PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 29. Mendapatkan Hak


__ADS_3

hallo assalamu'alaikum readers sebelum kita lanjut jangan lupa untuk like dan komen ya readers agar author tambah semangat untuk membuat novel nya.๐Ÿค—


***


"assalamu'alaikum sayang."ucap Eza yang baru pulang dari rumah sakit.


"wa'alaikumussalam mas."jawab Nadira dari dapur


Nadira menghentikan pekerjaannya kemudian ia mendekati Eza lalu ia mencium tangan Eza begitu juga dengan Eza dia tidak pernah lupa untuk mencium kening istrinya.


"lagi ngapain."tanya Eza


"masak buat makan malam nanti."


"hmmm gitu, sayang aku boleh ngomong sesuatu nggak?"bisik Eza


"apa mas? kok serius banget?"tanya Nadira bingung


"sayang kalau aku minta hak aku nanti malam apa kamu sudah mengizinkan?"tanya Eza pelan


Nadira paham apa maksud suami nya itu, memang pernikahan mereka baru berjalan dua Minggu tapi mereka memang belum melakukan hubungan layak nya seperti suami istri pada umumnya. bukan tanpa alasan awal pernikahan Nadira memang belum siap kemudian satu Minggu kemaren Nadira datang bulan.


"hak apa mas?"tanya Nadira pura-pura tidak tau


"hmm itu sayang."


"apa?"tanya Nadira sembari tersenyum


"hmm kamu pasti tau lah apa maksud aku."


"aku beneran nggak tau tau lho mas."


"bikin cucu buat kedua mama dan papa serta ponak'an buat viko dan vino."


Nadira merasa geli dengan penjelasan Eza, beruntung mbok Atun lagi keluar sehingga tidak mendengar percakapan mereka.


"boleh kan sayang?"


"ins syaa Allah mas."


"Alhamdulillah, akhirnya."ucap Eza senang


Nadira tersipu malu oleh tingkah suami nya


"terima kasih sayang, jangan takut ya."


"udah mandi sana."


"oke siap sayang."ucap Eza sambil mencium kening Nadira


bagaimana pun Nadira memang mempunyai kewajiban untuk melayani suami nya, karena di agama Islam memang dijelaskan bahwa jika seorang istri tidak melayani keinginan suami maka dia akan berdosa besar.

__ADS_1


Nadira melanjutkan kegiatan memasak nya di dapur, tak lama kemudian makan malam pun sudah siap. setelah itu Nadira pergi ke kamar untuk mandi kemudian sholat Magrib.


selepas sholat kedua nya turun ke bawah untuk makan malam. sehabis makan kedua nya kembali ke kamar. Nadira dan Eza duduk di balkon kamar nya. Eza memeluk Nadira seolah-olah tak ingin berpisah.


"mas aku boleh tanya nggak."


"tanya apa sayang."


"kalau nanti misal nya aku lebih dulu ninggalin kamu, kamu nikah lagi nggak?"


"astaghfirullahaladzim kok ngomong nya gitu?"


"kan aku cuma tanya mas."


"ins syaa Allah aku nggak akan nikah lagi."


"kenapa?"


"karena aku ingin ketemu kamu lagi di surga nya Allah."


Nadira hanya terdiam mendengar jawaban dari Eza.


"aku juga mau tanya dong, kalau aku yang lebih dulu ninggalin kamu, kamu nikah lagi nggak?"


"ih kamu mah contoh pertanyaan aku dech."


"jawab sayang."


"aku ikut mas lah, masa iya aku sendirian disini."


"nggak mau mas sekarang kan aku udah milik kamu kan, kalau kamu pergi aku juga mau ikut kamu, walaupun aku nggak tau bakal ketemu kamu lagi apa nggak disana. karena mungkin kamu masih bisa hidup tanpa aku mas tapi aku nggak bisa."


"sayang kok sedih. maaf ya." ucap Eza lembut


Nadira memeluk suami nya itu begitu erat. kemudian Nadira bertanya lagi.


