
"pa, Viko, vino."teriak Bu Alya
mereka yang mendengar teriakan Bu Alya langsung berlari ke kamar Nadira begitu juga dengan Eza
"astaghfirullahaladzim mbak."teriak Viko panik
Viko langsung menggendong tubuh mungil Nadira menuju mobil. Eza yang melihat itu juga ikut khawatir.
"pakai mobil Abang aja."
Viko pun langsung memasukkan Nadira ke dalam mobil Eza.
"mama masuk mobil bang Eza aja ma, pa. biar Viko sama vino nyusul."
mobil Eza pun sudah melaju dengan cepat menuju rumah sakit. Bu Alya yang baru sadar kalau Nadira belum memakai hijab langsung ditutup nya pakai tangan nya. Eza yang menyadari itu langsung memberi tau Bu Alya kalau ada jilbab mama nya di belakang.
"tante maaf di belakang ada jilbab mama pakaikan aja dulu sama Nadira."ucap Eza tanpa melihat ke arah belakang
Bu Alya pun mengambil jilbab nya lalu memakaikan nya dengan Nadira.
tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah sakit, Eza langsung meminta tolong pada perawat untuk membawa brankar.
Nadira pun dibawa ke ruang UGD. pak Ahmad sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi ia sangat mengkhawatirkan keadaan putri nya itu.
"pa, ma tenang ins syaa Allah mbak baik-baik aja kok."ucap vino
tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD
"keluarga pasien?"
"iya dok saya mama nya, gimana keadaan anak saya."
"Alhamdulillah keadaan nya sudah mulai stabil Bu. tapi memang harus di rawat terlebih dahulu disini."
"baik dok bolehkah kami masuk?"
"silahkan Bu."
mereka pun masuk ke dalam ruangan terlihat Nadira sudah mulai sadar.
"ma, pa kok Nadira bisa disini."tanya Nadira lemah
"tadi kamu pingsan nak."
"udah nggak usah banyak gerak dulu."ucap Viko
setelah beberapa menit kemudian pak Ahmad dan Bu Alya izin kebawah untuk sholat begitu juga dengan Viko dan vino mereka pergi ke Indomaret untuk membeli beberapa kebutuhan. tinggal lah Eza yang menemani Nadira.
"permisi ini makanan nya ya mbak."
"terima kasih Bu."ucap Eza
"kamu makan dulu ya, udah itu minum obat."ucap Eza tanpa melihat ke arah Nadira
"iya mas."
"bisa makan sendiri?"
"ins syaa Allah bisa mas."
"ya udah habisin ya."
"kamu tu udah tau punya sakit asam lambung terus nggak makan, gimana ceritanya coba."
"iya tadi tu nggak sempat mas."
"nggak sempat kenapa?"
"kan aku harus urus semua nya."
"kamu yang ngerjain."tanya Eza kesal
__ADS_1
"nggak sih."jawab Nadira
"nanti kalau kamu udah jadi istri aku nggak ada lagi nih kayak gini, alasan sibuk lah ini lah kamu nggak lihat betapa khawatir nya om sama Tante."
"iya aku tau mas, kok kamu marah."tanya Nadira sedih
"aku nggak marah Ra, aku cuma nggak mau kamu sampai kayak gini lagi."
"iya mas maaf."
"hmm, habisin bubur nya udah itu minum obat, tinggal besok lho Ra masa iya aku sendiri."
"ins syaa Allah besok aku juga mau pulang mas."
"maka nya harus minum obat."
"iya bawel. ternyata kamu bawel juga ya mas sama kayak papa."
"iya kan calon mantu nya."
"hmm, ape lah tu."
"hahaha jadi Upin nih."
"hehehehe."
setelah selesai makan dan minum obat Nadira membaringkan tubuhnya kembali.
****
ke esokan hari nya Nadira sudah meminta dengan dokter untuk mengizinkan nya pulang. dokter pun mengizinkan dengan syarat Nadira harus beristirahat.
"oke saya izinkan tapi kamu harus istirahat ya."
"iya dok."jawab Nadira
setelah mengurus segalanya Nadira pun pulang ke rumah. ternyata sedari tadi Mira sudah menunggu nya di rumah.
"ya Allah Ra."
"sendirian Ra mas Rangga masih di pondok."
"oh iya, vik mbak duduk disini dulu ya."
"tapi mbak."
"nggak apa-apa kok bentar aja."
"ya udah dech mbak jangan lama-lama ya.",
"mana calon mu Ra?"
"tadi dia langsung pergi mir karena dia ada dinas siang."
"hmm gitu, gimana deg deg an nggak?"
"banget mir. besok kamu Dateng ya.harus pokok nya."
"ins syaa Allah, om sama Tante mana?"
"masih di depan ada tamu. Tante sama om gimana kabar nya?"
"Alhamdulillah baik juga ra."
"mungkin kalau lamaran nya aku belum undang om sama Tante kasian juga kan lumayan jauh."
"iya Ra nggak apa-apa kok mereka pasti ngerti juga."
"eh kamu udah makan belum mir?"
"udah Ra tadi sebelum kesini aku udah makan kok."
__ADS_1
"kalau mau makan atau minum ambil sendiri aja ya mir."
"iya Ra, kamu kalau mau istirahat nggak apa-apa biar aku antar."
"nggak usah mir nanti aja aku ke kamar nya.",
"hmm ya udah kalau gitu mah."
"eh ada Mira, sejak kapan disini mir?"
"dari tadi Tan, Tante apa kabar?
"Alhamdulillah baik, maaf ya kemarin pas kamu nikah Tante nggak dateng karena masih di Semarang."
"iya Tante nggak apa-apa."
"gimana udah isi belum."
"belum Tan, doain aja ya Tante."
"iya sayang sabar aja."
"iya Tan."
"Ya udah Tante ke belakang dulu ya."
****
ditempat lain Eza masih berada di rumah sakit. ia lagi ngobrol dengan Rehan
"besok datang ya awas aja nggak."ucap Eza
"iya besok aku datang kok."
"gimana keadaan Nadira sekarang za?"
"Alhamdulillah sudah cukup membaik, sebenarnya aku belum ngizinin buat dia pulang sih cuma dia nya nggak mau di rumah sakit."
"iya sih za mungkin Nadira nggak mau dong biarin kamu aja yang datang besok kan."
"iya mungkin."
"akhirnya doa ku terkabul juga."ucap Rehan
"doa apaan tu."
"ya biar kamu nikah sama Nadira biar kita jadi besan nanti."
"aduh, nggak mau aku besanan sama kamu kasian anak aku mertua nya cerewet kayak kamu."
"wah ngajak berantem ni anak."
"hahaha memang benar kok. eh nanti kalau aku udah nikah kita traveling yuk."
"boleh tu za. Rani ngomel terus sama aku karena nggak pernah ajak dia jalan-jalan."
"hahaha kasihan sekali kamu ya, tapi alya belum isi kan? ntar bahaya lagi."
"belum sih za tapi semoga secepatnya."
"aamiin. aku mau tanya dong kalau nanti kamu udah punya anak kamu akan beda nggak sama istri mu."
"ins syaa Allah nggak sih za, karena ya gimana ya sulit untuk di jelas kan."
"iya memang jangan, ibarat nya jangan setelah anak kita lahir terus kita udah nggak perhatian lagi sama istri kita."
"iya za kamu bener banget."
"udah ah ayo kita pulang kasian istri aku pasti udah nungguin di rumah, kamu nggak mau pulang?"
"pulang lah."
__ADS_1
Eza dan Rehan pun pergi meninggalkan rumah sakit.
****