PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 46. Berdamai


__ADS_3

suara adzan Maghrib sudah berkumandang, mereka segera mengambil wudhu kemudian langsung melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.


selepas sholat, mereka makan malam bersama.


"papa mau kopi nggak?"tanya nadira sembari membereskan alat makan


"mau Ra."jawab pak Ahmad


"hmm, mas Eza mau minum apa?teh atau kopi?"


"teh aja."jawab eza sembari tersenyum


Nadira pergi ke dapur untuk membuat kan minuman untuk papa dan suami nya.


setelah selesai mereka berkumpul di taman depan rumah. nadira duduk di dekat Bu Alya .


mereka saling bercerita seperti tak terjadi apa-apa, Nadira dan Eza pun sudah kembali membaik.


"ya udah dech mama sama papa ke kamar dulu ya."ucap Bu Alya


"hmm, kok cepat banget sih ma."


"iya mama mau istirahat di kamar dulu sama papa."


"hmm ya udah dech."


Bu Alya memang sengaja agar Nadira dan Eza bisa berbicara satu sama lain.


"hmm, viko sama vino mau kemana?"tanya Nadira


"mau main game, kenapa mbak mau ikut?"goda mereka


"iya kali mbak ikut kalian."


Viko dan vino pun masuk ke dalam rumah, ternyata pak Ahmad dan Bu Alya sudah menunggu di dalam, mereka tertawa kecil karena rencana mereka berhasil.


"udah kalian ke kamar aja."ucap Bu Alya


"iya ma."


mereka pun masuk ke kamar masing-masing. sementara Eza dan Nadira masih di halaman depan.


"kamu masuk aja sayang, dingin disini."ucap Eza pelan


"kalau kamu nyuruh aku masuk, kamu juga masuk ke dalam."jawab nadira


"iya udah, ayo kita masuk aja nggak baik udara diluar."


Eza dan Nadira pun masuk, namun Eza hanya berhenti di ruang tamu.


"kok berhenti disini?"tanya Nadira


"iya sayang,kamu ke kamar aja nanti aku tidur disini aja."


"hmm, jadi kamu nggak mau lagi tidur lagi sama aku?"


"bukan kayak gitu sayang, tapi aku nggak mau ganggu kamu."


"udah ayo ke kamar."ucap Nadira


Eza pun menurut dengan Nadira, ia ikut masuk ke dalam kamar. langkah Nadira tiba-tiba terhenti, begitu juga dengan Eza.


"sayang kenapa?"tanya Eza lembut


Nadira membalikkan tubuhnya dan langsung memeluk tubuh kekar Eza.


"mas aku nggak mau lagi kita kayak gini."ucap Nadira

__ADS_1


"sayang aku minta maaf, aku janji ini semua tidak akan pernah terjadi lagi. maaf kan aku ya sayang. jangan tinggalkan aku."ucap Eza sambil memeluk Nadira dengan erat


kedua nya sama-sama menangis di dalam pelukan.


"kapan kamu akan pulang kesana mas?"


"mungkin besok sayang karena bagaimanapun aku juga punya tanggung jawab disana. atau kamu mau aku berhenti aja terus kita pindah kesini."


"jangan mas, kita nggak usah pindah apalagi kamu sampai berhenti. kemarin kamu mati-matian untuk mendapatkan gelar itu masa iya aku harus menghentikan mimpi kamu."


"baik lah sayang, terima kasih ya."


"tapi aku minta izin ya mas, aku ingin disini untuk beberapa hari lagi ya."


"iya sayang nggak apa-apa, tapi nanti kalau aku jarang kesini maaf ya."


"iya mas nggak apa-apa, oh ya ponsel aku di rumah."


"ada kok nih aku bawa."ucap Eza sembari memberikan ponsel Nadira


"terima kasih ya mas."


Nadira duduk di sofa karena kaki nya sangat pegal, dengan kehamilan nya yang semakin membesar membuat Nadira cepat capek.


"mas."