"hmm misal nya aku ketahuan selingkuh kamu bakal ninggalin aku nggak?"tanya Nadira


"lihat dulu selingkuh nya itu kayak apa, kalau masih bisa diperbaiki ya aku akan perbaiki, kamu sendiri kalau aku ketahuan selingkuh kamu gimana sayang."


"hmm kata mama dua kesalahan yang tidak bisa dimaafkan dari laki-laki adalah yang pertama perselingkuhan yang kedua menyakiti. karena kedua itu real dilakukan secara sadar jadiiiiiii kalau kamu selingkuh aku akan ninggalin kamu."jawab Nadira


"hmm ya ya memang perempuan itu selalu benar."ucap Eza gemes


saat mereka asik ngobrol terdengar suara adzan isya berkumandang.


"ayo sayang kita sholat biar bisa kita mulai."ucap Eza sembari memandang Nadira dengan wajah senang nya


"ih kamu mah, aku takut mas."


"nggak usah takut sayang nanti kita pelan-pelan aja ya."ucap Eza

__ADS_1


"awas aja lho."ancam Nadira


"iya sayang udah ayo sholat nggak baik lho nunda-nunda sholat."


kedua nya pun segera mengambil wudhu dan langsung melaksanakan sholat. tak lupa pula sehabis sholat kedua nya menadahkan tangan untuk memohon ampun dan berdoa kepada sang khalik.


selepas sholat kedua nya juga tidak lupa untuk berdoa sebelum mereka melakukan hubungan suami istri.


doa nya seperti ini :


Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maa razaqtanaa"


Artinya:


"Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."


kemudian baru lah mereka melakukan sesuatu seperti anjuran dalam Islam. (author tidak tau ya readers karena author belum menikah.๐Ÿ˜๐Ÿ˜) tapi inti nya Eza sudah mendapatkan hak nya. hehehe


setelah hubungan itu, kedua nya benar-benar merasa lelah Eza merasa puas tapi dia kasihan dengan Nadira seperti kesakitan.


"terima kasih ya sayang sudah menjaga nya untuk aku."bisik Eza


Nadira tersenyum karena bisa membuat Eza bahagia.


"ya Allah semoga ini bisa menjadi pahala untuk Nadira. terima kasih karena sudah menjaga Nadira dan kehormatan Nadira."batin Nadira


"maaf ya sayang, sakit ya?"


"sakit lah mas, tapi ins syaa Allah nggak apa-apa."jawab Nadira pelan karena nafas nya masih belum kumpul akibat ulah Eza


"hehehe tidur ya sayang, besok kan mau mandi dulu sebelum sholat subuh."bisik Eza


Nadira pun memejamkan mata nya, tak lama kemudian Nadira dan Eza terlelap. malam ini benar-benar malam bahagia bagi pasangan pengantin baru ini.


suara alarm sudah menunjukkan pukul jam empat pagi, Eza terbangun lalu ia membangunkan Nadira karena sebelum sholat subuh mereka harus mandi terlebih dahulu.


"sayang bangun yuk, mandi bentar lagi mau sholat subuh." bisik Eza lembut sambil mencium pipi Nadira


"iya mas."jawab Nadira serak-serak seperti orang bangun tidur


namun saat Nadira ingin bangun ia merasakan sakit di bagian bawah tubuh nya, baru lah ia ingat apa yang terjadi tadi malam. Eza merasa khawatir


"kenapa sayang."tanya Eza


"sakit mas."


"ya Allah maaf ya sayang."ucap Eza merasa bersalah


"nggak apa-apa kok mas, cuma sakit dikit aja."jawab Nadira tersenyum


Eza merasa kasihan dengan istrinya karena ulah nya Nadira harus merasakan sakit.

__ADS_1


"hei aku nggak apa-apa kok mas, aku mandi duluan ya."ucap Nadira yang berusaha untuk menenangkan Eza


****


__ADS_2