PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 53. Pulang


__ADS_3

setelah beberapa minggu Nadira di rawat, akhirnya hari ini Nadira sudah diperbolehkan untuk pulang. namun sekarang Nadira banyak diam dan cuek. pandangan nya selalu kosong dan sekali-kali ia menangis. hal ini wajar saja hati ibu mana yang tidak akan hancur, ketika ia harus kehilangan anak yang dikandung nya.


"selamat pagi."sapa dokter Nina


"pagi dok."jawab eza sembari melirik ke arah Nadira yang hanya diam


"baik, setelah hasil pemeriksaan mbak Nadira hari ini sudah bisa pulang."ucap dokter Nina sembari tersenyum


"Alhamdulillah terima kasih dok."ucap Eza


"sama-sama sebelum pulang tolong ambil obat di apotek dulu ya."


Eza pun pergi ke apotek, namun dokter Nina memanggil Eza


"dokter Eza harus benar-benar sabar dalam menghadapi sikap mbak Nadira yang sekarang, karena wajar saja ibu mana yang tidak akan hancur ketika ia kehilangan anak nya."ucap dokter Nina


"iya dok, saya mengerti."


"syukurlah karena kalau bukan suami nya siapa lagi yang akan menemani nya."


"terima kasih banyak dok atas dukungan nya."


"sama-sama."jawab dokter Nina sembari tersenyum


kemudian Eza kembali ke ruangan nadira.


"ayo sayang."ucap Eza pelan


Nadira pun berdiri dari tempat duduk nya, kemudian ia keluar tanpa bicara apapun.


sesampainya di rumah, Eza langsung membawa Nadira untuk istirahat ke kamar. di rumah hanya ada mbok Atun dan juga Eza. kedua orang tua Nadira sudah kembali ke Semarang beberapa hari yang lalu hal ini dikarenakan vino sakit.


"sayang mau minum?"tanya Eza lembut dengan pandangan sendu


Nadira menggelengkan kepalanya.


"ya udah kalau gitu, sayang istirahat aja dulu ya nanti bangun tidur baru makan terus minum obat."ucap Eza sembari mengusap rambut Nadira


Nadira hanya memandang Eza dengan perasaan yang sulit di artikan, sebenarnya hati nya tak tega mendiamkan suami nya tetapi perasaan dan keadaan benar-benar membuat Nadira tidak tau harus seperti apa.


melihat tak ada respon dari Nadira, Eza hanya tersenyum dan kemudian dia berlalu meninggalkan Nadira. namun saat Eza di depan pintu tiba-tiba Nadira memanggil nya


"mas."panggil Nadira lirih


"hmm, kenapa sayang."


"sini, aku kangen sama kamu."ucap Nadira sembari menangis


Eza pun mendekati Nadira dan kedua nya pun saling berpelukan.


"maafin aku ya mas, beberapa Minggu ini aku cuek sama kamu. hati aku benar-benar hancur mas."ucap Nadira disela isak tangisnya


"aku ngerti kok sayang, tapi kita harus ikhlas ya."ucap Eza


Nadira mengangguk kan kepala nya.


"udah sekarang sayang istirahat ya."


"temani ya mas."

__ADS_1


"iya sayang."ucap Eza sembari membaringkan tubuhnya


Nadira tidur di lengan Eza, sementara Nadira memeluk Eza dengan penuh cinta.


suara adzan zhuhur berkumandang, Eza pun terbangun dari tidurnya. ia melihat Nadira begitu terlelap dalam dekapan nya.


"sayang, bangun dulu yuk. udah zhuhur sayang."ucap Eza lembut


mendengar suara Eza, Nadira membuka mata nya.


"sholat dulu ya sayang, udah itu makan terus minum obat."


"iya mas, mas kapan-kapan kita ke makam anak kita ya."


"iya sayang nanti kalau kamu udah cukup sehat kita kesana ya."ucap Eza


kemudian kedua nya segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat zhuhur.


selepas sholat Eza mengajak Nadira untuk duduk di gazebo di halaman belakang rumah



"mbok tolong bawakan makan siang ke taman ya sekalian obat non di dalam laci."


