
"semoga Allah selalu melindungi kita, pernikahan kita dari apapun yang mencoba untuk menghancurkan ya mas. aku harap kamu bisa selalu disamping aku sebelum aku pergi ninggalin kamu."
"sayang kok ngomong nya gitu, kamu nggak boleh pergi kemana-mana tanpa aku."
"hehehe iya mas."
drrrtttt
bunyi ponsel Eza.
"siapa mas?"
"biasa lah sayang Rehan."
deg
jantung Nadira terasa ingin copot, ia khawatir kalau Rehan akan memberi tau Eza tentang penyakit nya.
"kenapa Han? ganggu aja kamu."
"hahaha, lagi dimana za?"
"di rumah."
"oh gitu nanti malam kita keluar yuk sama kedua istri kita."
"hmm, jangan malam ini lah han.malam besok aja ya, aku capek tau."
"oh ya ya, oke dech malam besok berarti ya."
"iya han, besok ins syaa Allah aku juga udah masuk lagi."
"syukurlah, kamu tau nggak aku capek banget pas kamu nggak ada za, kejam memang mereka."
"hahaha iya-iya maaf han."
"it's okay za. ya udah dech aku matiin ya. Assalamu'alaikum."
"wa'alaikumussalam."
*****
jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore, Nadira yang lagi dikamar tiba-tiba memanggil Eza yang sedang berada di ruang tamu.
"mas."teriak Eza
Eza yang mendengar Nadira berteriak langsung pergi ke kamar.
"ada apa sayang?"tanya Eza khawatir
"lho kok wajah nya gitu.haha."
"kamu sih bikin khawatir aja, ada apa sayang?"
"aku pengen makan soto."
"hmmm soto."
"iya tapi aku mau ikut ya mas."
"ya udah ayo sayang tapi pake jaket ya."
"siap bos."ucap Nadira sembari hormat dengan Eza
__ADS_1
"gemes dech. hehehe."ucap Eza sembari mengusap kepala Nadira
kedua nya pun pergi keluar untuk mencari orang yang jual soto.
"eh itu mas, Abang soto nya."ucap Nadira sembari menunjuk ke arah seberang jalan
"iya sebentar ya sayang."
Eza menghentikan mobil nya di depan sebuah warung soto. kedua nya pun turun. saat mereka ingin masuk tak sengaja Nadira bertemu dengan Mira, kedua nya saling bertatapan.
"Ra."panggil Mira
Mira langsung mendekati dan memeluk Nadira, air mata nya sudah tidak terbendung lagi. Eza yang melihat itu hanya terdiam.
"Ra aku kangen sama kamu, aku minta maaf."ucap Mira lirih
"mir, aku sudah maafin kamu kok. jangan nangis."ucap Nadira
Mira melepaskan pelukannya ia menatap Nadira dengan penuh penyesalan.
"nggak usah nangis, kamu apa kabar?"tanya Nadira
"aku baik Ra, aku benar-benar kangen sama kamu. aku minta maaf Ra maaf."ucap Mira dengan air mata yang terus mengalir
"mir sudah jangan nangis lagi ya aku udah maafin kamu."ucap Nadira sembari mengelus pundak Mira
"terima kasih ya Ra, za aku minta maaf ya."
"iya mir."jawab eza datar
"hmm kamu sama siapa kesini?"
"sama mas Rangga Ra, dia lagi ke toilet."
"sayang ayo ntar keburu Maghrib."ucap Eza
"iya mas, sebentar ya mir."
Eza menarik tangan Nadira ke tempat kasir untuk memesan soto. setelah selesai keduanya memutuskan untuk langsung pulang. sementara Mira hanya menatap kedua nya, ia menyadari bahwa Eza belum memaafkan nya. Nadira yang menyadari itu langsung meminta izin dengan Eza.
"mas, aku boleh kan ketemu sama Mira sebentar aja."
"iya udah sayang pergilah, hati-hati."jawab eza datar
Nadira pun kembali keluar dari mobil, lalu Nadira mendekati mira.
