PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 11. Pernikahan Rehan & Rani


__ADS_3

Dua minggu kemudian tiba lah hari pernikahan Rehan dan Rani, gedung itu terlihat layak nya sebuah istana bunga. para tamu undangan sudah berdatangan. Nadira yang sudah datang beberapa menit yang lalu sedang duduk di sebuah kursi di depan pelaminan sembari memainkan ponsel nya. tak lama kemudian MC sudah membuka acara akad dan kemudian ia memanggil mempelai perempuan. Rani terlihat begitu cantik dengan balutan kebaya khas kota tersebut, Dengan langkah pelan dan anggun ia berjalan menuju Rehan.


"Masya Allah."itulah yang keluar dari mulut Nadira


setelah Rani duduk di belakang Rehan, acara akad pun dimulai. hanya beberapa menit terdengar lah kata sah, tangis haru pun pecah dalam gedung itu begitu juga dengan Nadira tanpa ia sadari ia juga ikut meneteskan air mata nya.


acara demi acara sudah dilaksanakan hingga sampai lah pada acara resepsi semua bahagia menikmati acara tersebut. Nadira masih duduk di tempat nya.


di pelaminan Rehan memanggil Eza yang ternyata dari tadi duduk di belakang Nadira yang tidak terlalu jauh.


"kenapa?"tanya Eza sambil naik ke pelaminan


"itu lho teman ku za, kamu deketin tuh."ucap Rehan sembari menunjuk ke arah Nadira


"hmm aku kira apa."ucap Eza sewot


"udah sana ajak kenalan kek."tambah Rani


Eza pun turun dari pelaminan kemudian ia mendekati Nadira. betapa terkejut nya Eza ketika ia tau itu adalah wanita yang sudah mengisi hati nya sejak beberapa bulan yang lalu.


"Nadira."ucap Eza


"Iya, eh mas Eza". Ucap Nadira terkejut


"disini juga mas, silahkan duduk mas."ucap Nadira ramah


"iya, terima kasih. oh ya mereka itu sahabat aku, kamu sendiri?"tanya Eza


"oh aku teman nya Rehan waktu SMP kemarin."jawab Nadira


"oh gitu nggak nyangka ya ketemu lagi."ucap Eza sembari tersenyum


"iya mas." Jawab Nadira sembari tertawa kecil


Rehan yang melihat kedekatan Eza dan Nadira merasa bingung.


saat mereka sedang asik ngobrol tiba-tiba Rehan memanggil kedua nya. Nadira dan Eza pun naik ke atas pelaminan.


"kalian udah saling kenal?"tanya Rehan bingung


"iya han."jawab eza


"oooh, jangan-jangan teman aku ini yang udah ngisi hati kamu za."ucap Rehan tiba-tiba


betapa terkejut nya Nadira dan Eza


"apa-apaan sih Han ngaco kamu. maaf ya nad."ucap Eza yang merasa nggak enak dengan Nadira


"iya nggak apa-apa kok mas."ucap Nadira sembari tersenyum


"hahaha biasa aja kali ya kan sayang."ucap Rehan dengan Rani


Nadira dan Eza sama-sama salah tingkah membuat Rehan dan Rani semakin tertawa melihat kedua nya.


mata Eza melotot ke arah Rehan. bukan nya diam malah Rehan semakin jadi.


"selamat ya mbak Rani."ucap Nadira  memecahkan tawa Rehan


"terima kasih ya."ucap Rani sembari tersenyum

__ADS_1


"foto dulu nad."ucap Rehan


Nadira pun mengangguk.


setelah selesai Nadira langsung berpamitan untuk pulang. kemudian Nadira pun pergi menuju mobil nya. di belakang Eza juga mengikuti Nadira.


"Nadira, tunggu."panggil Eza


Nadira menghentikan langkahnya.


"iya mas, ada apa?"tanya Nadira


"maafin sikap nya Rehan ya."ucap Eza


"oh iya nggak apa-apa kok mas, lagipula saya tau kok rehan itu memang suka bercanda."jawab Nadira sembari tersenyum


"terima kasih, kamu mau pulang?"tanya Eza


"iya mas, aku duluan ya.permisi assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam hati-hati ya."ucap Eza


Lagi-lagi Nadira terkejut, dia pun mengangguk dan tersenyum pada Eza


***


Di tempat lain Mira dan Rangga sedang berada di sebuah butik tak lain adalah butik milik Nadira. mereka ingin membeli seragam untuk acara pengajian. pernikahan mereka tinggal satu Minggu lagi. persiapan demi persiapan sudah dilakukan.


