
setelah beberapa Minggu mbok Atun di kampung sekarang ia sudah kembali ke rumah Eza dan Nadira. dengan adanya mbok Atun Eza lebih tenang ketika harus meninggalkan Nadira di rumah. akibat kejadian beberapa Minggu yang lalu membuat Eza sedikit khawatir saat meninggalkan Nadira di rumah.
pagi ini Eza harus pergi lagi ke luar kota, Eza sudah dibilang dokter kepercayaan di rumah sakit tersebut. kepintaran dan kesabaran yang Eza miliki membuat ia begitu di hormati dan hargai tak jarang dokter-dokter yang senior meminta Eza untuk menghadiri acara-acara besar untuk kemajuan rumah sakit tempat Eza mengabdi.
"sayang."
"iya mas."
"selama aku pergi kamu baik-baik di rumah ya, terus kalau mau pergi minta temani sama mbok ya dan jangan lupa izin sama aku."
"iya mas, mas aku boleh tanya sesuatu?"
"apa sayang?"
"apa benar Tante Rita lagi di rawat di rumah sakit?"
"hmm, kamu tau dari mana?"
"Santi."
"iya Tante Rita lagi di rawat di rumah sakit, dia terkena kanker rahim stadium akhir sekarang lagi menjalani kemoterapi."
"kenapa mas nggak cerita sama aku?"
"hmmm, belum aja sih."jawab eza datar
"mas, kalau aku jenguk Tante Rita, boleh?"
"hmm, silahkan saja sayang nggak apa-apa tapi harus ditemani mbok."
"iya mas."
"ya udah kita sarapan dulu yuk, sebentar lagi aku akan berangkat."
"iya mas."
mereka pun turun ke lantai bawah menuju meja makan. mbok Atun sudah menyiapkan sarapan untuk kedua majikan nya itu.
"selamat pagi non, Aden."
"pagi mbok, gimana keadaan Sifa?"tanya Nadira
"Alhamdulillah sudah sehat non. non, Aden terima kasih ya untuk uang kemarin mbok nggak bisa balas apa-apa, mbok cuma punya tenaga untuk bekerja."
"udah mbok nggak usah dipikirkan, uang itu kemarin kami berikan untuk Sifa." ucap Eza
"terimakasih ya non, Aden. mbok sangat bersyukur bisa bertemu dan bekerja dengan non dan Aden. sehat selalu ya non, den kalian orang baik."
"Aamiin, terima kasih doa nya ya mbok. semoga segala doa baik yang mbok panjatkan juga kembali kepada mbok."ucap Nadira
"udah ayo sarapan dulu."ucap Eza
mereka pun sarapan, kemudian setelah selesai sarapan Eza langsung berpamitan dengan Nadira. ia akan pergi beberapa hari ke depan.
"sayang aku pergi dulu ya, mbok tolong jagain istri aku ya."ucap Eza
"siap den."jawab mbok Atun
Eza pun berangkat dengan di antar oleh mang Karyo ke bandara.
__ADS_1
"mbok nanti temani saya ke rumah sakit ya."ucap Nadira
"baik non."
Nadira pun kembali ke kamar nya untuk bersiap-siap ke rumah sakit. namun saat ia ingin masuk ke kamar mandi tiba-tiba Nadira merasa mual hingga ia berlari ke wastafel.
Nadira memuntahkan semua yang ada dalam perut nya.
"ya Allah kok mual gini ya."batin Nadira sembari mengelap mulutnya dengan tisu
"apa aku hamil ya, semoga saja."ucap nadira
"oh ya aku kan udah telat dua Minggu."ucap Nadira lagi
Nadira pun mengambil testpack yang ada di dalam lemari nya. Nadira pun mencelupkan testpack itu pada urine yang sudah ditampung nya.
Nadira duduk di closet untuk menunggu hasil nya sementara hati nya tak henti-hentinya berdoa.
setelah menunggu beberapa menit menunggu, Nadira memperhatikan testpack itu dengan teliti dan benar saja hasil nya positif.
Nadira menutup mulut nya kemudian ia keluar dari kamar mandi.
