PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 73. Jalan Sore


__ADS_3

selepas sholat ashar Nadira dan Eza sudah siap untuk pergi ke pantai yang ada di Semarang.


"ma, Nadira sama mas Eza pergi dulu ya."


"iya nak, kalian hati-hati ya."


"iya ma."


mereka pun pergi dengan membawa mobil pak Ahmad karena Viko lagi pergi dengan teman-teman nya untuk persiapan wisuda besok.


sesampainya di pantai, Nadira langsung tersenyum manis melihat keindahan pantai yang sangat begitu indah.


"Masya Allah cantik banget."


Nadira langsung mendekati air laut, Nadira begitu sangat senang.


"fotoin aku dong sayang."


"sini-sini mas. nih pake topi nya dong."


"oke 1, 2, 3."



"bagus nggak sayang?"


"bagus dong mas, mas duduk disitu aja ya."


"kenapa sayang."


"nggak apa-apa mas cuma pegel aja."


"ya udah ayo sayang."


mereka pun duduk di pondok pinggir pantai sembari menikmati minuman dingin.


"arah sini sayang biar aku foto."ucap Eza


Nadira pun menghadap ke arah Eza dan tersenyum, lalu Eza mengambil gambar Nadira



"Masya Allah cantik banget sih."


"hahaha udah dech mas."


mereka pun menikmati sunset di pantai,. setelah itu mereka pergi ke musholah untuk sholat Maghrib baru lah mereka pulang.


sesampainya di rumah pak Ahmad, Bu Alya, serta vino dan Viko sedang duduk di ruang tamu


" kok nggak ajak-ajak sih mbak."ucap vino


"siapa suruh tidur."


"sudah sholat belum Ra?"


"sudah ma."


"kami ke kamar dulu ya."


Nadira dan Eza pergi ke kamar untuk membersihkan tubuh mereka. kemudian mereka pun turun lagi lalu mengobrol dengan pak Ahmad dan Bu Alya


"besok acara nya jam berapa vik?"


"jam delapan bang."


"oh iya iya, nanti kalau udah selesai kuliah mau kemana?"


"belum tau bang, rencana nya sih mau kerja."


"kok baru rencana, apa kamu mau menikah?"


"hehehe belum mbak, aku mau cari cuan dulu masa iya ntar ponakan aku minta beliin permen minta sama bunda nya uncle macam apa."


"hahaha iya juga ya."


"kalau vino mau kemana kalau udah tamat SMA?"


"kuliah dong mbak."


"mau jurusan apa?"


"bisnis, bagus kan bang."

__ADS_1


"bagus kok."


"pokok nya kalau kuliah harus benar-benar diselesaikan jangan buat mama sama papa kecewa."


"iya mbak."


"besok kan mama sama papa duluan, mbak sama Abang dan vino akan nyusul nanti."


"iya mbak."


suara adzan isya berkumandang, Eza dan Nadira pun kembali ke kamar untuk menunaikan sholat isya. saat nadira selesai sholat tiba-tiba perut nya terasa kram.


"astaghfirullahaladzim."


"sayang kenapa?"tanya Eza panik


"perut aku kram mas."


"astaghfirullahaladzim sayang baring dulu sini."ucap eza sembari memberikan bantal.


Nadira terus memegang tangan Eza. sementara Eza mengelus perut Nadira sembari membaca ayat-ayat pendek dan sholawat. rasa kram di perut Nadira perlahan menghilang.


"perut nya masih kram sayang?"


"nggak mas."


"sayang baik-baik di dalam perut bunda ya, kasihan bunda sayang."ucap Eza sembari mendekat kan mulut nya di perut Nadira


"ayo sayang tidur di kasur aja ya."


"iya mas."


*****


namun saat Eza dan Nadira mau tidur tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar.


tok...tok...tok


Nadira pun membukakan pintu.


"mbak."panggil vino


"hmm, kenapa Vin?"


"siapa?"


"mbak putri pacar nya Abang."


"hah, kok dia kesini?"


"iya tadi Abang jemput."