"mir, maaf ya aku nggak bisa lama-lama disini, ini nomer aku kemaren aku ganti nomer nanti kamu hubungi aku aja ya."ucap Nadira sembari memberikan kartu nama pada Mira
"iya Ra, terima kasih."ucap Mira sambil memegang tangan Nadira
"iya sama-sama, aku pulang dulu ya. assalamu'alaikum"
"wa'alaikumussalam Ra."
Eza melajukan mobil nya menuju rumah tanpa bicara apapun.
"lho sayang kok berdiri disini?"tanya Rangga yang tiba-tiba muncul di belakang Mira
"mas, tadi aku ketemu sama Nadira."jawab Mira senang
"oh ya, syukurlah kemana Nadira nya?"
"dia sudah pulang mas."
__ADS_1
"oh gitu ya udah kita pulang juga ya sayang."
"iya mas."
***
sesampainya di rumah Nadira tidak langsung turun dari mobil.
"ayo turun."ucap Eza datar
"hmm, kamu tu kenapa sih mas?"
"nggak apa-apa, ayo masuk udah mau Maghrib."
Nadira pun turun dengan perasaan kesal dengan Eza.
"kamu kenapa?apa kamu nggak suka sama Mira?"
"kok bahas Mira."
"apa salah nya kalau dia minta maaf sama aku mas."
"nggak ada yang salah tapi aku belum bisa maafin dia."
"kenapa?"
"kamu masih tanya kenapa? setelah apa yang telah dia lakukan sama kamu."
"mas itu semua hanya kesalahpahaman aja, lagi pula aku bisa mengerti bagaimana perasaan Mira pada saat itu."
"iya kamu bisa menerima nya tapi tidak dengan ku, oh aku tau apa kamu senang karena kamu melihat buku diary Rangga tentang rasa cinta nya sama kamu?"
"mas cukup ya, kok kamu jadi gini."
"kenapa? apa kamu memang masih ada rasa sama Rangga atau memang benar apa yang dikatakan oleh Mira kalau aku hanya pelampiasan buat kamu."
"astaghfirullahaladzim, mas maksud kamu apa?"
"mungkin kemarin kamu cuma kasihan sama aku kan, karena aku udah nggak mau lama-lama lagi jadi nya kamu terima aku."
"mas cukup ya, kenapa kamu juga menyakiti aku sekarang. aku tidak pernah menjadikan kamu sebagai pelampiasan dan perasaan ku dengan Rangga sudah tidak ada lagi. kenapa sekarang kamu malah meragukan aku atau kamu yang masih mencintai masa lalu kamu mas."
"apa, maksud kamu aku sama Anita?"
"iya, kamu masih mencintai nya kan, aku tau bagaimana tatapan nya terhadap mu kemarin."
"iya terus aja lanjut kan, Sekarang kamu sudah baikan sama Mira, kamu bisa kapan saja bertemu sama Rangga? lagian aku bisa melihat bahwa Rangga masih ada rasa dengan mu."
"cukup mas cukup."teriak Nadira
"astaghfirullahaladzim non, Aden kalian kenapa?"tanya mbok Atun dari dapur
kedua nya tak ada yang menjawab Eza memilih untuk pergi sementara Nadira masuk ke kamar.
terdengar suara adzan berkumandang, Nadira segera mengambil wudhu dengan air mata yang terus saja mengalir.
selepas sholat Nadira hanya terdiam di atas sajadah, dia tidak tau lagi harus berbicara apa, dada nya terasa sesak dengan linangan air mata di pipi nya.
sementara Eza berhenti di sebuah masjid untuk melaksanakan sholat, setelah itu Eza pergi kesebuah kafe. Eza hanya diam di kafe itu sekali-kali ia meminum kopi nya. setelah merasa cukup tenang Eza memutuskan untuk pulang.
sesampainya di rumah Eza langsung ke kamar, ia melihat Nadira sedang duduk di balkon kamar tak ada suara apapun dari keduanya.
*****
__ADS_1