"hmm, kenapa sayang?"


"kemarin aku pinjem uang mbak Rani, nanti kalau kamu pulang kesana tolong balikin ya mas."


"ya Allah, emang sayang pinjam berapa?"


"dua juta."


"ya udah aku langsung transfer aja sama Rehan ya."


"nggak kok sayang, itu juga gara-gara aku."


"terima kasih ya mas. oh ya besok pulang pagi atau siang?"


"hmm mungkin agak siang sayang. kenapa?"


"nggak apa-apa mas, hehe."


"bener nih?"


"iya mas, nanti kalau tujuh bulanan aku mau kayak orang-orang ya mas."


"kayak orang-orang, kayak gimana sayang?"


"ya pengajian terus yang kayak baby shower gitu, nanti pas USG aku kasih sama siapa gitu kan terus dimasukkan ke dalam balon gitu, terus kita nebak baby nya cowok atau cewek."jelas Nadira


"hmm boleh sayang, acara nya mau dimana?"


"di rumah kita aja mas, biar keluarga kita sama-sama enak."


"ya udah sayang boleh kok, kemarin udah USG?"


"udah cuma kata dokter belum kelihatan gitu mas."


"oh ya nanti kita USG lagi ya."


"siap mas."


tak lama kemudian suara adzan isya berkumandang, kedua nya segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat isya.


selepas sholat, Eza mengangkat kedua tangan nya ia berdoa dan berterimakasih kepada Allah atas segala apa yang sudah Allah berikan untuk nya. setelah selesai Nadira mencium tangan Eza lalu Eza mencium kening nadira.

__ADS_1


*****


di tempat lain, Rani sedang berbaring di pangkuan Rehan.


"kasihan nadira Sama Eza ya mas."


"kasihan kenapa sayang."


"iya kasihan aja, nadira lgi sakit terus rumah tangga nya di uji dengan berbagai masalah."


"iya tapi itu semua sudah rencana Allah sayang, kenapa Allah beri ujian karena Allah yakin mereka bisa melewati nya."


"iya sih mas, semoga mereka baik-baik saja ya mas."


"Aamiin sayang. ya udah kamu sholat dulu ya. aku ke depan dulu mau ambil berkas aku tadi siang."


"iya mas, aku ke kamar dulu ya."


*****


"mas Eza."teriak seseorang dari luar


"maaf non Aden nya lagi nggak di rumah."jawab mbok Atun yang ketakutan


"kemana dia?"bentak Anita


"saya juga kurang tau non."jawab mbok Atun terbata-bata


"kamu nggak usah bohong ya, mana perempuan itu."


"saya tidak bohong non, non Nadira juga nggak ada di rumah."


"oh begitu, oke kalau begitu saya akan tinggal disini."


"ta...tapi non."


"kenapa? ini juga rumah saya."


mbok Atun hanya terdiam mendengar ucapan Anita. ia memilih untuk pergi ke belakang.


"ya Allah Aden ini gimana ya."gumam mbok Atun


"kenapa mbok?"tanya kang Mahmud dari pintu belakang


"itu di depan ada non Anita kang, mbok takut apalagi Aden nggak di rumah."


"ya Allah mbok, saya juga takut."


"apa kita telpon Aden aja ya kang"


"jangan lah mbok, tunggu Aden pulang aja. kasihan Aden sama non lagi nggak baik-baik aja jangan dulu tambah masalah mereka."


"iya juga yan kang, ya udah kita layani aja dulu non Anita."


"apa yang sedang kalian lakukan disini hah."bentak Anita


"ma...maaf non."


"kalian mau saya pecat."ancam Anita


"jangan non, jangan."jawab kedua nya


"maka nya jadi orang itu harus sadar diri ya, kalian itu cuma pembantu disini jadi jangan bersikap seperti majikan."maki Anita


mbok Atun dan kang Ujang hanya menunduk kan kepala, mereka begitu takut dengan Anita.


****

__ADS_1


__ADS_2