"tunggu sebentar ya mbak, mbak Nadira nya sedang menuju kesini."ucap ayu


*flashback on


bunyi ponsel Nadira.


"hallo, Assalamu'alaikum mbak."ucap ayu


"wa'alaikumussalam kenapa ay?"tanya Nadira


"mbak bisa ke butik sekarang? soal nya ada customer yang mau ketemu sama mbak."ucap ayu


"hmm, oke mbak kesana sekarang ya."jawab Nadira


"Baik mbak."


sambungan telepon pun terputus.


*flashback off


setelah menunggu beberapa lama mobil Nadira sudah terparkir di depan butik.


saat nadira membuka pintu betapa terkejut nya ketika ia melihat rangga dan Mira sedang duduk di sofa. Nadira mencoba untuk bersikap biasa saja.


"hei mir ternyata kamu aku kira siapa tadi."ucap Nadira membuka pembicaraan


"hehe iya nad, oh ya nad. ini calon suami aku nama nya mas Rangga."ucap Mira


"oh iya, hallo! mas Rangga saya Nadira sahabat nya Mira."jawab Nadira dengan tatapan yang sulit diartikan


"ya udah ayo mir kita langsung ke dalam aja."ucap Nadira

__ADS_1


"iya nad, eh kamu darimana?"tanya Mira


"tadi aku ke kondangan mir."jawab Nadira


setelah cukup lama akhirnya Mira memilih baju berwarna lavender. saat mereka ingin pulang tiba-tiba Rangga dapat telpon dari pesantren.


"mir aku minta maaf kamu bisa pulang sendiri dulu soal nya aku harus ke pesantren sekarang."ucap Rangga


"hmm iya, nggak apa-apa mas, nanti aku naik taxi aja."ucap Mira


Rangga pun pergi meninggalkan kedua nya tak lama kemudian Mira pun pergi meninggalkan Nadira.


hari sudah semakin siang Nadira masih berada di butik. tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu butik.


"permisi."ucap Rangga


"iya mas, ada yang ketinggalan."tanya ayu


"Nadira nya ada?"tanya Rangga


"ada,.mbak nya lagi di dalam, sebentar saya panggilkan."ucap ayu


tak lama kemudian Nadira pun pergi menemui orang yang menunggu nya, Nadira sangat terkejut ketika di hadapan nya berdiri seorang laki-laki yang selama ini ia tunggu.


"ada apa lagi ga."tanya Nadira langsung


"bisa kita berbicara sebentar."tanya Rangga ragu


"hmmm, oke ke depan aja."jawab Nadira datar


mereka pun pergi ke luar butik.


"mau bicara apa? katakan saja."ucap Nadira


"Sebelum nya aku mau minta maaf sama kamu nad."ucap Rangga


"untuk?."ucap Nadira datar


"untuk semua nya nad."ucap Rangga


"tidak ada yang perlu di maafkan, lagipula tidak ada yang salah disini. jadi nggak usah khawatir, nggak apa-apa. ins syaa Allah aku sudah ikhlas bukan kah kita memang tidak ada hubungan apa-apa, bukan? kita cuma sama-sama mempunyai niat baik, mungkin bagi Allah kita tidak pantas untuk saling memiliki."jelas Nadira


"Nad, aku tau kamu pasti kecewa sama aku. aku tidak ingin kamu membenci ku."ucap Rangga


"aku tidak pernah membenci mu ga, nggak sama sekali. Tapi kalau kamu tanya aku kecewa apa tidak? pasti aku kecewa, bertahun-tahun aku nungguin kamu, tapi aku bisa apa? apakah harus aku paksa kamu? nggak kan?. hidup kita itu udah ada yang ngatur. sebentar lagi kamu akan menjadi suami dari sahabat aku, jadi jangan pernah untuk menyakiti nya."ucap Nadira


"Nad, aku minta maaf. aku janji aku tidak akan menyakiti Mira."ucap Rangga


"oke, kalau nggak ada lagi yang mau dibicarakan, silahkan kamu pergi dari sini. kita sudah selesai tak ada lagi yang perlu kita bahas."ucap Nadira sembari tersenyum getir


Nadira pun masuk kembali ke dalam butik, hati nya begitu terasa sesak dengan semua kekecewaan nya.


"mbak kenapa?"tanya ayu heran


"nggak apa-apa ay."jawab Nadira sembari tersenyum


Rangga pun meninggalkan butik dengan perasaan yang begitu sulit diartikan.


***

__ADS_1


__ADS_2