PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART|28 Cemburu


__ADS_3

hallo Assalamu'alaikum para readers sebelumnya author ingin mengucapkan terima kasih karena sudah mampir ke karya author ini. semoga para readers suka dengan cerita nya ya.


oke author akan memberikan gambaran tentang tokoh yang ada dalam cerita ini. but ini cuma pandangan visual author saja ya reader



Nadira anandiya Putri seorang gadis manis yang sederhana, baik, ramah dan juga sholehah. serta merupakan seorang pengusaha mud



Muhammad Eza Pratama seorang laki-laki tampan, baik, ramah, penyayang dan merupakan seorang dokter muda



Muhammad Rehan Sanjaya seorang dokter muda dengan sifat yang sedikit dingin dengan orang yang belum kenal dengan nya dan merupakan sahabat dari Eza



Rani Anastasia seorang gadis yang cantik, manja, dan suka jajan



Mira Ayumi seorang gadis baik dan juga Sholehah serta sahabat dari Nadira



Muhammad Rangga Ardiansyah seorang laki-laki tampan, baik, penyabar dan merupakan seorang ustadz muda dan pengusaha.


itu hanya visual dari pandangan author ya teman-teman. kalian bisa membayangkan tokoh yang kalian sukai. 🤗


yuk lanjut baca!!!🤗


****


beberapa hari kemudian Eza sudah kembali bekerja karena sudah hampir dua Minggu ia mengambil cuti. pagi-pagi sekali Eza sudah siap.


"good morning sayang."


"morning."


"sayang nanti aku pulang nya agak sore ya karena hari ini aku banyak jadwal check pasien."ucap Eza lembut


"iya mas nggak apa-apa. kamu sarapan dulu ya."


"masak apa hari ini sayang."tanya Eza sambil duduk di kursi makan


"biasa mas nasi goreng.hehe."


"wah pasti enak banget."


"hmm iya dong kan istri kamu yang masak."jawab Nadira sembari tertawa


Eza sangat menikmati makanan yang dibuatkan Nadira. bagi Eza masakan Nadira adalah yang paling enak setelah masakan mama nya.


"mas, mama apa kabar?"


"Alhamdulillah baik sayang, kemarin aku telpon. oh ya rencana nya mama juga mau pulang ke Makassar karena kan saudara mama hampir semua nya disana."


"terus kamu izinin mas?"


"iya sayang, karena sebenarnya mama memang udah lama mau tinggal disana tapi kemaren aku belum ngizinin karena kan makam papa juga disana."


"iya sih mas mungkin Mama juga rindu sama papa, kapan-kapan aku mau dong ziarah ke tempat papa."

__ADS_1


"iya sayang nanti ya ins syaa Allah kalau kita antar mama nanti."


"bener ya mas."


"iya sayang."


"udah ya aku berangkat dulu, kamu jangan terlalu capek."


"oke siap bos. hati-hati ya. jangan lupa sholat."


"iya sayang, aku berangkat ya Assalamu'alaikum." ucap Eza sembari mencium kening Nadira


tak lupa pula Nadira mencium tangan suami nya.


"wa'alaikumussalam."


Eza sudah pergi ke rumah sakit, Nadira pun kembali membereskan alat-alat makan yang ada di atas meja.


"biar mbok aja non."


"nggak apa-apa mbok biar aku aja, mbok sarapan dulu gih."


"mbok udah sarapan non."


"iya udah kalau gitu mbok, aku ke belakang dulu ya."


"biar mbok aja non."


"aku aja mbok sekali-kali kan lagian ini juga dikit kok."


"ya udah kalau gitu non, mbok siram tanaman aja ya."


"oh iya mbok."



melihat story itu Nadira langsung mengirim pesan dengan Eza.


"mas maksud nya itu apa, kamu buka lowongan buat cewek lain gitu😒"


Eza langsung membuka ponselnya betapa terkejut nya Eza, ternyata itu ulah sahabat nya Rehan.


