
di rumah, Eza sedang duduk di ruang tamu ditemani mama nya yang sudah pulang beberapa hari yang lalu.
"ma, Eza mau ngomong."ucap Eza tiba-tiba
"mau ngomong apa za? kok serius banget."tanya Bu Irma bingung
"hmm, Eza udah ada calon ma."ucap Eza tiba-tiba
"hah, serius? siapa nak?"tanya Bu Irma senang
"mama sabar ya, Eza sedang memperjuangkan dia, mama do'akan saja semoga dia adalah wanita yang Allah pilihkan untuk menjadi istri Eza."
"aamiin, mama mau ketemu sama dia, boleh?". tanya Bu Irma
"nanti ya ma, kasian dia kalau harus kita paksa."ucap Eza
"iya dech, nggak apa-apa."ucap Bu Irma sembari tersenyum
"ya udah kalau gitu, mama istirahat ya udah malem."ucap Eza
"iya za kamu juga istirahat ya."
"iya ma, good night ma."
"night too honey."
kedua nya pun masuk ke kamar masing-masing. namun saat Eza mau membaringkan tubuhnya tiba-tiba ada panggilan masuk. di layar terdapat nama Rehan.
"tumben nih anak telpon malam-malam gini."gumam Eza
"hallo kenapa Han?"
"za, kamu bisa ke rumah sakit sekarang?"
"ada apa Han?"
"ada pasien gawat darurat yang harus operasi malam ini juga za."
"oke aku kesana sekarang."
tanpa pikir panjang Eza mengambil kunci mobil nya dan menuju garasi. karena panik Eza lupa pamit dengan mama nya. diperjalanan Eza memberitahu mamanya melalui sebuah pesan WhatsApp.
sesampainya di rumah sakit Eza langsung masuk ke dalam lift menuju lantai lima dimana Rehan sudah menunggu nya.
"Han gimana keadaan pasien nya."tanya Eza
"kita harus segera melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan nya za."
"dimana pasien nya?"
"sudah diruang operasi za."
"emang nya perempuan ini sakit apa Han?"tanya Eza di perjalanan ke ruang operasi
"kanker rahim."
"astaghfirullahaladzim, suami nya mana?"
"ada kok dia sudah menunggu di ruang operasi."
Rehan dan Eza mempercepat langkahnya menuju ruang operasi. terlihat seorang laki-laki sedang menangis di depan pintu ruang operasi. Eza yang melihat itu merasa kasihan dan tak terbayangkan jika ia harus diposisi itu.
"astaghfirullahaladzim."ucap Eza
"kenapa za?"
"nggak apa-apa han."
kedua nya pun langsung masuk ke ruang operasi.
setelah beberapa jam akhirnya operasi pun selesai. Eza keluar dari ruang operasi untuk menemui pihak keluarga.
"keluarga pasien."panggil Eza
__ADS_1
"saya suami nya, dok. bagaimana keadaan istri saya?"
"Alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar sebentar lagi ibu nya akan dipindahkan ke ruang rawat."
"baik dok."
"bapak yang sabar ya pak."ucap Eza
"terima kasih dok."
"kalau begitu saya permisi dulu."
Eza pun pergi ke ruangan nya kemudian tak lama di ikuti Rehan.
"aku ngerasa kasihan dengan suami nya za, aku nggak kebayang kalau aku di posisi itu."ucap Rehan
"kamu ngomong apa sih Han, nggak baik ngomong gitu."
"astaghfirullahaladzim."ucap Rehan
"kamu mau pulang Han?"
"seperti nya iya za soal nya Rani juga lagi nggak enak badan."
"ya udah kamu pulang aja sekarang biar aku jaga di sini."ucap Eza
"terima kasih za. aku pamit Assalamu'alaikum."
"wa'alaikumussalam."
setelah Rehan pergi, Eza membaringkan tubuh nya di atas sofa. baru memejamkan mata tiba-tiba ada suster yang memanggil nya.
"kenapa sus?"
