PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 48. Rumah Baru


__ADS_3

ke esokan hari nya Eza sudah berada di bandara untuk menjemput nadira.


"mas."panggil Nadira sambil berlari kecil ke arah eza


"sayang."ucap Eza sembari mencium kening Nadira


"ayo sayang."ucap Eza sambil menggenggam tangan Nadira


mereka pun meninggalkan bandara menuju rumah baru mereka. namun Nadira merasa bingung dengan jalan yang mereka lalui.


"mas, kok kita jalan ini."tanya Nadira bingung


"nggak apa-apa sayang."


setelah beberapa lama diperjalanan, mereka sampai di sebuah rumah minimalis.


"mas ini rumah siapa?"tanya Nadira


""rumah kita sayang."


"hah, rumah kita?"


"iya sayang kita pindah rumah."


"terus rumah lama gimana?"


"itu punya Anita."jawab eza datar


"jadi benar kalau itu rumah nya mas?"


"iya sayang, sebenarnya itu rumah aku cuma ya karena dulu pernah dia bantuin aku ya udah aku berikan aja daripada dia terus ganggu kita."jelas Eza


"udah ayo masuk, mbok udah nunggu kamu di dalam sayang."


"iya mas."


mereka pun berjalan menuju pintu rumah.


"assalamu'alaikum."ucap nadira


"non."panggil mbok Atun senang


"Masya Allah non, non apa kabar?"


"Alhamdulillah aku baik mbok, mbok apa kabar?"


"mbok juga baik non, ayo non."


"Masya Allah ini rumah baru kita mbok?"


"iya non, tau nggak non kemarin pas pindahan Aden sampe turun tangan."


"oh ya, kenapa nggak kasih tau aku mbok."


"hahaha yang ada kami dimarahi Aden non."bisik mbok Atun sembari tertawa kecil


"ehem."ucap Eza


"hehehe, maaf den."


"ya udah mbok aku ke kamar dulu ya, kaki nya pegel semua."


"iya non, mau mbok buatin minuman mbok?"


"hmm nanti aja mbok."


"baik non"


Nadira masuk ke kamar nya, Nadira terpukau dengan dekorasi kamar nya itu.

__ADS_1



"gimana suka nggak sayang?"


"suka mas, makasih ya."ucap Nadira sambil memeluk Eza


"sama-sama. ayo masuk. oh ya disamping kamar kita ada satu kamar lagi itu buat anak kita nanti sayang kalau masalah dekorasi nya terserah bunda nya aja."


"terima kasih ya mas."


"sama-sama sayang."


Nadira benar-benar bahagia, Nadira tak henti-hentinya tersenyum dan bersyukur.


"hmm ya Allah ternyata memang benar kata orang seorang wanita akan menjadi ratu di tangan laki-laki yang tepat."gumam Nadira sembari tersenyum


*****


tiga bulan kemudian, Nadira pergi ke rumah sakit untuk mengecek kehamilan nya, tak terasa usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke enam. Nadira bersyukur karena beberapa bulan kehamilan nya ini, ia tidak merasakan sakit di perut nya lagi seperti sebelumnya. maka dari itu Nadira memutuskan untuk melakukan USG di rumah sakit dimana Eza Bekerja.


"selamat pagi mbak."sapa suster


"pagi, dokter Eza nya ada?"


"hehe ada mbak, dokter nya lagi ruangannya."jawab Suster


"terima kasih."ucap Nadira sembari berjalan menuju ruangan Eza


"Ra."panggil Rehan


"Han, hei apa kabar?"


"aku baik-baik aja, gimana keadaan kamu? kok nggak pernah check up lagi?"tanya Rehan


"kemarin aku udah check up Han dan Alhamdulillah kata dokter tumor yang ada dalam rahim ku sudah mengecil dan ins syaa Allah itu nggak apa-apa."


"syukurlah kalau begitu Ra, kesini mau ngapain?"


"ada di rumah, ins syaa Allah Minggu ini dia akan lahiran tapi ya mungkin operasi Caesar Ra karena kemarin terakhir di USG baby nya besar jadi disarankan untuk operasi aja."


