
satu Minggu kemudian, tiba lah waktu nya untuk acara baby shower, Nadira merasa sangat senang. dalam acara ini Nadira memakai gamis berwarna lavender dengan jilbab yang senada, Nadira terlihat begitu sangat cantik.
"masya Allah bumil ku ini cantik sekali."ucap Eza yang henti-hentinya memandang istri nya itu
"hmm, kamu mah hari ini udah berapa kali memuji aku."
"heheh, tapi kamu memang cantik sayang."
"iya kan aku perempuan, kalau ganteng itu kamu. hahaha."
"hmm, ya udah kita ke bawah yuk semua orang udah nungguin kita."
"iya mas."
Nadira dan Eza pun pergi ke taman belakang, karena acara baby shower nya akan segera di mulai.
"eh Masya Allah cantik sekali bumil nya."puji Rani
"hmm, bisa aja mbak. hei arsha."ucap Nadira sembari mencium pipi gembul arsha
terlihat orang-orang begitu antusias dan senang dengan acara tersebut, Nadira memang hanya mengundang beberapa orang terdekat nya saja.
Santi dan Viko pun tersenyum melihat Nadira. kemudian Nadira dan Eza berjalan menuju viko dan Santi.
"udah cocok."bisik Nadira pada Santi
Viko terdiam lalu ia pun tersenyum.
tak lama kemudian acara pun di mulai, hingga sampai pada acara dimana Nadira harus menarik sesuatu yang ada di atas kue tersebut. perasaan gugup dan senang bercampur aduk.
"oke kita hitung sama-sama, 1 2 3. silakan ditarik."
semua orang berteriak ternyata jenis kelamin nya cowok dan cewek. Nadira langsung memeluk suami nya itu. semua orang bertepuk tangan dengan riang.
"selamat ya mbak."teriak mereka
setelah selesai, mereka pun makan bersama sembari bercerita. terlihat Santi dan Viko sedang duduk bersama teman-teman nya.
"cocok banget ya kakak mu vik?"
"hehehe iya."
"kalian juga cocok kok."
uhuk...uhuk
"hahaha santai vik."
sementara nadira dan Eza sedang berkumpul dengan teman-teman nya. segala doa dan ucapan diberikan untuk Nadira.
tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore, acara pun telah selesai dan para tamu pun sudah pulang. Nadira merasa sangat bahagia walaupun sebenarnya ia capek.
"istirahat aja dulu nak."ucap Alya
"iya ma."jawab Nadira sembari pergi ke kamar nya
__ADS_1
Eza masih berada di taman untuk bantu beres-beres disana. setelah di kamar Nadira membersihkan tubuh nya terlebih dahulu sebelum ia beristirahat.
ceklek
suara pintu terbuka ternyata itu Eza, tak lama kemudian Nadira pun keluar dari kamar mandi.
"sudah selesai sayang?"
"sudah mas."
"capek ya?"
"hehehe nggak kok cuma pegel aja badan nya."
"hmm, aku mandi dulu ya nanti aku urut pake minyak kayu putih ya sayang."
"nggak usah mas, kamu kan juga capek."
"nggak kok sayang, aku mandi dulu ya."
"ya udah dech terserah kamu aja."jawab Nadira sembari mengaitkan handuk
Eza pun masuk ke kamar mandi sementara Nadira selonjoran di sofa. kaki nya terasa ingin copot Sakin pegel nya.
tak lama kemudian Eza pun selesai mandi, setelah ganti baju Eza duduk di dekat kaki Nadira.
"sini sayang biar aku urut, astaghfirullahaladzim kaki kamu sampe bengkak kayak gini sayang, ya Allah."ucap Eza panik karena kaki Nadira memang sudah bengkak
"nggak apa-apa mas, ini biasa terjadi sama ibu hamil."
setelah beberapa menit Eza pun kembali sembari membawa mangkok yang berisi air hangat serta handuk kecil.
"biar aku aja mas."
"no, kamu diam aja disitu biar aku yang kompres kaki nya."