"dok ada pasien anak kecil di UGD."
tanpa pikir panjang Eza langsung menuju ruang UGD. terlihat bocah sedang tidur di atas brankar dengan wajah pucat.
"adik nya sebelum nya makan apa Bu?"
"bubur dok."
Eza pun langsung memeriksa anak kecil itu.
"seperti nya adik nya keracunan Bu"
"astaghfirullahaladzim ya Allah, sekarang gimana keadaan anak saya dok."
"sabar ya Bu banyak-banyak berdoa kami akan berusaha sebaik mungkin ins syaa Allah adek nya cepat sadar."
"ibu sama bapak tunggu di luar dulu ya biar dokter melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi."ucap suster
keduanya pun menurut. Eza mulai melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan terhadap anak tersebut.
setelah cukup lama akhirnya anak itu sadar dan memutahkan segala isi yang ada di perut nya dan tidak sengaja mengenai baju Eza.
"maaf om."ucap anak itu lirih
"nggak apa-apa, kamu muntah kan aja. sus tolong panggil orang tua nya ya."
"baik dok."
kedua orang tua nya pun masuk kembali, mereka terkejut ketika baju Eza sudah kotor dengan muntah anak nya.
"astaghfirullahaladzim, maaf dok."
"nggak apa-apa ibu, nanti saya bisa ganti kok."
"sekali lagi maaf dok."
"iya nggak apa-apa kalau begitu saya permisi dulu ya pak buk. adek istirahat dulu ya"
Eza pun masuk ke ruangan nya kemudian ia mengganti baju nya dengan pakaian lain.
__ADS_1
tok...tok...tok
"permisi dok."
"iya sus, kenapa?"
"ini ada makanan dari ibu yang tadi dok."
"ya Allah, yang kamu ada nggak?"
"ada dok sudah saya ambil."
"ya udah terima kasih ya."
"sama-sama dok. permisi."
di ruang jaga para suster membicarakan Eza. bukan tanpa alasan Eza adalah salah satu dokter yang sangat mereka hargai dan mereka segani.
"eh, dokter Eza itu idaman banget ya udah baik, ramah Sholeh lagi."ucap salah satu di antara mereka
"iya bener banget tu, siapa ya perempuan yang akan beruntung dapetin dokter Eza."
"ntah lah semoga itu aku."
"hahahaha mimpi, dokter Eza yang Sholeh masa dapat yang sholehot."ucap mereka
mereka pun tertawa bersama, mereka selalu semangat jika Eza yang dinas walaupun mereka cuma sekedar bisa melihat dan mengagumi Eza.
malam semakin larut, rumah sakit sudah sepi. Eza yang dari tadi belum bisa tidur akhirnya ia memilih untuk keluar ruangan. Eza melihat para suster yang jaga belum ada yang tidur.
"lho kalian juga belum tidur."tanya Eza
"belum dok, tadi baru selesai ganti infus pasien."
"Masya Allah tetap semangat ya ini memang udah tanggung jawab kalian sebagai tenaga kesehatan.semoga kesabaran kalian di balas Allah ya."
"Aamiin dok."
"boleh saya gabung sama kalian?"tanya Eza
"tentu saja boleh dok."jawab mereka senang
"kemana yang lain?"
"itu dok"jawab kedua nya sembari menunjuk ke arah lantai
"astaghfirullahaladzim kasian banget."ucap Eza sambil tertawa
"permisi."ucap ibu pasien
"iya ibu, ada apa?"
"boleh minta air hangat sedikit sus, saya mau buatin anak saya susu."
"boleh Bu, sebentar ya."
"ini Bu."ucap suster Sinta sembari memberikan sebotol air hangat
"terima kasih."ucap ibu itu sembari tersenyum
"kalian tau nggak saya bersyukur banget bisa kerja di rumah sakit ini."
"kenapa dok?"
"secara perawat-perawat disini baik-baik semua, ramah lagi."
"ah dokter bisa aja."ucap mereka
"beneran lho."jawab eza
mereka pun tertawa bersama, malam itu mereka lewati dengan canda dan tawa.
***
__ADS_1