PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 12. Cinta Dalam Diam


__ADS_3

Di tempat lain, Eza sedang bersama Rehan di sebuah kafe dekat rumah sakit.


"gimana pendekatan nya za?"goda Rehan


"maksud nya?"tanya Eza sambil mengernyitkan keningnya


"Ya Ela itu aja nggak ngerti, ya sama Nadira lah za."ucap Rehan kesal


"hmmm, biasa aja sih, lagian kami juga jarang ketemu terakhir ketemu waktu pernikahan mu kemarin."jelas Eza


"waduh, emang kamu nggak suka sama Nadira, za? dia anak nya baik kok Sholehah lagi. Sayang dia nggak jodoh gue aja."ucap Rehan sembari ketawa


"Wah...wah parah kamu Han, iya sih kelihatan dari wajah nya, sikap nya tapi apa mungkin dia nggak punya seseorang yang spesial gitu han?"tanya Eza ragu


"setau ku tidak za, karena aku kan udah cukup lama kenal sama dia, aku nggak pernah lihat dia sama cowok, dan dia juga nggak pernah pacaran sih tapi nggak tau juga sih bisa jadi dia memilik seseorang yang ia kagumi atau ia cintai gitu."ucap Rehan sambil menyeruput kopi nya


"Hmm, mungkin aja sih."ucap Eza


"emang nya siapa sih wanita yang sudah mengisi hati mu itu siapa za?"tanya Rehan kepo


"hmm, aku juga nggak paham dengan masalah hati ya han kan cuma Allah yang tau. wanita itu adalah teman mu."ucap Eza


"Nadira?"tanya Rehan kaget


"iya, dia adalah wanita yang sudah membuka pintu hati aku."jawab Eza


"tu kan bener apa kata ku."ucap Rehan sembari tertawa


"kok ketawa aku serius lho han."ucap Eza kesal


"iya za maaf. kamu harus usaha juga za."ucap Rehan


"untuk saat ini aku hanya mampu untuk mendoakan nya."ucap Eza


Eza dan Rehan memang sudah bersahabat sejak mereka di bangku kuliah.kedua nya sudah saling menganggap saudara satu sama lain. maka tak jarang kedua nya saling terbuka dalam segala hal.


"pokok nya aku doakan yang terbaik buat mu za, kalian cocok kok sama-sama baik dan juga Sholeh."ucap Rehan serius


"hmmm, Aamiin. thank you han."ucap Eza


"biar kita nanti bisa jadi besan."ucap Rehan sembari tertawa puas


"mulai ngaco kamu Han."ucap Eza kesal


Rehan pun tertawa puas karena sudah berhasil membuat sahabat nya itu kesal.


hari sudah semakin sore , langit terlihat sedikit mendung. Nadira masih dalam perjalanan pulang, namun tiba-tiba ditengah jalan mobil nya berhenti mendadak. Nadira panik dan takut karena cuaca semakin buruk ditambah lagi tempat itu cukup jauh dari permukiman warga dan tidak ada satu pun kendaraan yang lewat.


"ya Allah mobil nya kenapa?"ucap Nadira


Nadira masih berada di dalam mobil karena ia takut untuk keluar. namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu mobil nya. Nadira sangat terkejut.


"astaghfirullahaladzim."ucap Nadira


Nadira mencoba memperhatikan siapa yang mengetuk pintu mobil nya. setelah cukup lama ia memperhatikan nya Nadira memberanikan diri untuk membuka kaca mobil.


"astaghfirullahaladzim, saya kira siapa."ucap Nadira


"kok berhenti disini? mobil nya kenapa?"tanya Eza


"nggak tau mas, tiba-tiba berhenti."jawab Nadira

__ADS_1


"ya udah, aku lihat dulu ya."ucap Eza


"iya mas, terima kasih."ucap Nadira


Eza pun membuka mesin di bagian depan mobil.


"coba hidupin dulu."pinta Eza


setelah Nadira menghidupkan mobil nya, akhir nya mobil itu kembali menyala.


"Alhamdulillah."ucap Nadira senang


"terima kasih banyak ya mas."ucap Nadira


"iya sama-sama, mendingan kamu cepat pulang sebelum turun hujan."ucap Eza


Nadira mengangguk kemudian ia melanjutkan perjalanan nya.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah sudah membatu Nadira melalui mas Eza."ucap Nadira sembari tersenyum


akhirnya Nadira sampai juga di rumah, dan benar saja hujan turun sangat lebat ditambah lagi suara petir.


