
setelah beberapa Minggu di rumah sakit akhirnya Nadira sudah bisa berkumpul bersama kedua anak nya lagi. walaupun masih lemes tapi Nadira tetap kuat untuk menjaga kedua anak nya.
saat nadira dan Eza sedang main bersama anak-anak mereka di ruang keluarga, tiba-tiba Santi dan Viko datang.
"wah makin dekat aja nih."ucap Eza sembari menaikan alis nya
"apa sih bang, kebetulan tadi aku sama Viko nggak sengaja keluar kantor bareng, yaudah sekalian bareng kesini kan."elak Santi
"eh onty ada kado nih buat kalian."ucap Santi senang sembari memberikan dua buah hampers
"dari uncle juga ya."ucap Viko
"hehehe iya iya, ini kado buat Arka sama Aqila ya."ucap Santi gemes
"hmm, ih asik tu nak dapet kado dari uncle sama onty."goda Eza
"hahaha, kemarin itu nggak sengaja beli nya bareng bang. lagian kenapa sih?"gerutu Santi yang udah kesal dengan Eza
"oke fine, sorry sorry."ucap Eza sembari tertawa kecil
"kalian udah makan siang belum?"tanya Nadira
"sudah mbak, tadi kebetulan sebelum kesini aku udah makan."jawab Viko
"oh gitu, santi udah makan belum?"
"sudah mbak."
"hmm, ya udah kalau gitu tolong jagain mereka dulu ya,mbak mau makan dulu sekalian minum obat."
"oke siap mbak."jawab Viko dan Santi serentak
Eza dan Nadira saling bertatapan kemudian kedua nya tertawa lalu meninggalkan kedua nya yang sama-sama salah tingkah.
"aduh mereka itu sebenarnya sama-sama suka sayang tapi sama-sama gengsi buat menyatakan."
"hush udah biar itu urusan mereka mas, doa kan saja yang terbaik."
"iya sayang iya. oh ya obat kamu masih di atas sayang bentar ya aku ambil dulu."
"iya mas."
tak lama kemudian Eza kembali dengan membawa obat Nadira.
"mbok, mbok udah makan?dari tadi aku lihatin mbok kerja terus."tanya Nadira
"sudah non, hehehe nggak apa-apa non biar nggak numpuk."
"ya udah dech kalau gitu,kami makan dulu ya mbok."
"iya non, silahkan."ucap mbok Atun lalu pergi kebelakang
"hmm, mas kamu nggak ada rencana buat naikin gaji mbok Atun, mang Karyo sama pak Mahmud?"
"terserah kamu sayang, aku nggak ngelarang sedikit pun."ucap Eza sembari tersenyum
"terima kasih ya mas, aku izin nanti pas mereka gajian aku akan tambah gaji mereka."
__ADS_1
"iya sayang."
setelah selesai makan, Nadira meminum obat kemudian mereka kembali bergabung dengan Viko dan Santi yang sedang asik main sama Aqila dan Arka.
"sudah mbak?"
"sudah."
"om sama Tante mana mbak?kok nggak kelihatan."
"ada lagi istirahat di kamar."
"hmmm, vino kemana?"
"vino pulang ke Semarang karena ada urusan di sekolah nya."
"hmm, iya mbak."jawab Santi kemudian menciumi pipi Aqila
"Abang serius tanya nih ya, kalian itu sebenarnya mau gimana sih?"tanya Eza tiba-tiba yang membuat Viko dan Santi kaget
"maksud nya bang?"tanya Viko
"hmm, Abang perhatikan kalian itu sebenarnya sama-sama suka tapi kalian gengsi buat menyatakan nya, iya kan?"
kedua nya pun diam.
"tuh kan nggak bisa jawab. menurut Abang kalau kalian memang udah merasa cocok dan sama-sama suka ayo ungkapan, karena umur kalian kan sudah dewasa nggak usah terlalu lama dekat nya apalagi nggak ada tujuan. kalau udah yakin ya udah temuin dulu kedua keluarga."
Viko menatap Santi dengan pandangan yang sulit di artikan.
"bener kata Abang."tambah Nadira
"emang kamu suka sama aku san?"tanya Viko berani
Nadira melihat ke arah Eza kemudian tersenyum. Nadira benar-benar salut dengan suami nya itu.
"hmm, kalau di bilang suka aku juga nggak tau, tapi aku nyaman sama kamu."jawab Santi gugup
"kalau aku ajak kamu buat ketemu sama kedua keluarga kita apa kamu mau? karena aku mau cari istri bukan pacar."
"iya ins syaa Allah aku mau."jawab Santi
"Alhamdulillah."ucap Eza sembari tertawa
"jujur juga kan kalian, jadi cowok itu harus berani kalau nggak bisa diambil orang lain lho.jadi kapan nih mau ketemu keluarga nya? ketemu nya disini aja karena kasihan keponakan kalian masih bayi udah dibawa kemana-mana."
"iya bang, ins syaa dua Minggu lagi."
"wah cepat juga ya."goda Eza
"hmm, serba salah dech bang katanya jangan lama-lama."gerutu Viko
"hahahaha iya iya."
****
tak terasa malam semakin larut Nadira dan Eza sudah tidur di kamar nya, Arka dan Aqila juga tidak rewel. mereka mengerti bahwa kedua orang tua nya sudah capek seharian jagain mereka.malam ini mereka ditemani oleh sang nenek, Bu Alya selalu tidur di kamar kedua cucu nya.
__ADS_1
"mas."panggil Nadira
"kenapa sayang?"tanya Eza panik yang tiba-tiba terbangun
"aku nggak apa-apa mas, aku cuma haus."
Eza membuang nafas kasar
"aku kira kamu kenapa sayang, ya udah bentar ya aku ambil dulu."
"makasih ya mas."
"iya sayang."
tak lama kemudian Eza kembali ke kamar dengan membawa segelas air putih.
"nih sayang."
"makasih ya mas."
"sama-sama ya udah tidur lagi ya sayang."
Nadira pun kembali membaringkan tubuhnya tak lama kemudian Nadira kembali terlelap.
***
ke esokan hari nya, selepas subuh Nadira turun ke lantai bawah menuju dapur, terlihat disana sudah ada Bu Alya dan mbok Atun.
"ma."panggil Nadira
"sayang, kenapa nak?"
"nggak apa-apa, maaf ya Nadira belum bisa bantuin."
"udah nggak apa-apa nak."
"ma, Nadira mau ngomong."
"ngomong apa nak?"
"jadi kemarin itu mas Eza bertanya sama Viko dan Santi, dan kedua nya pun menjawab kalau mereka memang sama-sama suka, nah Viko sama Santi ada rencana buat mempertemukan dua keluarga terlebih dahulu."
"hah, tapi Viko belum cerita sama mama."
"belum aja ma, karena mungkin Viko masih malu."
"hmm, iya. kalau mama lihat Santi anak yang baik kok beda sama almarhumah mama nya."
"sudah ma, nggak usah melihat ke belakang lagi tapi mama harus melihat ke depan, sekarang mama sudah punya cucu ganteng dan cantik kan."
"iya nak, maaf mama cuma merasa sakit aja ketika mengingat waktu itu."
"sudah kita harus ikhlas ma, semua yang terjadi sudah kehendak Allah."ucap Nadira sembari tersenyum
"iya nak."
mbok Atun yang mendengar percakapan ibu dan anak itu hanya terdiam dan tersenyum. ia merasa kagum dengan majikan nya walaupun banyak sekali orang-orang yang menyakiti nya namun Nadira selalu berusaha untuk memaafkan mereka.
__ADS_1
****