PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 83. Rumah Sakit Jiwa


__ADS_3

setelah beberapa hari kemudian, sepulangnya dari rumah sakit Eza menyempatkan diri untuk pergi ke rumah sakit jiwa dimana Anita di rawat, hal ini bukan tanpa alasan karena pihak kepolisian sudah berapa kali meminta Eza untuk melihat kondisi Anita.


sesampainya disana,.Eza melihat Anita sedang melamun di sebuah kursi yang ada di taman rumah sakit. Anita terlihat sangat pucat, rambut nya berantakan.


"bagaimana keadaan Anita pak?"


"kata dokter kejiwaan Anita benar-benar sudah terganggu, setiap malam kata penjaga sini mbak Anita menangis dan meminta maaf, selain itu mbak Anita juga seperti orang ketakutan."


"terus kata dokter mbak Anita bisa saja sembuh, namun kesempatan itu sangat kecil."


"saya tidak bisa melakukan apa-apa pak, saya sebenarnya tidak tega tapi saya juga tidak mau dia bebas begitu saja. biarkan dia dirawat disini. kalau dia sembuh saya ingin hukum tetap berjalan namun jika tidak biar kan dia tetap disini pak."


"baik mas Eza, kami akan terus mengontrol mbak Anita."


"terima kasih pak, kalau begitu saya permisi dulu."ucap Eza sembari meninggalkan kedua polisi tersebut


"ya Allah kenapa dia bisa sampe gila seperti itu? apa itu hukuman dari mu untuk nya ya Robb. hamba mohon sembuh kan lah iya dari penyakit itu biarkan ia menjalani hukuman ini dengan keadaan sehat,berikan ia kesempatan untuk bertaubat kepada mu ya Allah."ucap Eza di dalam mobil


kemudian Eza melajukan mobilnya menuju rumah. tak lama kemudian Eza pun sampai.


"assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam mas."jawab Nadira sembari mencium tangan Eza


"lagi ngapain sayang?"


"nggak ada sih mas, lagi nonton aja. kamu kok tumben pulang nya telat?"


"hmm, tadi aku ke rumah sakit jiwa sayang."


"hah, ngapain kamu kesana mas?"


"jenguk orang."


"siapa?"


"Anita."


"astaghfirullahaladzim, maksud kamu Anita gila gitu mas?"


"iya sayang, sekarang dia di rawat disana."


"ya Allah, kok bisa sih mas."


"iya kita nggak tau lah sayang, semua nya pasti udah kehendak Allah."


"terus gimana kondisi Anita mas?"


"iya kayak orang stress lah sayang, kata dokter Anita sering menangis terus dia ngomong minta maaf."


"ya Allah, kasihan Anita mas."


"iya sayang, tapi kita nggak bisa ngelakuin apa-apa?"


"semoga Anita bisa sembuh ya mas."


"iya sayang, udah nggak usah dipikirin. aku mandi dulu ya."


"baik mas."


****


selepas sholat isya, nadira dan Eza mengobrol di balkon kamar.


"gimana sayang untuk acara pengajian sama siraman nya?"


"Alhamdulillah sih mas udah beres semua, mungkin besok mereka udah menyiapkan semua nya."

__ADS_1


"syukurlah, aku minta maaf ya sayang karena aku nggak bisa sepenuhnya nemani kamu buat ngurus semuanya."


"nggak apa-apa mas, aku juga ngerti, kan ada Viko sama Santi yang bantuin."


"iya sayang, kamu jangan terlalu capek.itu yang harus di ingat."


"iya mas."


"mama sama papa kapan kesini lagi?"


"mungkin lusa mas."


"hmm, iya sayang."


"tidur yuk mas, aku udah ngantuk mas."


"ya udah sayang, ayo."


Nadira dan Eza pun membaringkan tubuhnya, tak lama kemudian kedua nya pun terlelap.


*****


ke esokan hari nya


tok...tok..tok


ceklek


"eh den Rehan, ayo masuk den."


"terima kasih mbok, Eza nya ada?"


"ada den, sebentar ya mbok panggil kan."


mbok Atun pun pergi ke kamar Eza.


"iya mbok."