"Masya Allah ia Han ambil jalan yang terbaik aja, semoga lancar ya."


"aamiin, kamu juga Ra biar kita besanan nanti."ucap Rehan terkekeh


"hahaha aamiin, anak kita juga belum lahir Han."


"hehehe, ya udah kamu masuk aja. aku mau ke ruang UGD dulu."


"iya han, terima kasih banyak ya."


"sama-sama Ra, kapan-kapan main ke rumah ya Rani sering nanyain kamu."


"iya han ins syaa Allah."


Rehan pun pergi ke ruang UGD sementara Nadira masuk ke dalam ruangan Eza.


tok...tok...tok


"iya mbak ada yang bisa saya bantu."ucap Eza tiba-tiba


"iya dok saya mau USG."jawab Nadira terkekeh


"hahaha, sayang. sini duduk."ucap Eza manja


"tunggu sebentar ya sayang dokter Nina nya belum datang."


"iya mas."


"duduk sini dulu ya aku mau ambil berkas pasien di depan."

__ADS_1


"iya mas, pinjam hp dong."


"ambil aja itu di atas meja."ucap Eza sembari keluar ruangan


setelah menunggu beberapa menit akhir nya dokter Nina sudah datang, Eza kembali ke ruangan nya untuk mengajak Nadira.


"sayang, ayo. dokter Nina nya udah datang."


"iya mas."


"hati-hati ya sayang."


kedua nya pun masuk ke ruangan dokter Nina. dokter Nina adalah seorang dokter kandungan di rumah sakit tersebut.


"selamat siang mbak Nadira."sapa dokter Nina


"siang dok."jawab Nadira sembari tersenyum


"kita langsung aja ya mbak, ayo baring sini mbak."ucap dokter Nina sembari menepuk brankar


Nadira pun membaringkan tubuhnya, kemudian dokter Nina menaikkan sedikit baju Nadira.


"maaf ya mbak."ucap dokter Nina sembari meletakkan gel di perut buncit Nadira


terlihat di monitor, dua baby itu semakin terlihat. Nadira meneteskan air mata nya.



"Masya Allah baby nya aktif banget, dan sehat juga."ucap dokter nina


"selamat ya mbak, dokter Eza. di monitor semakin jelas kalau baby nya twins. baby nya cowok sama cewek."ucap dokter Nina senang


"Alhamdulillah terima kasih dok."ucap Eza terharu


"aduh dokter Eza nangis, saya juga ikut nangis nih."ucap dokter Nina yang sudah meneteskan air mata juga


"dok, apa saya bisa untuk lahiran normal?"tanya Nadira


"kalau melihat dari monitor, ins syaa Allah mbak Nadira bisa lahiran normal tapi untuk memastikan nya kita lihat di kehamilan yang ke sembilan ya mbak, karena mengingat baby nya twins."jelas dokter Nina


"baik dok, terima kasih banyak."


"sama-sama mbak."


setelah dari ruangan dokter Nina, Eza dan Nadira kembali ke ruangan nya.


"sayang kata nya mau ngadain acara baby shower?"


"nggak jadi mas, lagipula kita udah tau jenis kelamin anak kita. hahaha. kita pengajian aja itu lebih penting."


"hmm, ya udah sayang terserah kamu aja, yang penting kamu sehat anak kita juga sehat."ucap Eza


"semoga nanti aku bisa lahiran normal ya mas."


"tapi sayang itu sangat beresiko, apalagi baby nya kembar."


"ins syaa Allah nggak kok mas, aku akan baik-baik aja."


"aamiin tapi kita lihat aja nanti ya sayang gimana baik nya."


"iya mas, oh ya aku tadi bawain kamu brownies tadi mbok yang buat"ucap Nadira sembari mengambil kotak kue


"sayang nggak mau?"


"nggak mas."


"pulang nya sekalian sama aku aja ya sayang, sebentar lagi kita pulang."


"oke mas."jawab Nadira

__ADS_1


****


__ADS_2