PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 87. Pakaian Bayi


__ADS_3

Minggu pagi ini, Nadira dan Eza akan membeli perlengkapan untuk kelahiran anak mereka.


"udah siap sayang?"tanya Eza


"udah mas."


"kita langsung jalan aja ya,Takutnya kesiangan kasian kamu nya nanti."


"hehehe, ia mas."


"mbak mau kemana?"tanya Viko yang baru keluar dari kamar


"mbak mau beli perlengkapan untuk ponak'an kamu, kenapa?"


"oh gitu mbak, nggak apa-apa mbak. nanti Viko mau izin mau pergi sama teman-teman."


"oh ya nggak apa-apa tapi pulang nya jangan terlalu sore ya."


"oke siap mbak. hati-hati ya bang, mbak."


"iya, mbak jalan dulu ya. Assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam."


Eza dan Nadira pun langsung pergi menuju toko perlengkapan bayi yang ada di kota tersebut.


setelah satu jam kemudian mereka pun sampai di toko tersebut, terlihat toko itu sangat ramai.


"pelan-pelan aja ya sayang."


"iya mas, kita mau beli apa dulu nih?"tanya Nadira


"hmm, terserah kamu aja sayang."


Nadira pun berjalan menuju pakaian bayi terlebih dahulu. Nadira memilih beberapa baju untuk anak nya. Nadira sengaja tidak membeli terlalu banyak karena menurut Nadira, bayi itu biasa nya cepat besar jadi nggak akan lama mereka memakai pakaian bayi.


setelah memilih pakaian kemudian Nadira memilih sepatu dan perlengkapan lain nya.


setelah selesai Nadira pergi ke tempat kasir.


"sudah sayang?"tanya Eza


"sudah mas, kita beli dikit aja dulu."


"iya udah kamu tunggu di mobil aja ya, biar aku yang bayar."


"iya mas."


Nadira pun pergi ke mobil sementara Eza membayar belanjaan di kasir.


beberapa menit kemudian Eza pun kembali ke mobil dengan membawa beberapa paperbag.


"mas."panggil Nadira


"hmm, kenapa sayang?"


"aku mau minum kelapa muda, boleh?"tanya Nadira


"boleh, nanti kita beli ya sayang."


"itu ada lho mas di seberang jalan.


"oh ya udah tunggu disini, aku beli dulu ya."


"makasih ya mas."


"iya sayang."


tak lama kemudian Eza kembali dengan membawa dua kantong es kelapa muda.


"nih sayang."ucap Eza

__ADS_1


"makasih ya mas."ucap Nadira lalu langsung menyeruput es tersebut


"suka?"


"suka, seger banget rasa nya."


"kita pulang ya sayang."


"oke mas."


Mereka pun pulang ke rumah.


*****


di tempat lain Viko sedang berada di sebuah restoran bersama teman-teman kantor nya. Viko yang mudah bergaul dengan orang membuat ia begitu banyak memiliki teman.


"gimana kamu sama Santi, vik?"


"ya nggak gimana-gimana sih cuma temanan aja."


"emang kamu nggak suka sama dia vik? ntar diambil orang lho."ucap Aldi teman nya viko


"hmm, ya nggak apa-apa berarti bukan jodoh aku."jawab Viko sembari tertawa


"wah simple banget pemikiran kamu vik."ucap teman-teman Viko


"haha, terus aku harus gimana? harus paksa dia gitu."


"nggak juga sih."


"udah ah kita bahas yang lain aja."ucap Viko datar


Viko masih terbayang dengan apa yang ia lihat kemarin.


#flashback on


beberapa hari yang lalu setelah Viko selesai mengerjakan pekerjaan nya, Viko berniat untuk menemui Santi untuk mengajak nya makan siang, namun saat Viko berada di depan ruangan Santi ternyata Santi sedang makan siang bersama atasan nya.atasan perusahaan Viko dan Santi memang masih muda dan belum menikah jadi wajar saja kalau dia dekat dengan karyawan-karyawan perempuan nya. Viko mengurungkan niat nya lalu Viko memilih untuk makan siang sendiri.