"di bawah ada den Rehan."


"oh iya sebentar ya mbok."


"kenapa mas?"tanya Nadira yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"nggak apa-apa sayang, mbok cuma bilang di bawah ada Rehan."


tak lama kemudian Eza pun turun ke lantai bawah menemui Rehan.


"ada apa Han? tumben pagi-pagi udah kesini."


"hahaha iya za, kebetulan tadi lagi jalan ya udah mampir aja kesini."


"hmm, aku kirain ada apa. kamu nggak dinas pagi."


"nggak za, kebetulan dokter Reni yang gantiin."


"oh gitu, mana arsha kok nggak di ajak."


"di rumah lah za, ya kan aku jalan pagi nya udah subuh masa iya aku bawa arsha, bisa habis aku sama mama nya."


"hahaha, iya juga ya."


"Nadira mana za?"


"ada lagi di kamar, baru selesai mandi."


"hmm, iya za. oh ya untuk acara pengajian sama siraman nya udah disiapin?"

__ADS_1


"udah Han, rencana nya sih hari ini udah mulai disiapkan, kan acara nya tinggal beberapa hari lagi."


"semoga lancar semua nya ya za, nggak sabar buat ketemu sama calon menantu."


"hmm mulai."ucap Eza sembari melempar bantal sofa ke arah rehan


"kenapa lah bapak-bapak ini."ucap Nadira yang baru saja turun dari kamar


"ini lho sayang, anak kita aja belum lahir dia udah bilang kalau anak kita calon mantu nya."


"hahahaha, ada-ada aja kamu Han, iya kalau anak aku mau."jawab Nadira sembari tertawa


"aduh besan ku ini, gimana toh."


"hahahaha."


"sudah lah, ayo sarapan dulu Han."


"nggak usah Ra, aku sarapan di rumah aja nanti."


"ya nggak apa-apa makan dikit aja dulu disini, nanti makan lagi di rumah."


"hmm, ya udah dech kalau kamu maksa."


"hmm, gaya mu Han, kalau mau makan ya makan aja kali."ucap Eza sembari melihat ke arah rehan


"hahahaha, maaf maaf bos."


"ih sejak kapan aku jadi bos kamu."


"sejak hari ini. hahaha."


"udah sarapan dulu nanti lanjut lagi ngoceh nya."sindir Nadira


Eza dan Rehan langsung terdiam mendengar ucapan Nadira.


mereka pun duduk di kursi makan dan mulai menikmati sarapan.


"kamu lahiran nya nanti gimana Ra?"


"hmm, kayak nya operasi aja han, soal nya mas Eza takut kalau aku lahiran normal."


"iya sih ra apalagi kan baby nya kembar jadi resiko buat lahiran normal itu agak sedikit berbahaya."


"iya, doa in aja semoga semua nya lancar."


"Aamiin, nanti kami juga akan temani kamu Ra."


"terima kasih."


"kamu nggak takut za."


"pertanyaan bodoh, ya takut lah Han masa iya aku nggak takut."


"hehehe, siapa tau kan."


"ada-ada aja memang kamu Han, emang kamu kemarin nggak takut pas Rani lahiran?"


"takut lah jantung aku aja rasa nya mau copot, tapi pas waktu arsha di keluarin dari perut Rani, Masya Allah za tanpa diminta air mata ini langsung mengalir begitu saja, aku langsung peluk Rani. kayak apa ya ibaratnya kita lihat sendiri pengorbanan istri kita itu, tanpa disadari itu membuat kita tau gimana perjuangan ibu kita dulu, terus setelah itu ya aku yang sering marah-marah nggak jelas sama Rani merasa menyesal gitu. kita baru cari uang aja udah ngeluh capek apalagi istri kita yang mengorbankan segalanya aja nggak ngeluh."


"iya maka dari itu han, kita aja yang ikut saat operasi Caesar aja gimana deg degan nya kan."


"yups betul za."


"udah makan aja dulu tu."ucap Nadira yang nggak tau harus berbicara apa


Eza dan Rehan pun terdiam dan mereka pun melanjutkan sarapan nya.

__ADS_1


****


__ADS_2