, Aden."ucap mbok Atun


namun tak ada jawaban dari kedua nya mereka langsung masuk ke dalam rumah, mbok Atun yang melihat kejadian itu merasa nggak enak.


"ya Allah non sama Aden kenapa ya, baru kemarin acara pernikahan kenapa udah pada nangis gini."batin mbok Atun


Eza masuk ke dalam kamar nya di lantai atas, sedangkan Nadira memilih untuk duduk di ruang tamu.


"non minum dulu."ucap mbok Atun pelan


"terima kasih mbok."jawab Nadira sembari tersenyum getir


mbok Atun belum berani berbicara apa-apa, ia lebih memilih untuk pergi ke belakang.


"ya Allah kenapa harus kayak gini."ucap Nadira sedih

__ADS_1


dada nya terasa sesak, sekali-kali Nadira memukul dada nya. dari kecil Nadira memang tidak bisa jika harus terlalu lama menangis karena pasti dia akan gemetar dan sesak.


"astaghfirullahaladzim."ucap Nadira berulang kali


setelah cukup lama akhirnya Eza turun ke lantai bawa, ia melihat Nadira tertidur di atas sofa. wajah Nadira terlihat sedikit pucat.


"hei, kamu makan dulu."ucap Eza datar


Nadira terkejut dan langsung bangun.


"mas."ucap Nadira sambil memeluk pinggang Eza dengan air mata yang kembali turun.


"kamu marah sama aku mas?"


"demi Allah aku nggak pernah jadiin kamu sebagai pelampiasan aku, aku benar-benar mencintai kamu mas."ucap Nadira terisak-isak


namun tiba-tiba Nadira begitu merasakan sesak di dada nya hingga membuat Eza panik dan khawatir.


"mbok" teriak Eza


"sayang, astaghfirullahaladzim."


"astaghfirullahaladzim non, cepat ambil minyak kayu putih mbok."


"iya den."mbok Atun langsung berlari mengambil minyak kayu putih


"sayang hei. astaghfirullahaladzim."


Nadira terus memegang tubuh Eza, seperti seseorang yang sakaratul maut begitu lah kira-kira kondisi Nadira saat ini.


tangan nya begitu erat memegang lengan Eza. karena melihat Nadira terus sesak Eza meminta mbok Atun untuk mengambil oksigen.


"sayang maafin aku."Eza memeluk tubuh kecil Nadira.


mbok atun berlari dengan membawa oksigen yang memang belum Eza bawa ke rumah sakit karena kemarin supir nya juga mengalami sesak nafas.


dipasangkan nya oksigen itu ke hidung Nadira, perlahan Nadira sudah bisa bernafas seperti biasa, air mata terus saja mengalir.


"sayang maafin aku ya, aku nggak marah kok sama kamu, aku cuma cemburu dan aku marah sama Mira."


"mas."panggil Nadira lirih


"iya sayang ,kenapa? apa yang sakit kita ke rumah sakit aja ya."ucap Eza


Nadira menggelengkan kepalanya, ia memeluk Eza dengan erat. mbok Atun yang dari tadi berdiri di belakang Eza juga ikut menangis. kemudian mbok Atun bicara.


"mbok buatin bubur ya non."


"nggak usah mbok."ucap Nadira lirih


"buatin aja mbok, kamu makan dulu ya sayang."


"baik den."


"gimana udah enak'an?"

__ADS_1


Nadira mengangguk.


Nadira ingin duduk, Eza pun membantu nya.


"masih sesak sayang?"


"Alhamdulillah udah mendingan mas. maaf ya udah ngerepotin kamu."


"kok ngomong nya gitu aku suami kamu lho sayang udah kewajiban aku."


"mau minum."tanya Eza


"iya mas."


eza memberikan segelas air hangat pada Nadira tak lama kemudian mbok Atun datang membawa semangkok bubur ayam.


"silahkan di makan ya non."


"terima kasih ya mbok, mbok kenapa nangis?"


"nggak kok non mbok cuma khawatir aja sama non."


"aku nggak apa-apa kok mbok,."jawab Nadira sembari tersenyum


"udah makan dulu ya sayang, udah itu bersih-bersih terus istirahat ya."


"iya mas."


Eza menyuapi Nadira dengan penuh kelembutan, ia tak tega melihat keadaan istri nya. hati nya begitu marah dengan Mira apalagi Mira sudah menampar istri nya.


"mas kamu kenapa.?"


"nggak apa-apa sayang, habisin ya. enak nggak masakan mbok?"


"enak mas."


"mbok Atun akan nemani kamu di rumah kalau aku lagi kerja."


"iya mas, mas aku masih boleh kan ke butik."


"masih sayang dengan syarat aku yang antar atau nanti hmm kalau memang aku nggak bisa antar ada mang Karyo yang antar oke."


"terus mobil aku gimana mas?"


"iya biarin di garasi, nanti aku pinjam dech buat ke rumah sakit."


"kamu mah."


"hehehe kita ke kamar ya ganti baju dulu udah itu Istirahat. bener nggak sesak lagi."


"iya mas udah mendingan kok."


"ya udah ayo sayang."


"oh ya mbok minta tolong bawain koper di dalam mobil ya, nanti minta bantuin mang Karyo ya mbok."

__ADS_1


"baik den."


****


__ADS_2