PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 62. Jatuh


__ADS_3

hari ini Nadira benar-benar sibuk melayani para customer. Nadira sampai kewalahan namun untung saja ada karyawan lain nya yang membantu nya.


"permisi mbak, ada yang telpon mbak."ucap Ratih sembari memberikan ponsel Nadira


"oh, dari siapa Rat?"


"mama mbak."


"oh ya tolong kamu urus dulu ya, mbak ke belakang dulu sebentar."


"hallo Assalamu'alaikum ma."


"wa'alaikumussalam sayang, apa kabar?"


"Alhamdulillah baik ma, mama sama papa apa kabar?"


"Alhamdulillah baik juga, lagi dimana sekarang Ra?"


"butik ma, ada apa ma?"


"nggak apa-apa sih nak, mama cuma kangen aja."


"Nadira juga ma, nanti ins syaa Allah nadira kesana ya ma."


"iya sayang, ya udah kamu lanjut aja dulu kerja nya ya, nanti mama telpon lagi."


"baik ma, Assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam."


Nadira kembali ke meja kasir. dan ia kembali melayani customer dengan keramahan nya.


****


di Surabaya, selepas rapat dengan para dokter disana, Eza kembali ke hotel nya. Eza satu kamar dengan Rehan namun berbeda tempat tidur.


Eza berdiri di balkon kamar nya sembari memandang luas nya kota Surabaya. hati nya bertanya-tanya lagi dimana dan apa istri nya sekarang, namun Eza belum ingin menghubungi Nadira tapi Eza memilih untuk bertanya dengan mbok Atun.


"hallo, Assalamu'alaikum den."ucap mbok Atun


"wa'alaikumussalam, lagi dimana mbok?"


"di rumah den lagi masak, ada apa den?"


"non kemana?"


"hmm non ke butik den."


"hmm gitu, apa dia bertanya tentang aku mbok?"


"iya den, tapi non seperti nya kecewa sampe non nggak mau sarapan lagi di rumah."


"ya udah mbok, biar nanti aku hubungi dia."


"baik den."


Eza pun mematikan telpon nya, kemudian ia mencari nomer istri nya lalu menelpon nya.


namun tak ada jawaban dari Nadira. lalu Eza mengirimkan pesan pada raisa


"kalau masih marah sama aku nggak apa-apa tapi kamu harus ingat kesehatan kamu, kata mbok kamu nggak sarapan tadi pagi, tapi untuk siang ini jangan lupa untuk makan dan istirahat."pesan dari Eza


Nadira yang mendengar suara notifikasi di ponsel nya langsung membuka nya.


namun pesan dari Eza hanya di read nya saja lalu ia meletakkan kembali ponsel nya.


*****


di tempat lain, di kantor polisi Anita dan Tante Rita sedang bertemu dengan seorang wanita, wanita itu tak lain adalah Santi anak dari Tante Rita. Santi begitu sedih melihat mama nya mendekam di penjara sementara keluarga nya yang lain sudah tidak peduli lagi dengan mama nya.

__ADS_1


"ma ayo kita pulang."ucap Santi sembari menangis


"bagaimana mungkin Mama bisa keluar dari sini sedangkan Abang mu itu tidak mau membebaskan mama."


"apa yang harus Santi lakukan ma?"


"apa kamu mau menuruti perintah mama.?"


"iya ma."


"kamu hancurkan rumah tangga Abang mu dengan wanita itu."


"bagaimana cara nya ma?"


"kamu harus berpikir sendiri." ucap Tante rita


"apa yang kalian bicarakan."tanya polisi yang menjaga disana


"tidak ada pak."


"kamu paham maksud mama?"


"iya ma, Santi janji."


"ya udah sekarang kamu pulang lah ke Makassar agar tidak ada orang yang mencurigai mu."


"baik ma."


Santi pun meninggalkan kantor polisi. hati nya kini sudah dipenuhi dengan kebencian terutama pada Nadira.


"lihat saja apa yang akan aku lakukan dengan mu."ucap Santi dengan wajah yang penuh dengan kemarahan


*****


jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore, namun Nadira masih berada di butik. malam ini ia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah.