"baik den."


Nadira dan Eza duduk di sofa, tak lama kemudian mbok Atun pun datang membawakan makanan serta obat untuk Nadira.


"terima kasih ya mbok."ucap Nadira


"sama-sama non, kalau begitu mbok ke dalam dulu."


"aku makan sendiri aja mas, kamu nggak makan?"


"kamu duluan aja sayang nanti aku makan kok."


"nggak sini aku suapin ya."ucap Nadira sembari tersenyum


"ya udah dech."ucap Eza senang


mereka pun makan sepiring berdua, sekali-kali Nadira tersenyum kemudian ia kembali diam.


"sayang."


"hmm, kenapa mas?"


"sayang mau nggak main ke rumah arsha?"


"mau mas."


"ya udah nanti habis makan kita kesana ya, kemarin dia nangis terus pas jenguk kamu."


"iya mas? mungkin dia tau kesedihan Tante nya ini."ucap Nadira tersenyum getir


"dia kangen sama kamu sayang."ucap Eza mencoba mengalihkan pembicaraan


"hmm, iya."jawab Nadira sembari tersenyum


****

__ADS_1


di tempat lain, Tante Rita dan Anita sedang berada di sebuah gedung tua yang agak jauh dari kota. mereka dijaga oleh bodyguard Anita.


"bagaimana keadaan perempuan itu ya Tante?"tanya Anita sembari tersenyum sinis


"pasti nya mungkin dia sudah meninggal."jawab Tante Rita sembari tertawa


"yang jelas kita harus jaga-jaga dahulu jangan sampai kita ketahuan."ucap Anita


"iya benar sekali, tante nggak mau kita mendekam di penjara."


Semenjak kejadian itu mereka melarikan diri ke sebuah gedung tua itu. setiap kali orang menghubungi nya maka mereka akan menjawab lagi liburan ke luar kota.


"nanti setelah keadaan cukup aman, kita akan kembali kesana Tan. aku ingin memastikan bahwa perempuan itu sudah mati."


kedua nya saling bertatapan kemudian tersenyum sinis dan licik.


******


setelah makan siang Nadira dan Eza sudah di rumah Rehan, kebetulan hari itu Rehan libur.


"kita ngobrol di luar aja za."


Eza dan Rehan pun duduk di depan rumah sementara Nadira main dengan arsha.


"gimana Han, apa kah sudah ada perkembangan dari laporan kita?"tanya Eza frustasi


kasus ini sudah dilaporkan sejak beberapa Minggu yang lalu, namun Sampai sekarang belum ada hasil nya.


"belum za, pihak polisi terus mencari keberadaan orang tersebut."


"sebelum nya apa kah kamu pernah ada masalah dengan seseorang za?"tanya Rehan


Eza mencoba mengingat dengan siapa dia berbuat salah. teringat lah Eza dengan kejadian hari itu.


"apa mungkin dia."ucap Eza spontan


"siapa za?"


"Anita Han, apa mungkin dia ngelakuin ini tapi aku rasa nggak mungkin Han."


"bisa saja za."ucap Rehan


"kita harus membatu kepolisian untuk menemukan nya Han."


"iya kamu tenang saja, orang suruhan aku sudah mulai mencari orang itu."


"thank you han."


"iya sama-sama untuk saat ini kamu harus fokus dulu sama kesehatan Nadira. jangan sampai dia melakukan hal-hal yang tidak di inginkan."


"iya han, terima kasih."


sementara Nadira sedang menggendong baby arsha.


"kalau lah anak Tante masih ada sa, pasti sebentar lagi kamu punya temen."ucap Nadira


"Tante harus sabar dan ikhlas ya Tante, ins syaa Allah nanti Allah ganti dengan yang jauh lebih baik lagi,anggap saja itu tabungan untuk akhirat kalian."ucap Rani


Nadira hanya tersenyum kepada Rani

__ADS_1


*****


__ADS_2