PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 37. Jalan-jalan


__ADS_3

hari semakin sore Eza baru saja tiba di rumah, Eza merasa heran karena tidak ada Nadira yang menyambut nya.


"ya Allah ternyata dia benar-benar marah."batin Eza


"assalamu'alaikum."ucap Eza


"wa'alaikumussalam baru pulang den?"tanya mbok Atun


"iya mbok, Nadira mana?"


"di kamar den."


"oh ya mbok, kalau gitu saya ke atas dulu."


Eza masuk ke dalam kamar, terlihat Nadira sedang duduk melamun di balkon.


"assalamu'alaikum sayang."ucap Eza sambil mendekati Nadira


"wa'alaikumussalam."jawab Nadira


"lagi mikirin apa?"tanya Eza


"nggak ada kok."jawab Nadira datar


kemudian Eza duduk disamping Nadira


"sayang kalau aku salah aku minta maaf ya, tapi aku mohon jangan diemin aku kayak gini."ucap Eza memohon


Nadira masih tak bersuara, ntah apa yang membuat Nadira tidak ingin berbicara dengan Eza mungkin saja karena kehamilannya.


Eza yang tidak melihat respon dari Nadira memilih untuk pergi.


"oh ya besok Rehan dan Rani ngajak kamu jalan-jalan kalau kamu mau besok kita pergi tapi kalau nggak mau ya udah aku batalin aja sama mereka."ucap Eza sembari berlalu meninggalkan Nadira


"kamu mau kemana?"tanya Nadira


"mau mandi dulu."jawab eza cuek


"kamu marah sama aku?"tanya Nadira dengan mata berkaca-kaca


Eza berhenti di depan Nadira, kemudian ia menatap wajah Nadira


"aku nggak marah sama kamu sayang, tapi kalau memang saat ini kamu belum mau bicara sama aku nggak apa-apa biar aku ngejauh dulu."jawab eza


"mas."ucap Nadira sembari memeluk Eza


"maafin aku ya, aku yang salah."ucap Nadira


"nggak sayang aku lah yang salah, maafin aku ya."jawab eza sambil mencium kening Nadira


"udah ya aku mandi dulu, kamu duduk nya di dalam aja nggak baik duduk diluar kan sebentar lagi mau Maghrib."


"iya mas."ucap Nadira


"jadi besok mau nggak jalan-jalan?"


"mau dong mas."jawab Nadira senang


mereka pun masuk, sementara Eza langsung ke kamar mandi.


tak lama kemudian suara adzan berkumandang, setelah mengambil wudhu mereka langsung melaksanakan sholat Maghrib. selepas sholat kedua nya menuju meja makan untuk makan malam.


****


ke esokan hari nya Eza dan Nadira sudah siap untuk pergi ke pantai bersama Rehan dan Rani. kedua bumil itu sangat merasa senang. Eza dan Rehan pun hanya tersenyum.


"udah siap semua?"tanya Rehan


"siap dong."jawab kedua nya


mobil pun melaju membelah jalan kota, setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai di sebuah pantai yang sangat indah.


__ADS_1


mereka pun menyewa dua water villa (hotel terapung). mereka akan bermalam disana.


"sayang jangan terlalu capek ya."ucap Eza


"iya mas, terima kasih ya tempatnya indah sekali."jawab Nadira sembari tersenyum


"sama-sama sayang."ucap Eza sembari memeluk Nadira



"kita foto-foto diluar yuk mas."


"ayo sayang."


"eh bentar aku ganti baju dulu ya, kamu tunggu diluar aja."


Eza pun menunggu Nadira di depan kamar, tak lama kemudian Nadira pun keluar. mereka menikmati keindahan pantai yang begitu indah.


"mas foto aku dong."ucap Nadira


"iya sayang, hati-hati ya."


Eza pun mengambil foto Nadira yang terlihat begitu cantik dengan gamis hitam nya



"Masya Allah."ucap Eza


"hei ngajak-ngajak dong kalau mau foto."teriak Rehan


"hahaha ya udah ayo."jawab eza dan Nadira


setelah merasa puas kemudian mereka beristirahat di sebuah restoran yang ada di pinggir pantai.



mereka istirahat untuk makan siang karena dari tadi mereka belum makan.