"mbak belum pulang?"tanya Ratih


"iya mbak, kenapa mbak nginap disini?"


"nggak apa-apa mbak masih ada kerjaan sedikit, kalian pulang aja."ucap Nadira


"baik mbak. kami pamit dulu. assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam."


Nadira hanya sendirian di butik.


Nadira menyandarkan punggungnya di sofa, tubuh nya terasa sangat lemas.


"hmm, lapar."batin Nadira sembari mengelus perut nya yang sudah keroncongan


Nadira pun melihat ke arah luar ternyata ada pedagang ketoprak. Nadira pun keluar dan langsung membeli ketoprak.


setelah selesai Nadira kembali ke dalam butik ia memakan ketoprak itu dengan lahap.


drrtttt


ponsel Nadira berbunyi, Nadira pun mengangkat telpon nya.


"assalamu'alaikum non."


"wa'alaikumussalam, ada apa mbok?"


"non masih di butik?"


"iya, kenapa mbok?"


"kok non belum pulang?"

__ADS_1


"aku memang nggak akan pulang mbok, malam ini aku nginap disini."


"tapi non."


"tapi apa mbok?"


"tapi nanti mbok di marahin Aden."


"kenapa dia marah, lagian dia juga tidak tau mbok."


mbok Atun terdiam, dia bingung


"hallo mbok, mbok nggak usah khawatir aku baik-baik aja disini."


Nadira mematikan telpon nya, dan meletakkan ponsel nya.


setelah selesai makan, Nadira istirahat sebentar kemudian ia membersihkan tubuh nya kemudian ia sholat Maghrib.


selepas sholat Nadira duduk kembali di sofa. tiba-tiba ada yang mengetuk pintu butik


ternyata itu adalah Eza.


#flashback on


"hallo den, Aden kapan pulang?"tanya mbok Atun


"hari ini saya akan pulang, ada apa mbok?"


"anu den non belum pulang, kata nya mau nginap di butik."


"oh gitu ya udah nanti biar aku yang jemput."


"ba...baik den."


sambungan telepon pun terputus.


#flashback off


Nadira pun membuka pintu, Eza terlihat begitu dingin dan cuek.


"kamu udah pindah ke sini?"tanya Eza


Nadira tak menjawab, kemudian Eza langsung masuk dan duduk di sofa


"mau ngapain kamu kesini mas?"


"sekarang pulang."bentak Eza


"aku nggak mau pulang, biarin aku tidur disini."jawab Nadira


"oh gitu, oke. aku juga akan tidur disini."


"nggak usah lebih baik kamu pulang."bantah Nadira


"kamu tu kenapa sih? oke kalau kamu memang mau aku pergi, aku akan pergi."


Eza berdiri dan meninggalkan Nadira yang masih diam mematung. saat Eza ingin membuka pintu tiba-tiba Nadira membuka suara.


"oke aku akan pulang."ucap Nadira


Eza langsung keluar dan menunggu nya di mobil. tak lama kemudian Nadira pun keluar. namun saat Nadira sedang berjalan tiba-tiba kaki nya tersanjung dan kemudian Nadira terjatuh. Eza langsung keluar dari mobil dan mendekati Nadira.


Nadira merintih kesakitan sembari memegang kaki nya. Eza menolong nya untuk berdiri namun Nadira langsung berteriak.


"astaghfirullahaladzim."ucap Nadira dengan mata yang sudah berkaca-kaca


ternyata kaki Nadira sudah bengkak, tanpa aba-aba eza langsung menggendong Nadira tanpa melihat wajah Nadira.


Eza pun melajukan mobilnya menuju rumah tanpa bicara apa-apa sementara Nadira masih saja merintih kesakitan sembari memegang kaki nya. sekali-kali ia menghapus air mata nya.

__ADS_1


"hmmm, apa ini gara-gara aku udah durhaka sama mas Eza ya."batin Nadira sambil melirik ke arah eza


****


__ADS_2