"iya nanti mbak ke depan."


tak lama kemudian Nadira dan Eza pun pergi ke depan.


"siapa ma?"tanya Nadira pura-pura tidak tau


"oh ini nak, nama nya putri."


"mbak."sapa putri


"iya, darimana put?"


"tadi habis dari butik mbak."


"oh iya."jawab nadira sembari tersenyum


"kamu udah semester berapa?"


"semester akhir mbak."


"hmm iya, semangat terus kuliah nya ya."


Nadira memandang Viko dengan tatapan yang sulit di artikan, bukan Nadira tak suka dengan putri namun ia kesal dengan Viko yang sudah membohongi nya.


"udah makan belum? kalau belum makan aja dulu."


"sudah mbak."


"udah berapa lama kenal sama Viko?"


"udah satu tahunan mbak."

__ADS_1


"mampus."batin Viko


"oh udah satu tahun, udah cukup lama ya."ucap nadira sembari memandang Viko dengan tatapan mematikan


"iya mbak."


"berani-beraninya anak ini membohongi aku."batin nadira sembari menatap Viko


"oh ya Ra, putri akan nginap disini biar besok nggak susah lagi buat jemput nya."


"oh ya ma, nggak apa-apa. ya udah Nadira ke kamar dulu ya, Nadira udah ngantuk."


"mbak ke kamar dulu ya put."


Nadira dan Eza pun kembali ke kamar, saat di dalam kamar Nadira menangis.


"lho sayang kok nangis, kenapa?"


"kenapa sih Viko harus bohongin aku mas."


"bohongin apa sayang?"


"dia udah janji sama aku kalau dia nggak akan pacaran tapi dia udah bohongin aku bahkan udah satu tahunan mereka kenal."


"udah sayang, Viko itu udah dewasa memang udah wajar kalau dia cari pasangan."


"iya mas tapi kenapa harus bohongi aku."


"mungkin dia nggak mau bohongin kamu karena dia takut sama kamu maka nya dia sembunyikan."


"udah ya sayang, nggak apa-apa biarin aja selagi dia masih bisa menjaga batasan nya biarkan saja, Viko udah dewasa."


"iya mas."


"udah ya, nggak boleh marah-marah ya sayang. aku nggak mau kamu dan anak kita kenapa-kenapa."ucap Eza sembari menatap Nadira dengan penuh perhatian


tok...tok...tok..


Eza pun berdiri untuk membuka pintu.


"mbak."panggil Viko


"hmm, ada apa vik?"tanya Nadira sembari tersenyum getir


"maafin Viko ya mbak, Viko nggak ada maksud buat bohongi mbak."


"iya nggak apa-apa lagian kamu juga udah dewasa, tau lah mana yang baik dan buruk nya."


"tapi mbak, mbak jangan jauhi Viko ya, Viko nggak apa-apa kehilangan dia dari pada Viko nggak dengar suara mbak."


"hmm, udah nggak apa-apa nggak usah dipikirin, lagian seperti nya putri anak nya baik. mbak cuma pesan jaga diri jangan sampai kamu terjerumus pada jalan yang bisa buat mama dan papa malu itu aja."


"iya mbak, mbak nggak marah lagi kan?"


"nggak kok, ngapain mbak harus marah, udah ya sekarang kamu istirahat aja, mbak juga mau istirahat."


"baik mbak, peluk boleh mbak?"


"tanya Abang mu."


"boleh kan bang?"


"iya."


"maafin Viko ya mbak."


"iya, udah mbak maafin, kamu tidur ya besok kesiangan lagi."


"siap mbak, permisi bang."


"iya tidur sana udah gede cengeng juga ternyata."ejek Eza


"seperti abang nggak aja, kalau sama-sama bucin sama mbak itu bilang bang, Abang nggak mau kan kalau aku bucin sama mbak?"


"nggak mau lah dia istri aku kok."


"sudah sudah ribut terus dech, udah tidur sana vik."


"iya mbak, good night mbak."


"night too."


Viko pun kembali ke kamar nya sementara Nadira dan Eza juga langsung tidur.

__ADS_1


*****


__ADS_2