"udah makan nanti kalian istirahat dulu ya."ucap Eza


"iya bener, ingat kalian sedang hamil."tambah rehan


"oke siap."ucap Nadira dan Rani serentak


setelah selesai makan siang, Nadira dan Rani kembali ke kamar nya sedangkan Eza dan Rehan masih duduk di restoran.


suara adzan dari ponsel nadira sudah terdengar, Nadira langsung mengambil wudhu dan melaksanakan sholat zhuhur.


selepas sholat Nadira membaringkan tubuhnya sembari membaca novel kesukaan nya.


"lho sayang lagi ngapain?"tanya Eza yang tiba-tiba masuk


"nggak mas lagi baca novel aja."


"hmm gitu, istirahat aja dulu sayang."


"kan aku udah istirahat mas, kamu sholat sana."


"iya ya sayang."


selepas sholat Eza juga ikut membaringkan tubuhnya di samping Nadira. Eza memeluk Nadira kemudian Nadira menghentikan bacaan novel nya.


"kenapa mas?"tanya Eza


"nggak apa-apa sayang lagi pengen peluk aja."


"hmm gitu, mas kamu tau nggak yang ngerawat aku kemarin siapa?"tanya Nadira


"oh iya ya aku sampe lupa tanya sama kamu sayang, kemarin siapa yang ngerawat kamu selain mbok?"


"dokter Lisa. kamu kenal nggak sama dokter Lisa?"tanya nadira


"hmm Lisa, siapa ya?"

__ADS_1


"Lisa Andita mas."


"oh Lisa Andita iya tau sayang, dia teman aku waktu kecil kemarin tapi karena dia pindah keluar negeri jadi nya kami lost contacts."


"iya mbak Lisa udah cerita kok mas."


"kapan-kapan kita ke tempat Lisa ya."


"iya mas, aku juga mau ngucapin terima kasih sama mbak Lisa."


"iya sayang."


tok...tok..tok


"siapa sih ganggu aja."gerutu Eza


"eh nggak boleh gitu lho mas."


"hehehe maaf sayang."


Eza pun bangun dan membukakan pintu.


"hmmm ada Han?"tanya Eza kesal


"hehehe maaf kalau aku ganggu."


"ada apa?"


"Nadira punya minyak kayu putih nggak.?"


"buat apa?"


"kaki Rani pegal semua."


"hmm bentar aku ambil dulu."


Eza memberikan sebotol minyak kayu putih pada Rehan. kemudian Eza kembali membaringkan tubuhnya.


"kenapa mas?"


"Rehan pinjam minyak kayu putih."


"buat apa mas?"


"katanya kaki Rani pegal.,"


"astaghfirullahaladzim, oh ya mas kandungan mbak Rani udah berapa bulan ya"


"kalau nggak salah empat bulanan sayang."


"kenapa sayang?"


"nggak apa-apa mas wajar aja kalau gitu mbak Rani sering pegal."


"iya sayang, ya udah bumil ku ini istirahat dulu ya."ucap Eza


"iya mas aku juga udah ngantuk."


"ya udah tidur ya sayang."


Nadira memejamkan mata nya, tak lama kemudian Nadira pun terlelap. sementara Eza memilih untuk duduk di sofa sambil menikmati secangkir kopi dan memainkan ponsel nya.


Eza melihat foto-foto Nadira di galeri nya. Eza hanya senyum-senyum sendiri.


"Masya Allah istri ku ini manis sekali ya Allah."gumam Eza


"jadikanlah dia bidadari surga ku ya Allah."ucap Eza


Eza tak henti-hentinya melihat foto-foto Nadira. Nadira terlihat begitu cantik dan manis.


"ya Allah lindungilah istri ku dan pernikahan kami dari orang-orang yang tidak menyukai kami."ucap Eza


****

__ADS_1


__ADS_2