"ya Allah hamba nggak mimpi kan. Alhamdulillah ya Robb engkau percaya kan lagi hamba untuk bisa mengandung."ucap Nadira sembari tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.
"non."panggil mbok Atun yang tiba-tiba masuk
"iya mbok."
"non kenapa?"
"aku hamil mbok.'
"terima kasih mbok, doain ya. nanti kita cek lagi ke rumah sakit."
"iya non. Alhamdulillah ya Allah."
Nadira pun tersenyum pada mbok Atun. setelah siap-siap mereka pun pergi ke rumah sakit sebelum Nadira ke ruangan dokter kandungan terlebih dahulu.
"selamat pagi mbak, silahkan kita langsung aja ya."ucap dokter Nia
"baik dok." jawab Nadira
kali ini Nadira ditangani oleh dokter nia. Nadira pun membaringkan tubuhnya di atas brankar, kemudian dokter Nia meletakkan gel di atas perut Nadira. terlihat di monitor ada dua bulatan kecil di rahim Nadira.
dokter Nia tersenyum pada Nadira.
"selamat ya mbak, kandungan nya sehat dan usia kandungan nya sudah memasuki Minggu ke empat dan seperti nya mbak akan melahirkan dua bayi sekaligus."ucap dokter Nia sembari tersenyum
"maksud dokter bayi saya kembar dok?"
"iya mbak."
"hah, Alhamdulillah ya Allah."ucap Nadira dan mbok Atun dengan mata berkaca-kaca
"Harus banyak-banyak istirahat ya mbak karena hamil bayi kembar ini lebih banyak resiko nya."jelas dokter Nia
"baik dok."jawab Nadira sembari tersenyum
__ADS_1
setelah dari ruangan dokter, Nadira pergi ke ruangan Tante Rita. terlihat Tante Rita begitu lemah dengan wajah yang sangat pucat.
"assalamu'alaikum."
"wa'alaikumussalam, mbak."ucap Nadira
"san, gimana keadaan Tante?"
"begitu lah mbak, dokter baru saja selesai memeriksa mama."
"Santi yang sabar ya, mama pasti sembuh."
"iya mbak."
"Tante."panggil Nadira lembut
Tante Rita pun membuka mata nya, air mata nya mengalir begitu saja ketika ia melihat Nadira disampingnya.
"Nadira."Panggil nya lirih
"iya Tante ini Nadira. gimana keadaan Tante?"
"Nadira maafin Tante ya. Tante sudah berdosa sama kamu hingga Allah membalas perbuatan Tante dengan sakit ini."
"Tante nggak boleh ngomong seperti itu, Tante pasti sembuh."
"Ra kalau Tante nggak sembuh dan Tante harus pergi tolong maafkan Tante ya."
"astaghfirullahaladzim Tante nggak boleh ngomong begitu Tan."
"iya ma, mama nggak boleh ninggalin Santi. mama harus sembuh."ucap Santi sedih
"iya nak."
Nadira pun menyuapi Tante Rita. ada rasa kasihan di hati Nadira.
"Tante habisin makanan nya ya."
Tante Rita pun mengangguk.
setelah selesai menyuapi Tante Rita, Nadira pamit untuk pulang karena ia harus beristirahat.
"Tante, Nadira pulang dulu ya, nanti Nadira kesini lagi. san jagain mama ya. mbak pulang dulu."
"iya mbak."
Nadira dan mbok Atun pun keluar dari ruangan Tante Rita, Nadira disapa oleh para perawat dan nadira pun menjawab mereka dengan ramah. setelah itu Nadira pergi ke parkiran karena mang Karyo sudah menunggu disana.
"ayo mang."ucap Nadira
"baik non."
Nadira pun pulang ke rumah dengan senyum kebahagiaan dan bersyukur atas kehamilannya.
"non sudah kasih tau Aden?"
"belum mbok, beberapa hari lagi kan mas Eza ulang tahun aku mau kasih dia surprise."jawab Nadira senang
"Masya Allah pasti Aden bahagia sekali."jawab mbok Atun
__ADS_1
"Aamiin mbok."
*****