Viko pun pergi ke sebuah kafe di depan kantor nya. Viko masih bingung dengan perasaan nya.


"ya Allah ada apa ini."batin Viko


"permisi mas. ini kopi nya."ucap waiters


"oh iya Terima kasih."ucap Viko


setelah beberapa menit di kafe tersebut Viko kembali ke kantor, dia melihat Santi sedang menunggu nya di koridor kantor.


"Darimana vik?"tanya Santi


"kafe."jawab Viko singkat


"hmm, kok nggak ngajak-ngajak sih."


"tadi aku udah di depan ruangan kamu kok, tapi aku lihat kamu lagi makan siang sama pak Andre ya udah aku pergi sendiri aja."jawab Viko datar


"hmm, kamu kenapa?"


"nggak apa-apa, ya udah aku meja aku dulu ya."


"eh tunggu, masa kamu ninggalin aku lagi sih aku udah nungguin kamu disini lho."


"ya udah ayo."ucap Viko


"kamu kenapa sih? kamu cemburu."tanya Santi tiba-tiba


deg


jantung Viko seolah-olah terhenti


"kenapa? kamu cemburu?"tanya Santi lagi

__ADS_1


"apa hak aku cemburu sama kamu."jawab Viko


"terus kenapa sikap kamu langsung berubah seperti ini."


"ya nggak apa-apa."jawab Viko datar


"oke aku minta maaf sama kamu. tapi tadi itu pak Andre tiba-tiba ngajak aku untuk makan siang, dan aku nggak mungkin nolak."


"oh."jawab Viko singkat


"oh, udah dong ngambek nya, aku minta maaf ya."


"maaf untuk apa?"


"ya karena aku nggak bilang sama kamu dulu."


"hmm, ya nggak apa-apa lagian kan aku bukan siapa-siapa kamu dan kamu juga berhak untuk sama siapa aja."


tanpa Santi sadari ada rasa sakit di hati nya ketika Viko mengatakan bahwa Viko bukan siapa-siapa bagi nya walaupun itu memang benar. mereka hanya sekedar dekat tapi kenapa Santi merasa sakit hati dengan Viko.


"oh oke kalau gitu."jawab Santi sembari meninggalkan Ahmad


Viko menatap kepergian Santi.ada rasa tak rela di hati nya


"ah kamu kenapa sih vik."ucap Viko frustasi


kemudian Viko juga kembali ke ruangan nya. ia semenjak beberapa waktu lalu Santi dan Viko di letakkan di dalam ruangan khusus oleh pak Andre hal ini bukan tanpa alasan karena pekerjaan kedua nya sangat bagus. ruang Viko dan Santi bersebelahan.


#flashback off


"kenapa vik?"tanya mereka


"ya, nggak apa-apa."


"hmm, jangan-jangan kamu lagi ada masalah ya sama Santi?"


"nggak lah, emang nya masalah apaan, aku sama Santi baik-baik aja kok."Jawab Viko


"hmm, ya udah lah."ucap mereka pasrah


setelah dari restoran Viko dan teman-teman nya pulang ke rumah.


"assalamu'alaikum."ucap Viko yang baru saja datang


"wa'alaikumussalam, baru pulang vik?"tanya Eza yang sedang duduk di sofa


"iya bang, mbak mana bang?"


"ada di kamar lagi istirahat."


"oh, Viko ke kamar dulu ya bang."


Eza mengangguk kan kepala nya dan kembali fokus dengan laptop yang ada di hadapan nya.


"siapa mas?"tanya nadira yang baru saja turun dari kamar


"Viko, sayang, kok turun."


"bosan mas dikamar terus."


"hmm, bumil ku ini mau nya dekat terus sama suaminya ini."


"hehehe, iya mas siapa tau kan nanti aku nggak bisa dekat sama kamu lagi."


"hmm, ngomong apa barusan."


"hehehe, nggak ada mas. maaf."ucap Nadira sembari tersenyum


Eza langsung memeluk Nadira, dan mencium pipi Nadira.


"kamu nggak akan kemana-mana dan kamu akan selalu sama aku."bisik Eza pada telinga Nadira sementara Nadira hanya tersenyum

__ADS_1


****


__ADS_2