PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 60. Baby Aiza


__ADS_3

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh para readers. sebelum nya author mengucapkan terima kasih banyak atas segala dukungan dari para readers. namun author mau memohon maaf atas ketidaknyamanan nya dalam membaca karena author sekarang juga lagi sibuk di kampus. jadi mohon maaf jika update nya lama tapi author akan berusaha untuk cepat update nya.


πŸ™πŸ™πŸ™


satu Minggu telah berlalu, Nadira sedang duduk di teras rumah sembari menikmati secangkir teh. sementara Eza berada di rumah sakit.


drrrtttt


suara ponsel Nadira, ternyata itu nomer baru


"hmm, siapa ya?"batin Nadira


"hallo Assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam, hallo Ra ini Tante Hafsah."


"oh iya, ada apa Tante?"


"Nadira lagi dimana?"


"kebetulan lagi di rumah, kenapa Tante. oh ya gimana keadaan Mira Tante apa dia sudah melahirkan?"tanya Nadira


"Alhamdulillah sudah nak tapi sekarang masih di rumah sakit."


"astaghfirullahaladzim, emang nya Mira kenapa Tante bukan nya dia melahirkan Minggu kemaren?"tanya Nadira


"iya nak tapi kemarin Mira mengalami pendarahan."


"astaghfirullahaladzim, terus sekarang gimana keadaan Mira tan?"


"sekarang Alhamdulillah sudah cukup membaik."


"syukurlah, baby nya gimana Tante?"


"Alhamdulillah sehat nak."


"syukurlah, Mira di rawat dimana Tante?"


"di rumah sakit tempat suami mu bekerja nak."


"oh gitu, baik lah Tante nanti Nadira kesana."


"iya nak, Assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam."


Nadira masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci mobil nya.


"non, mau kemana?"tanya mbok Atun


"ke rumah sakit mbok."


"kenapa non?"


"mau jenguk Mira mbok dia baru selesai lahiran."


"oh gitu, non hati-hati ya."


"iya mbok, aku pergi dulu ya Assalamu'alaikum."


Nadira pun segera melajukan mobil nya menuju rumah sakit. sesampainya di rumah sakit Nadira melihat Eza sedang mengobrol dengan suster di depan ruangan nya.



"eh mbak Nadira."sapa perawat yang berhasil membuyarkan keseriusan Eza. dia langsung melihat ke arah Nadira


Nadira tersenyum ke arah Eza.


"aduh dokter beda banget ya senyum nya kalau sama mbak Nadira."ucap mereka


Eza hanya tersenyum kepada para perawat


"maka nya nikah dong jangan jomblo terus."ledek Eza


ucapan Eza membuat para perawat kena mental.


"kok nggak bilang dulu kalau mau kesini sayang."tanya Eza

__ADS_1


"hehehe, maaf ya mas tadi aku nggak sempat lagi."


"hmm, ada apa sayang?"


"aku mau jenguk Mira kata nya dia di rawat disini kan mas?"


"oh iya sayang, kebetulan aku yang nangani nya."


"hmm iya udah aku mau jenguk dia dulu ya mas, kamu udah makan siang belum?"


"baru mau makan sayang, nggak apa-apa kan pergi sendiri?"


"nggak apa-apa mas."


Nadira pun pergi ke ruangan Mira.


"assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam.


"Tante, om."sapa Nadira sembari menyalami keduanya sementara dengan Rangga, Nadira hanya tersenyum.


"hei mir, gimana udah enak'an belum?"tanya Nadira


"Alhamdulillah Ra."


"syukurlah. anak kamu mana mir?"


"sebentar ya umi ambil dulu."ucap Bu Hafsah karena bayi nya memang lagi ruang bayi


tak lama kemudian Bu Hafsah kembali dengan membawa seorang bayi perempuan.


"Masya Allah, assalamu'alaikum sayang."ucap Nadira sembari mencium nya


bayi itu diletakkan dalam box.



"wa'alaikumussalam Tante."jawab Bu Hafsah


"nama nya siapa mir?


" Masya Allah panggilan nya siapa mir?"


"Aiza Tante."jawab Mira sembari tersenyum


"Masya Allah, hallo sayang cantik banget sih."ucap Nadira gemes.


Nadira menggendong baby Aiza dengan penuh kelembutan.


"selamat ya mir, sekarang udah jadi mama."


