
"Ra, kok diem?"tanya Mira heran
"hmm, nggak apa-apa mir. anak aku udah meninggal."
"innalilahi wa innalilahi rojiun, serius Ra? Sabar ya Ra. maaf aku nggak tau apa-apa Ra."ucap Mira
"nggak apa-apa kok mir, biasa aja kok."jawab Nadira sembari tersenyum
"oh ya Tante apa kabar?tanya Nadira pada Bu Hafsah
"Alhamdulillah baik, kamu yang sabar ya nak."
"iya Tante terima kasih, oh ya kapan lahiran nya mir?"
"ins syaa satu Minggu lagi Ra."
"Masya Allah semoga lancar ya, sehat-sehat bumil."
"terima kasih Ra, kamu kalau nggak keberatan temani aku ya."
"hmm, maaf ya mir Minggu depan aku mau berangkat umrah sama mas Eza. nanti kalau aku udah pulang aku pasti jenguk kamu ya."
"iya Ra, semoga lancar ibadah nya ya."
"Aamiin, ya udah aku kesana dulu ya. permisi."
Nadira pun kembali ke meja nya, Nadira terlihat tersenyum ketika melihat Eza
"sudah sayang?"
"udah mas, makasih ya "
"untuk apa sayang?"
"iya karena kamu udah ngizinin aku buat ketemu sama Mira."
"hmm, sama-sama. ya udah makan dulu mie ayam nya ntar keburu dingin."
kedua nya pun menikmati mie ayam tersebut, setelah selesai makan mereka langsung kembali ke rumah.
*****
di tempat lain, Bu Alya dan pak Ahmad sedang duduk di ruang tamu. mereka lagi menunggu seseorang. tak lama kemudian suara mobil Viko masuk ke dalam pekarangan rumah.
"aku takut bang."ucap putri
"nggak apa-apa mama nggak akan marah kok."ucap Viko
putri adalah kekasih dari Viko, mereka baru menjalin hubungan selama satu tahun ini.
mereka pun turun dari mobil, Viko mengajak putri untuk masuk.
"assalamu'alaikum ma, pa."
"wa'alaikumussalam bang."jawab keduanya sembari melihat ke arah Viko
"assalamu'alaikum Tante, om."ucap putri malu
"wa'alaikumussalam, oh ini ya yang nama nya putri. ayo duduk nak."ucap Bu Alya ramah
"terima kasih Tante."jawab putri sembari duduk di hadapan kedua orang tua Viko
"vino mana ma?"tanya Viko
"ada di kamar kata nya mau ngerjain tugas."
__ADS_1
"oh gitu, sebentar ya put aku ke kamar dulu."ucap Viko sengaja
"ih kurang ajar, bisa-bisa nya dia tinggalin aku disini."gerutu putri
"putri kuliah dimana?"
"satu kampus sama bang Viko, Tan."
"hmmm, jurusan apa?"
"manajemen Tante."
"oh gitu, ya udah Tante ke belakang dulu ya mau nyiapin makan malam."
"putri bantuin ya Tante."ucap putri
"ya udah boleh ayo kita ke belakang."
Putri dan Bu Alya menyiapkan makan malam, sementara Viko sudah kembali ke ruang tamu
"dasar kamu ya vik."
"hahaha, apa sih pa."jawab viko
"kemana dia pa?"
"itu lagi bantu mama di belakang. baru pertama kali udah kamu tinggalin aja untung dia nggak jantungan."ucap pak Ahmad
"hahaha, biarin pa."
"pa, viko ayo makan."panggil Bu Alya
"iya ma."
mereka pun pergi ke dapur, Putri menatap Viko seolah-olah siap untuk memangsa nya namun Viko hanya tersenyum.
"vino nggak ikut makan ma?"
"adik mu udah makan, tadi dia duluan karena dia kesal banyak banget tugas nya."
