PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 92. Begadang


__ADS_3

selepas sholat isya Nadira dan Eza sudah beristirahat di kamar, seperti biasa Arka dan Aqila ditemani oleh sang nenek.


malam semakin larut,namun malam ini Arka dan Aqila sedikit rewel karena mereka tadi siang baru saja imunisasi.


Nadira yang mendengar tangisan anak-anak nya langsung pergi ke kamar si kembar.terlihat Bu Alya sedang mencoba untuk menenangkan kedua nya.


"ma, mama istirahat aja ya biar Nadira yang urus mereka."ucap Nadira


"nggak apa-apa nak, kamu harus banyak istirahat biar kamu cepat pulih."


"Nadira mohon ma, kali ini aja dengerin Nadira ya. mama sekarang kembali ke kamar dan istirahat biar Nadira yang urus mereka."ucap Nadira memohon


Nadira memang sudah berulang kali melarang mama nya untuk menemani kedua anak nya, hal ini bukan tanpa alasan Nadira tidak mau selalu merepotkan mama nya dan Nadira juga takut kalau mama nya sakit namun yang nama nya orang tua mana ada yang mau membiarkan anak nya susah sendiri.


"ya udah kalau kamu maksa, nanti kalau mereka masih rewel mama kesini lagi ya."


"iya, nanti Nadira panggil mama, tapi kalau nadira nggak panggil berarti mama harus istirahat."


"hmm, iya dech.'


Bu Alya pun pergi ke kamar nya, sementara Nadira sedang mencoba untuk menidurkan sih kembar.


"sayang, sakit ya nak."ucap Nadira sembari menatap kedua nya


"sakit dikit ya, bunda ngelakuin ini buat kesehatan kakak sama adek."


Eza pun terbangun, ia mencari-cari istri nya.


"hmm, dia kemana ya."


tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi di sebelah kamar mereka, Eza pun langsung pergi ke kamar sih kembar.


"sayang, mereka kenapa?"


"hmm,mungkin karena imunisasi tadi siang mas jadi nya mereka rewel."


"oh iya ya, nggak apa-apa sayang anak ayah kan kuat."


"sini sayang biar aku aja yang gendong mereka, kamu istirahat aja ya."


"tapi mas."


"udah istirahat aja ya."


Eza langsung menggendong kedua anak nya dengan tubuh Eza yang cukup besar membuat Eza begitu mudah untuk menggendong kedua nya sekaligus.


"tidur lagi ya nak, kasihan lho bunda."ucap Eza


malam semakin larut namun Arka dan Aqila masih saja menangis, sekali-kali mereka berhenti namun kembali lagi menangis.


Eza pun mencoba untuk melantunkan sholawat nabi.


Allahumma sholli wa sallim ‘ala


Sayyidina wa Maulana Muhammadin


‘Adada ma fi’ilmillahi sholatan


Daimatan bidawami mulkillahi

__ADS_1


dan tak lama kemudian kedua nya kembali diam, dan mulai tertidur dengan pulas.


"udah tidur mas?"tanya Nadira


"iya sayang."jawab eza sembari meminta tolong dengan Nadira untuk meletakkan kedua nya kedalam ranjang tempat tidur mereka


"Alhamdulillah ya mas mereka udah terlelap lagi, nggak tega lihat nya."ucap Nadira


"iya sayang, ya udah kita tidur disini aja ya."ucap Eza


di kamar Arka dan Aqila memang diletakkan sebuah kasur disana, Nadira dan Eza pun tidur disana.


baru saja memejamkan mata namun suara adzan subuh sudah berkumandang.


"astaghfirullahaladzim, udah subuh mas."ucap Nadira yang membuat kedua nya tertawa


malam ini mereka benar-benar begadang, tapi mereka senang bisa menjaga kedua anak nya.


"ya udah kita sholat subuh dulu ya sayang, nanti tidur lagi."


"iya mas."


kedua langsung mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh. selepas sholat subuh Nadira benar-benar merasa ngantuk dalam hitungan detik Nadira sudah terlelap.


"hmm, kasihan kamu sayang."gumam Eza


Eza langsung kembali ke kamar mereka untuk mandi dan siap-siap untuk bekerja.


jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi, setelah siap Eza langsung turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama mertua dan kedua adik ipar nya


"Nadira mana za?"tanya Bu Alya


"ya Allah tadi malam udah mama bilang biar mama aja tapi dia ngeyel nggak mau."gerutu Bu Alya


"nggak apa-apa ma, mama memang harus banyak istirahat biar mama nggak sakit."jawab eza


"hmmm, iya za."


setelah selesai sarapan Eza berpamitan dan langsung pergi menuju rumah sakit.


sesampainya di rumah sakit tak sengaja Eza bertemu dengan Mira dan Rangga yang sedang membawa Aiza untuk imunisasi.


"za."panggil mira


"eh mir, kalian dari mana?"


"biasa za baru selesai imunisasi, Nadira sama baby kembar nya apa kabar?"


"Alhamdulillah baik mir, main lah ke rumah."


"hehe iya za.tapi kini mas Rangga lagi banyak pekerjaan di pesantren."


"iya za."tambah Rangga


"oh iya nggak apa-apa, lain kali aja tunggu kalian ada waktu senggang aja."


"iya za, ya udah kalau begitu kami permisi dulu ya."


"oh iya mir silahkan."ucap Eza

__ADS_1


eza pun langsung pergi ke ruangan nya, seperti biasa Eza selalu disambut hangat oleh para perawat yang ada di depan ruangan nya.


"pagi dok?"


"pagi."


"kok sih kembar nggak dibawa sih dok?"


"hah, kalian mau kerja atau jadi baby sitter sih?"


"hahaha."


"ada-ada aja,kalau mau main ke rumah aja."


"emang boleh dok?"tanya mereka bingung


"ya boleh lah, emangnya siapa yang larang?"


"hmm iya-iya dok nanti kami main kesana."


Eza pun masuk ke dalam ruangan nya, ia mulai melihat berkas pasien nya. tak lama kemudian Eza pun masuk ke ruang pasien nya.


setelah selesai Eza pergi ke ruangan Rehan, terlihat Rehan sedang sibuk dengan laptop nya.


"kamu kenapa nggak main ke rumah aku Han?"tanya Eza


"eh za, hehehe iya za karena beberapa hari ini aku sibuk jadi nya gitu dech."


"alasan aja kamu Han."


"beneran lho za, oh ya kamu udah makan siang belum?"


"belum nih, yuk kita makan dulu."


"oke za."


"wait kamu kok lemes banget za, kamu sakit?"


"nggak kok tadi malam Arka sama Aqila rewel karena siang nya itu mereka imunisasi ya jadi nya begadang."


"Oalah tapi arsha kemarin juga kayak gitu sih za."


kedua nya pun pergi ke lantai bawa untuk makan siang.sesampainya di restoran Eza dan Rehan langsung memesan makanan.


"oh ya za, gimana kondisi Anita?"


"aku juga nggak tau lah Han,aku juga udah lama nggak jenguk dia."jawab eza cuek


"kasihan sih sebenarnya, tapi hukuman nya harus tetap di pertanggungjawabkan."


"iya lah Han,apa aku harus melepaskan dia begitu saja?nggak kan?"


"iya za."


tak lama pesanan mereka pun datang, kedua nya langsung makan siang.


setelah makan siang kedua nya langsung kembali ke rumah sakit, sesampai nya di depan ruangan nya, Eza tidak langsung masuk ke ruangan nya melainkan ia ngobrol sama perawat-perawat yang ada disana.


*****

__ADS_1


__ADS_2