"astaghfirullahaladzim Rehan."teriak Eza


Eza langsung keluar ruangan dan masuk keruangan Rehan. Rehan yang melihat wajah Eza seperti ingin marah langsung mundur.


"maksud kamu apa Han buat story di WhatsApp aku kayak gini. lihat nih istri aku sampe ngirim pesan kayak gini tanggung jawab kamu Han."


"hahaha, oke-oke sini video call aja Nadira nya."


Eza menghapus story di WhatsApp nya kemudian dia video call Nadira.


"assalamu'alaikum sayang."ucap Eza takut


"wa'alaikumussalam maksud nya apa buat kayak gitu mas."tanya Nadira kesal


"bukan aku lho sayang nih biang kerok nya."jawab eza sambil memperlihatkan Rehan


"hehehe maaf ya Ra, itu tu foto Eza sebelum nikah sama kamu. hehe aku cuma iseng aja kok."


"hmm bapak-bapak dua ini ya, pagi-pagi udah bikin kesel aja. bener ya mas."


"iya sayang."

__ADS_1


"ya udah dech lanjut dulu kerja nya."ucap Nadira sembari tersenyum


"dimaafin kan."tanya Eza sambil nyengir


"ia dimaafin kecuali tu bapak satu lagi."


"lah jangan gitu dong Ra."


"hehehe ya udah dech assalamu'alaikum mas."


"wa'alaikumussalam sayang."


"ulangi lagi yang kayak gini Han biar jantungan aku."ucap Eza sembari menyentil kening rehan


"hahaha ampun bos."


Eza meninggalkan Rehan yang terlihat begitu senang karena berhasil mengerjai sahabat nya itu.


****


di tempat lain Mira sedang di rumah Bu Hafsah.


"ummi."


"iya nak, kenapa?"


"Mira udah berbuat salah dengan Nadira ummi."


"salah seperti apa nak?"


"kemarin Mira udah marah-marah sama Nadira bahkan Mira sudah menampar Nadira, tidak hanya itu ummi Mira juga menuduh Nadira bahwa Nadira lah yang menjadi penyebab Mira keguguran."


"astaghfirullahaladzim nak, kok bisa sampe gitu emang nya ada masalah apa?"


Mira menarik nafas panjang kemudian ia menceritakan semua nya dengan Bu Hafsah.


"astaghfirullahaladzim nak."ucap Bu Hafsah terkejut


"Nadira sudah jelaskan semua nya dengan Mira ummi tapi hati Mira seakan-akan tertutup dengan penjelasan Nadira itu bahkan mas Rangga pun sudah menjelaskan nya dengan mira."


"astaghfirullahaladzim nak, disini ummi nggak tau siapa yang benar dan siapa yang salah tapi ummi nggak mau kamu gegabah lagi nak."


"iya ummi Mira minta maaf."ucap Mira terisak-isak


"sudah nak, terus gimana sama Nadira sekarang?"


"Mira belum ketemu sama Nadira ummi, Mira telpon tapi Nadira tolak."


"kasih Nadira waktu nak, mungkin dia masih shock atau apa kan."


"iya ummi, terima kasih ya ummi udah mau dengerin Mira.


"iya sayang sama-sama, kamu harus minta maaf sama Nadira apalagi kalian kan sahabat jangan sampai tali silahturahmi itu terputus begitu saja."


"iya ummi, Mira benar-benar menyesal. Nadira mau nggak ya ummi maafin Mira."


"ins syaa Allah nak, Nadira kan anak yang baik. nggak mungkin dia tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. apa lagi kamu adalah sahabat nya sendiri."


"aamiin semoga ya ummi."


"iya sayang percaya sama ummi ya."


"iya ummi,"ucap Mira sembari memeluk Bu Hafsah dengan erat begitu juga dengan Bu Hafsah ia memeluk Mira dengan hangat.

__ADS_1


****


__ADS_2