PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 81. Makan Bersama


__ADS_3

malam ini Nadira mengajak Santi untuk makan malam bersama di rumah nya. Santi pun mengiyakan ajakan dari Nadira.


selepas maghrib Santi pun datang


"assalamu'alaikum mbak, Abang."


"wa'alaikumussalam eh Santi udah datang."ucap Nadira


"sebentar ya, mbak siapin dulu makanan nya."


"Santi bantuin ya mbak."


"boleh, Santi tolong ambil piring di dalam lemari ya."


"baik mbak."


setelah menghidangkan makanan, Nadira memanggil suami dan adik nya yang sedang asik menonton bola di tv.


"hmm, nggak denger ya kalau aku panggil."ucap Nadira kesal sembari mematikan tv


"maaf sayang, ya udah kita makan dulu aja vik."


"iya bang."


mereka pun menikmati hidangan yang ada di atas meja.


"gimana persiapan untuk acara baby shower nya?"


"Alhamdulillah sedikit lagi mbak, oh ya acara nya Minggu depan kan mbak?"


"iya,Minggu depan nya lagi baru acara pengajian sama siraman nya."


"oke mbak masih ada waktu beberapa hari lagi."


"Santi kok diem aja sih."tanya eza


"eh nggak bang, kan ada Viko yang jelasin nya."


"oh udah ada pemimpin nih sekarang?"goda Eza


"apa sih bang."ucap kedua nya secara bersamaan


mbok Atun, mang Karyo dan kang Mahmud pun menahan tawa.


"hahaha, kayak nya udah ada benih-benih cinta nih sayang."


"hahaha, seperti nya iya mas, kayak gimana gitu ya."


"apaan sih mbak. malu tau."ucap Viko


"mbak sih nggak apa-apa kalau temanan atau kalau nikah pun nggak apa-apa, tapi jangan pacaran."ucap Nadira sembari melihat ke arah kedua nya secara bergantian


"viko ke kamar mandi dulu ya mbak."ucap Viko


"ih sampe ke kamar mandi segala vik, grogi ya."goda Nadira


Viko langsung pergi ke kamar mandi, jantung nya terasa ingin lepas. Viko juga bingung dengan perasaan nya.


"dasar mbak Nadira, senang banget kayak nya buat adik nya malu."gerutu Viko


setelah dari kamar mandi Viko langsung pergi ke ruang tamu, disana sudah ada Eza yang baru saja selesai makan. sementara Nadira dan Santi membereskan alat makan.


setelah selesai kedua nya pun ikut bergabung dengan Eza dan Viko

__ADS_1


"Santi nginap kan?"


"nggak bang, Santi pulang aja ke apartemen."


"lho kenapa?"


"ya nggak apa-apa sih tapi besok Santi harus ke kantor."


"kan bisa dari sini."


"nggak bisa Abang jarak nya aja jauh banget yang ada Santi langsung dimarahi bos kalau telat."


"hmm banyak banget alasan kamu, ya udah nanti di antar sama mang Karyo."


"iya bang, oh ya vik kebetulan di kantor tempat aku lagi cari karyawan kalau kamu mau besok datang aja kesana."


"serius san?"


"iya."


"oke besok aku kesana semoga saja di terima."


"Aamiin. semoga aja ya vik."


"iya mbak."


jam sudah menunjukkan pukul sembilan, Santi pun langsung berpamitan dengan Eza, Nadira dan Viko. bukan nya Santi tidak mau menginap di rumah Eza tapi Santi tidak enak karena disana juga ada Viko. Santi nggak mau orang-orang berpikir yang tidak-tidak dengan mereka.


setelah Santi pulang, Nadira dan Eza langsung pergi ke kamar untuk istirahat.


****


ke esokan hari nya Viko pergi ke kantor Santi. Viko terlihat begitu tampan dengan kemeja putih yang dipadukan dengan celana hitam.