"terima kasih Ra, semoga kamu segera hamil lagi ya Ra."


"Aamiin ya Allah, doain aja ya mir."


"iya Ra."ucap Mira sembari tersenyum


setelah beberapa lama di ruangan Mira, Nadira pergi ke ruangan Eza. namun Nadira tidak tau kalau Eza sedang presentasi di ruangan nya bersama dokter lain.



"***...alamualaikum."ucap Nadira terhenti ketika ia melihat begitu banyak orang di ruangan suami nya.


"wa'alaikumussalam."jawab mereka


"eh maaf saya tidak tau."ucap Nadira malu


kemudian Nadira menutup kembali pintu nya, dan ia memilih untuk duduk di luar. ada rasa tak tega di hati Eza namun ia tetap harus melanjutkan presentasi .


setelah menunggu beberapa menit, akhirnya para dokter keluar dari ruangan Eza.


"maaf ya mbak."ucap mereka


"oh iya nggak apa-apa dok, saya yang harus nya minta maaf karena saya tidak tau kalau di dalam lagi rapat."


dokter lain memang begitu dekat dengan Eza, walaupun Eza jauh lebih muda dari meraka namun bagi mereka Eza adalah pemimpin mereka yang sangat mereka hargai bukan hanya para dokter tapi juga para perawat.

__ADS_1


"iya nggak apa-apa mbak."


setelah mereka pergi, Eza memanggil Nadira.


"ayo masuk sayang."ucap Eza


"maaf ya mas."


"maaf untuk apa sayang?"


"iya, karena aku tadi langsung masuk aja."


"it's okay sayang, nggak masalah kok."


"iya mas."


"gimana udah ketemu sama anak nya Mira?"tanya Eza datar


"sudah mas, baby nya cantik banget."


"hmm."jawab eza


"mas kamu beberapa hari ini kok sibuk banget di luar."


"iya sayang, ada yang mau aku katakan sama kamu."


" apa mas?"


"sebenarnya kemarin aku itu mencari orang yang udah nabrak kamu."


"hah, terus udah ketemu mas?"


"sudah sayang."


"astaghfirullahaladzim serius mas, siapa?"


" nanti aku ajak kamu kesana."ucap Eza


Nadira terdiam, dia penasaran siapa orang yang sudah tega dengan nya.


"nggak usah dipikirkan sayang, yang jelas aku akan menghukum mereka seberat-beratnya."ucap Eza emosi


Nadira hanya terdiam saja mendengar ucapan Eza, Nadira mengerti bagaimana perasaan Eza.


"sayang, kok diem."tanya Eza


"nggak apa-apa mas."jawab nadira sembari tersenyum


setelah selesai dari rumah sakit Eza segera mengajak Nadira ke kantor polisi. saat mereka sampai disana langkah Nadira terhenti.


"kenapa sayang?"


"aku nggak sanggup untuk ketemu orang itu mas."ucap Nadira sedih. perasaan nya kembali hancur ketika ia mengingat kejadian waktu itu


"aku ngerti, tapi aku janji mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang kita rasakan."ucap Eza sembari menghapus air mata Nadira


mereka pun masuk ke dalam kantor polisi. melihat kedatangan Eza. polisi langsung memanggil Tante Rita dan Anita.


"hah, ja....di mereka yang menabrak aku mas?"tanya Nadira tak percaya


"semua ini gara-gara kamu Nadira."umpat mereka histeris sambil ingin mendorong Nadira


namun dengan sigap Eza menahan tangan mereka.


"apa kalian mau hukuman kalian bertambah?"ucap Eza sembari menepis tangan mereka


"jangan pernah sentuh istri saya."ucap Eza dengan penuh penekanan


"dasar wanita murahan."teriak Anita


tangan Eza replek ingin menampar Anita namun ditahan oleh Nadira.


"jangan mas, aku nggak mau tangan kamu menyakiti orang lain."ucap Nadira dengan linangan air mata nya


"nggak usah sok baik kamu Nadira."teriak Tante Rita


polisi yang melihat itu langsung memasukkan mereka kembali dalam jeruji besi. mereka terus saja berteriak dengan sumpah serapah mereka.

__ADS_1


Eza menarik Nadira ke dalam pelukan nya. kemudian mereka pun meninggalkan kantor polisi tersebut.


****


__ADS_2