
ke esokan hari nya Eza pergi ke makam Bu Irma. terlihat gundukan tanah yang penuh dengan bunga.
"assalamu'alaikum mama."
"ma Eza minta maaf ya karena Eza belum bisa jadi anak yang baik untuk mama, hari ini Eza pamit pulang dulu ya ma. do'akan Eza dan Nadira disana ya ma semoga menantu dan calon cucu mama sehat dan selamat. maaf karena kemarin Eza mengingkari janji Eza sama mama. tenang lah disana ma semoga mama bisa bertemu dengan papa disana."ucap Eza sedih
Eza menaburkan bunga di atas makam Bu Irma, setelah itu Eza kembali ke rumah mama nya.
"mbok, hari ini saya akan pulang. rumah mama tolong mbok jaga dan mbok rawat ya."
"iya den."jawab sih mbok
"untuk gaji mbok saya akan transfer setiap bulan."
"terima kasih den."
Eza pun masuk ke kamar nya kemudian ia mengambil koper dan mengambil beberapa baju nya dalam lemari lalu memasukkan nya ke dalam koper. setelah selesai Eza langsung pergi ke depan karena taxi sudah menjemput nya.
tak lupa sebelum ia pulang ia pamit dengan Tante Mirna dan keluarga yang lain nya. tak lama kemudian Eza pun meninggalkan rumah mama nya.
****
di tempat lain Nadira sedang berada di rumah sakit, Rehan dan Rani selalu setia menemani Nadira untuk check up. Rehan terpaksa untuk membawa Nadira ke rumah sakit lain karena ia tidak ingin Eza tau.
"mbak rani, terima kasih ya mbak"
"terima kasih untuk apa Ra?"tanya Rani bingung
"terimakasih karena mbak udah mau menemani Nadira untuk check up."ucap Nadira
"sama-sama Ra, kamu harus semangat ya aku yakin kamu bisa melewati ini semua."
"mbak, nanti kalau misalnya aku memang harus pergi tolong jagain anak aku juga ya mbak."
"Ra kamu ngomong apa sih, nggak boleh lho ngomong kayak gitu. aku akan berusaha sebaik mungkin dan aku yakin kamu bisa sembuh."ucap Rehan
"iya Ra nggak baik ngomong kayak gitu."
"tapi Han kamu kan tau sendiri yang aku alami ini bukan penyakit biasa."
"iya Ra aku tau tapi bukankah Allah yang maha menyembuhkan, yang penting kita usaha dulu."
"iya han, terima kasih. tapi aku mohon ya jangan pernah kasih tau mas Eza tentang penyakit ku ini."
"aku nggak janji Ra."
"Han aku mohon, kalau kamu sampai bilang sama mas Eza aku nggak mau lagi menjalani pengobatan ini."ancam Nadira
"oke oke Ra aku akan rahasia kan ini."
"mbak Nadira."panggil suster
"iya sus. sebentar ya mbak, Han."
__ADS_1
Nadira pun masuk ke ruang dokter. sementara Rehan dan Rani menunggu di luar.
"mas kamu yakin nggak mau kasih tau Eza masalah ini?"tanya Rani
"ntah lah sayang, aku bingung."
"tapi kalau aku diposisi Nadira mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama."
"kamu ngomong apa sih sayang, nggak boleh ngomong kayak gitu lagi."
"iya mas maaf."
"kita doakan saja Nadira semoga dia selamat dan bisa melewati ini semua."
"Aamiin mas."
setelah beberapa jam Nadira di dalam akhirnya ia keluar.
"sudah Ra?"
"Alhamdulillah sudah mbak."jawab Nadira sembari tersenyum
"ya udah kalau gitu kita pulang ya."ucap Rehan
sesampainya di rumah, Nadira terkejut ternyata Eza sudah datang. Eza duduk di sofa dengan tangan yang disilangkan.
"darimana?"tanya Eza
"iya."
"ma.maaf ya mas."ucap Nadira sembari menundukkan kepala nya
Eza berdiri dan mendekati Nadira. air mata nya sudah tidak tertahankan lagi. Eza menangis di hadapan Nadira. kemudian Eza langsung memeluk erat tubuh kecil Nadira.
nadira hanya terdiam, ia juga ikut menangis.
"sayang aku minta maaf ya."ucap Eza sembari memegang pipi Nadira
"mas, aku udah maafin kamu, kamu nggak usah mikir yang aneh-aneh mas."ucap Nadira sembari menghapus air mata eza
"sudah ya jangan nangis lagi."ucap Nadira sembari tersenyum
kedua nya pun kembali berpelukan karena mereka sama-sama saling merindukan.
"udah ya mas, kamu jangan nangis lagi kasihan lho anak kamu."ucap nadira
"sayang maafin ayah ya nak."ucap Eza sembari mencium perut Nadira
Eza benar-benar merasa bahagia karena sudah bertemu dengan Nadira kembali.
"kamu udah makan belum sayang? kok kamu pucat banget."
"sudah mas, ya kan nama nya juga ibu hamil."jawab Nadira sembari tertawa kecil
__ADS_1
"ya udah kamu mandi dulu sana mas, sebentar lagi juga udah mau zhuhur."
"iya sayang, aku mandi dulu ya."
"mas."
"iya sayang kenapa?"
"nanti aku mau tanya sama kamu boleh kan?"
"boleh sayang, aku mandi dulu ya."
Nadira mengangguk sementara Eza sudah masuk ke dalam ke kamar.
selepas sholat zhuhur, Nadira mengajak Eza untuk pergi ke taman belakang. keduanya duduk di sebuah kursi sembari menikmati secangkir teh.
"sayang mau tanya apa hm?"
"hmm, Anita itu siapa mas?"tanya Nadira gugup
"oh Anita, dia itu sahabat aku dari TK."
"hmm, tapi kok dia begitu banget sama kamu."
"kamu mau cerita yang panjang atau pendek?"
"panjang dong mas."
"oke mau cerita yang sebenarnya atau bohong."
"hmm."ucap Nadira cemberut
"hehe oke aku akan cerita sama kamu sayang tapi aku harap semua yang aku ceritakan tidak membuat kamu tersakiti karena aku udah punya kamu."
"iya mas."
"jadi Anita itu sahabat aku dari TK sampe SMA kami nggak pernah berpisah, terus pada waktu itu kami sempat ingin dijodohkan tapi karena Anita masih mau kuliah dan begitu pun dengan aku jadi perjodohan itu dibatalkan. semakin hari semakin pula perasaan aku berkurang untuk Anita hingga pada saat itu aku memutuskan untuk tidak mencintai siapapun kecuali orang yang memang sudah Allah tetapkan untuk aku."jelas Eza
"terus?"
"iya itu sayang, aku sama dia baru ketemu lagi pas kemarin mama meninggal dan aku pun terkejut."
"terus kenapa kamu diam aja pas waktu dia peluk kamu."
"maafin aku sayang waktu itu aku nggak peduli dengan siapapun yang ada di dekat aku karena waktu itu dunia aku benar-benar terasa hancur."
"hmm, kenapa waktu Tante Rita ngomongin aku kayak gitu kamu malah diam."tanya Nadira dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"sayang aku minta maaf karena waktu itu aku tidak membela mu, ingin rasa nya aku marah sama Tante Rita tapi aku belum mampu. maaf ya sayang bukan berarti aku mau nyakitin kamu."ucap Eza sembari memandang Nadira
"iya mas, terima kasih untuk penjelasan nya. aku percaya sama kamu."jawab Nadira sembari tersenyum
****
__ADS_1