"hmm, ya udah dech."jawab Nadira pasrah
Eza mengompres kaki Nadira dengan penuh kelembutan, di hati nya ada rasa tak tega melihat keadaan Nadira, namun apa lah daya Eza tak punya kuasa apapun untuk menggantikan istri nya. setelah mengompres kaki Nadira, terdengar suara adzan Maghrib.
"sayang mau sholat?"
"iya mas."
"kuat nggak jalan nya, aku bantu ya. nanti sholat nya duduk aja ya sayang."
"hmm, iya mas."
Eza pun membantu Nadira untuk mengambil wudhu, setelah selesai nadira berpegang pada sisi lemari lalu duduk di sebuah kursi yang memang sudah Eza siap kan. sementara Eza mengambil wudhu. kemudian mereka pun melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.
selepas sholat Nadira mencium tangan Eza, kemudian Eza mencium kening Nadira lalu beralih ke perut Nadira. Eza mengelus perut Nadira dengan penuh kelembutan.
"assalamu'alaikum anak ayah sama bunda, kalian lagi ngapain di dalam nak, baru selesai sholat ya?"ucap Eza yang membuat Nadira tersenyum
"hahaha iya ayah, kan ayah sama bunda baru selesai sholat."
"hehehe, sehat-sehat ya nak, ayah sama bunda udah nggak sabar lagi buat ketemu sama kalian."ucap Eza lalu mencium perut Nadira
__ADS_1
tok...tok..tok
"permisi non, Aden. bapak sama ibu sudah menunggu di meja makan."
"oh iya mbok, sebentar lagi kami turun ke bawah."
"baik den."
"kita makan dulu ya sayang,.kuat kan jalan nya."
"iya mas,. Alhamdulillah udah nggak terlalu sakit lagi kok."
"syukurlah, pelan-pelan aja jalan nya ya sayang."
Eza dan Nadira pun turun ke bawah untuk makan malam bersama pak Ahmad dan Bu Alya serta kedua adik nya.
"masih sakit kaki nya nak?"
"nggak kok ma, udah mendingan."
"nanti habis makan langsung istirahat aja ya."
"baik pa."
setelah selesai makan Nadira langsung kembali ke kamar nya. Nadira di temani oleh Bu Alya.
"istirahat aja nak biar mama temani."
"iya ma, mama kapan pulang ke Semarang?"
"mungkin besok nak, karena kan kasihan adek mu, disana kan dia nggak ada teman nanti pas acara pengajian sama acara siraman mama sama papa kesini lagi."
"oh gitu, hmm iya ma. nanti kalau Nadira lahiran mama harus temani Nadira ya."
"iya sayang ins syaa Allah, kamu mau lahiran normal atau operasi Caesar nak?"
"Nadira mau nya normal ma, tapi kata mas Eza lihat dulu kondisi nya karena kan bayi nya kembar, kalau lahiran normal resiko nya lebih besar."
"iya nak, kamu turut aja mana baik nya. karena kan Eza juga dokter jadi dia lebih tau gimana baik nya."
"iya ma."
"udah istirahat ya."
"Nadira tunggu isya aja dulu ma."
"ya udah, mama temani ya."
"terima kasih ya mama, terima kasih karena selalu ada untuk Nadira. sehat-sehat ya ma."ucap Nadira sembari memeluk Bu Alya
sementara Bu Alya hanya tersenyum dan membalas pelukan nadira, Bu Alya tau sedewasa apapun Nadira bahkan Nadira sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, namun bagi Bu Alya, Nadira tetap lah menjadi putri kecil bagi nya dan pak Ahmad.
suara adzan isya sudah berkumandang, Nadira segera mengambil wudhu. setelah itu Nadira langsung melaksanakan sholat isya.
selepas sholat isya Nadira kembali membaringkan tubuhnya dengan di temani Bu Alya, Nadira memejamkan mata nya, tak lama kemudian Nadira pun terlelap, Bu Alya yang melihat Nadira sudah terlelap ia melepaskan pelukannya tak lupa ia mencium kening Nadira kemudian Bu Alya pun keluar dari kamar.
****
__ADS_1