"hahaha dia kan memang kebiasaan suka numpuk tugas. giliran udah deadline semua orang dia diamkan."gerutu Viko
"udah udah ayo makan dulu."
mereka pun menikmati hidangan itu. setelah selesai mereka kembali ke ruang tamu sementara Bu Alya dan putri membereskan alat makan.
"mau kopi nggak pa?"tanya Bu Alya dari dapur
"nggak ma."
Bu Alya dan putri juga ikut duduk di ruang tamu.
"putri udah semester berapa?"tanya pak Ahmad
"sama kayak Abang om."
"oh syukurlah kuliah yang bener biar cepat di wisuda ya, nanti kalau udah selesai kuliah rencana nya mau kemana?"tanya pak Ahmad
"hmmm, belum tau om."
"ins syaa Allah nikah pa."jawab Viko lantang
"oh gitu, emang putri udah siap?"tanya pak Ahmad
putri hanya tersenyum malu gara-gara ulah Viko
__ADS_1
drrrrtttt
tiba-tiba ponsel Bu Alya berbunyi
"hallo Assalamu'alaikum nak?"
"wa'alaikumussalam mama, mama sama papa apa kabar?"
"Alhamdulillah mama sama papa baik-baik aja, kamu sendiri gimana kabar nya?"
"Alhamdulillah baik ma."
"maaf ya nak, karena mama nggak bisa nemanin kamu."
"nggak apa-apa ma,.Nadira ngerti kok lagian kalau mama bolak balik kasihan mama nya bisa-bisa mama sakit nanti."
"iya sayang,.oh ya ini adik mu bawa pacar nya ke rumah."
"hah, dia pacaran ma?"
"mama."panggil Viko sembari melotot kan mata nya
"nggak kok bukan pacar, mereka baru temanan aja."elak Bu Alya karena dia tau bagaimana putri nya itu jika tau adek nya pacaran
"hmm, awas aja kalau ketahuan."
putri yang mendengar itu langsung kena mental, dia hanya diam. walaupun sebenarnya Nadira tau bahwa mereka berteman dekat bahkan mungkin lebih dari teman.
"coba speaker nya di hidupkan aja ma."ucap Nadira. Nadira tau bagaimana perasaan putri sekarang
"put, ini mbak Nadira. mbak minta maaf ya kalau misal nya kata-kata mbak itu terkesan menyakiti hati putri. tapi maksud mbak walaupun kalian teman dekat atau mungkin lebih dari itu harus tau batasan. dan untuk Viko selalu ingat pesan mbak ya."
"iya mbak."
"ya udah dech lanjut aja cerita nya. oh ya sampe lupa mama, papa dua minggu lagi Nadira sama mas Eza akan berangkat umrah. doa kan ya ma pa semoga ibadah nya di lancarkan dan semoga nanti kita bisa naik haji bareng ya ma."
"Aamiin, iya nak kalian hati-hati ya."
"iya ma, ya udah Nadira tutup dulu telpon nya ya. mama sama papa baik-baik disana ya. assalamu'alaikum."ucap Nadira
"wa'alaikumussalam."
sambungan telepon pun terputus.
"put mbak itu bukan marah atau apa, cuma dia khawatir aja gitu."
"iya Tante, putri ngerti sebelum nya Abang juga udah pernah cerita gimana perhatian mbak Nadira sama adik-adik nya."ucap putri
"syukurlah kalau kamu bisa mengerti."
"ya udah ma, pa Viko langsung antar putri dulu ya, takut kemalaman nanti."
"iya kalian hati-hati ya."
"pamit dulu ya Tante, om."ucap putri sopan
di perjalanan putri hanya diam saja.
"kok diem, kenapa?"
"nggak apa-apa bang, cuma jantung nya terasa mau copot aja."ucap putri yang membuat Viko tertawa
"hahaha, nggak apa-apa kan pendekatan."
"hmm kamu tu memang jail, untung Tante nya baik kalau nggak mampus aku."ucap putri
__ADS_1
"hahaha, Uda dech ngelawak nya kan mama nggak sampe makan kamu."ucap Viko yang terus tertawa
****