"wow siapa laki-laki itu?"ucap salah satu karyawan dengan teman nya


Viko pun mendekati mereka untuk bertanya dimana ruangan HRD


"permisi, saya mau tanya."


"i...ya mau tanya apa mas?"jawab mereka gugup


"ruangan HRD dimana ya?"


"oh ada di sebelah sana mas. mari saya antar."ucap salah satu di antara mereka


"oh terima kasih."ucap Viko sembari mengikuti karyawan itu


namun saat mereka sedang berjalan tiba-tiba Viko bertemu dengan Santi yang baru selesai meeting.


"hei vik, udah datang."


"iya san."


"oh iya, silahkan ke ruang HRD dulu ya, saya permisi dulu."ucap Santi


setelah di depan ruang HRD, Viko pun masuk. Viko melakukan beberapa tes wawancara dan lain nya. setelah menunggu beberapa lama Viko pun diterima di perusahaan itu. Viko merasa sangat senang.


setelah dari ruangan HRD, Viko langsung di antar ke meja kerja nya. ternyata meja nya bersebelahan dengan meja Santi.


"gimana vik?"


"Alhamdulillah san, aku diterima."

__ADS_1


"syukurlah, selamat ya."


"thank you ya San, ini juga berkat kamu kok. gimana kalau nanti siang aku traktir kamu makan, mau nggak?"


"wah boleh tuh vik, hahaha."


"oke sip nanti siang kita makan bareng ya."


"oke vik."


karyawan yang melihat kedekatan Santi dan Viko merasa iri, mereka saling berbisik satu sama lain. namun Viko dan Santi tidak memperdulikan nya.


tak terasa jam istirahat sudah tiba, Viko dan Santi pun pergi ke sebuah restoran yang ada di dekat kantor mereka.


Santi melihat daftar menu, kemudian ia memesan makanan untuk mereka.


sambil menunggu makanan datang, Viko dan Santi bercerita.


"kamu kemarin kuliah dimana vik?"


"di universitas negeri Semarang san."


"oh gitu, kenapa nggak cari kerja disana aja?"tanya Santi lagi


"hmm pengen mencari pengalaman aja di kota lain, bosan disana terus."jawab Viko


"oh ya ya."ucap Santi sembari menganggukkan kepalanya


"iya, kalau Santi sendiri kenapa kok kerja disini?"


"kalau aku sih biar nggak keinget mama terus, soal nya kalau aku di Makassar aku pasti nangis karena kangen sama mama."


"kamu yang sabar ya."ucap Viko yang merasa nggak enak


"iya thank you vik."


"pacar kamu kerja disini juga?"


"aku nggak punya pacar."jawab Santi


"oh ya, kenapa? kan sekarang tiada hari tanpa kekasih."


"hahah iya sih tapi aku nggak minat buat pacaran, aku mau nya sih kalau udah sama-sama cocok ya nikah aja. bagi aku pacaran itu cuma buang-buang waktu apalagi kan umur kita sekarang bukan remaja lagi."


"setuju setuju."ucap viko


"Viko sendiri gimana?udah punya calon dong?"


"oh aku, aku juga nggak punya pacar karena alasan yang pertama mbak Nadira nggak mengizinkan."


"kenapa?"


"nggak tau juga sih tapi ya aku percaya aja sama mbak."


"hmm, iya sih lagian juga di agama kita nggak boleh pacaran kan?"


"iya bener, oh ya maaf sebelum nya. Santi kenapa belum pake hijab?"


"hmm, belum siap aja sih vik."jawab Santi


"sebenarnya pake hijab itu bukan harus siap sih san, yang penting niat nya karena kalau mau nunggu kita siap kita nggak akan pernah siap. maaf ya kalau aku lancang."


"iya nggak apa-apa kok vik, doain aja ya."ucap Santi

__ADS_1


tak lama kemudian makanan pun datang, Mereka menghentikan obrolan, kedua nya langsung menikmati makanan nya tanpa suara kecuali suara sendok dan piring.


****


__ADS_2