"astaghfirullahaladzim."ucap Nadira


Nadira masuk ke dalam rumah, ia langsung menuju kamar nya.


****


di tempat lain Eza juga sudah sampai di rumah nya, setelah selesai bersih-bersih Eza duduk di atas sofa kamar nya ia membuka ponselnya. tiba-tiba ia kepikiran untuk menghubungi Nadira.


"hmm, aku kan nggak ada nomer nya."ucap Eza


"hallo Han,  tolong kirim nomer Nadira dong."ucap Eza


"aduh za udah berapa kali ketemu.tapi belum nyimpan nomor nya gimana sih."ucap Rehan


"Udah nggak usah sewot, kirim aja."ucap Eza


"iya, nanti aku kirim lagian buat apa sih?"tanya Rehan


"kepo aja kamu cepat kirim."ucap Eza


sambungan telepon pun terputus, tak lama kemudian sebuah pesan masuk ternyata Rehan sudah mengirimkan nomer Nadira. tanpa pikir panjang Eza langsung menelpon nomer itu.


Nadira yang sehabis sholat terkejut dengan bunyi ponsel nya.


"nomer siapa ini?"gumam Nadira


Nadira mengangkat telpon dari nomer tesebut.


"hallo, Assalamu'alaikum maaf dengan siapa ya?"ucap Nadira


"wa'alaikumussalam, maaf. Maaf ini aku, Eza."jawab eza


deg. jantung Nadira terasa ingin lepas.


"oh mas Eza, iya kenapa mas?"tanya Nadira berusaha tetap tenang


"nggak apa-apa sih nad, oh ya besok kamu sibuk nggak?"tanya Eza


"nggak juga sih mas paling ke butik aja sih. Kenapa?."ucap Nadira

__ADS_1


"besok kita bisa ketemu nggak nad? maaf kalau saya lancang."ucap Eza


Nadira terdiam sejenak.


"Hmm, nggak apa-apa kok mas, ins syaa Allah bisa kok."jawab Nadira


"Oke, besok aku share aja lokasi nya ya. thank you. Assalamu'alaikum."ucap Eza


"wa'alaikumussalam."


Ntah dapat keberanian dari mana, hingga Eza berani menghubungi Nadira.


"ya Allah kok hati Nadira ngerasa aneh ya. jaga hati Nadira ya Robb."ucap Nadira


karena ia masih trauma dengan kejadian yang telah ia hadapi kemarin. bukan karena ia mati rasa tapi Nadira lebih ke menjaga.


keesokan harinya Nadira sudah berada di sebuah restoran tempat dimana yang sudah Eza share. tak lama kemudian Eza pun datang.


"maaf ya, aku telat."ucap Eza lalu duduk di depan Nadira


"Iya, nggak apa-apa kok mas, aku juga baru sampe kok."jawab Nadira sembari tersenyum


"udah pesan makanan belum?"tanya Eza


"sudah mas."jawab Nadira


tak lama kemudian pelayan mengantarkan pesanan mereka.


"permisi mbak, mas ini pesanan nya."ucap pelayan


"terima kasih ya mbak."ucap Nadira sembari tersenyum


kedua nya mulai menyantap makanan tersebut.


"oh ya, maaf ni ya kalau aku lancang."ucap Eza


"iya mas, kenapa? Nggak apa-apa ngomong aja."ucap Nadira


"apa kamu sudah punya seseorang yang mungkin akan menjadi calon suami mu?"tanya Eza ragu


Nadira mendengar ucapan Eza tersenyum.


"tentu nya sudah mas."jawab Nadira


Eza yang mendengar jawaban Nadira merasa kecewa.


"oh gitu."ucap Eza sembari mengangguk-angguk kan kepala


"emang nya kenapa mas?"tanya Nadira sembari menaikan alis nya


"hmm, nggak kok."jawab eza dengan nada sedikit pelan


Nadira menyadari akan maksud laki-laki yang ada di hadapan nya itu.


"kita semua pasti sudah punya calon masing-masing mas, mas Eza pun pasti sudah punya calon juga kan? hanya saja mungkin waktu nya belum sekarang."ucap Nadira


Eza merasa bingung dengan ucapan Nadira.


"maksud nya ?"tanya Eza


****

__ADS_1


__ADS_2