
beberapa Minggu kemudian, setelah mbok Atun selesai membuat sarapan untuk majikan nya, ia terlihat sedih.
"mbok."panggil Nadira heran yang baru saja datang
"iya non."
"mbok kenapa? kok sedih."tanya Nadira
"nggak apa-apa non."jawab mbok Atun sembari tersenyum
"pasti ada apa-apa kan, nggak mungkin mbok sedih kalau nggak ada masalah, kenapa mbok?"tanya Nadira
"ada apa sayang?"tanya Eza yang baru turun dari tangga
"ini mas mbok kayak nya lagi ada masalah dech."
"ada apa mbok?"tanya Eza
mbok Atun terdiam namun tiba-tiba mata nya berkaca-kaca
"mbok, kenapa? cerita sama kami."ucap Nadira sembari mengelus pundak mbok Atun
"anu non, ponak an mbok lagi sakit di kampung, mbok mau izin pulang tapi mbok nggak mungkin ninggalin non."
"ya Allah, emang nya ponak an mbok sakit apa?"
"demam non, kata tetangga sudah tiga hari badan nya panas terus kalaupun panas nya turun itu hanya sebentar."jawab mbok Atun sedih
"mbok tenang dulu ya, kalau mbok memang mau pulang dulu nggak apa-apa mbok, rawat dulu aja keponakan mbok nggak usah mikirin saya disini."
"tapi non, bagaimanapun mbok punya tanggung jawab disini apalagi non juga baru sembuh."
"nggak apa-apa mbok."
"ya udah nanti sore kita pulang ke kampung mbok, kita pergi sama-sama kesana."ucap eza
"nggak usah den."
"nggak apa-apa biar nanti saya juga bisa cek gimana keadaan nya mbok, lagi pula kampung mbok kan nggak terlalu jauh. sayang mau ikut nggak?"
"ya mau lah mas, emang kamu tega ninggalin aku sendirian di rumah."jawab Nadira cemberut
"hehehe, iya udah dech kalau gitu."
"tapi gimana kerjaan Aden, mbok nggak mau merepotkan den."
"kebetulan saya besok juga libur mbok, nggak merepotkan kok."
"udah mbok tenang aja ya, sore nanti kita pulang ya. aku juga pengen tau tempat mbok seperti apa."
"baik non."
"udah ya jangan sedih lagi, mana mang Karyo sama kang mahmud. kita sarapan dulu."ucap Nadira
mbok Atun pun memanggil mang Karyo dan kang Mahmud. tak lama kemudian mereka pun datang. mereka pun sarapan bersama.
*****
sore hari nya Eza sudah pulang lebih awal dari pada biasa nya.
"assalamu'alaikum."
"wa'alaikumussalam Aden."
"udah siap mbok, non mana?"
"sudah den, non ada di atas baru selesai mandi."
"oh ya udah saya ke kamar dulu ya mbok, barang-barang mbok letak aja di depan nanti saya masukkan ke dalam bagasi."
__ADS_1
"baik den."
Eza pun pergi ke kamar nya.
"sayang."
"hmm, udah pulang mas?"
"iya sayang, udah mandi?"
"udah dong, kamu mandi sana bau tau."
"iya apa?"jawab eza sembari mencium baju nya
"hahahaha, udah mandi sana mas, udah sholat ashar belum?"
"iya iya bawel. udah sayang tadi sholat di masjid."
"oke, aku ke bawah dulu ya mas."
"iya sayang."
setelah beberapa lama mereka pun berangkat. di tengah perjalanan mereka mampir dulu ke masjid untuk menunaikan shalat Maghrib.
selepas sholat Maghrib mereka melanjutkan perjalanan nya. di tengah perjalanan ada abang-abang yang jualan batagor.
"mas, aku mau itu dong."ucap Nadira sembari menunjuk ke arah depan
walaupun Eza seorang dokter namun ia tak pernah membatasi makan Nadira, ia membebaskan selagi itu tidak berlebihan.
"boleh sayang."
"yey, mbok mau?"tanya Nadira
"mau non.hehe."
"mau kemana?
"beli batagor mas."
"diem duduk disini aja, biar aku yang turun."
"tapi nanti nggak enak kalau mas yang pesan."
"enak, udah diam aja disini."
"tapi aku mau banyak sambal nya mas."
"nggak boleh."
"apa lah enak nya mbok makan batagor nggak pake sambal." ucap Nadira
"hehehehe, enak kok non."
tak lama kemudian Eza pun kembali membawa dua kotak batagor.
"nih sayang batagor nya."
"terima kasih mas, ni mbok."ucap Nadira sembari memberikan satu kotak pada mbok Atun
"mas nggak mau?"
"mau dong, itu kan porsi yang kamu udah aku banyakin sayang."
"oh gitu, aku kira untuk aku semua.hahaha."
"emang habis sama kamu sebanyak itu, kalau habis ya nggak apa-apa."jawab eza
"nggak lah mas kayak kamu nggak tau aja muatan perut aku seperti apa." ucap Nadira sembari memakan batagornya
__ADS_1
"iya juga ya."ucap Eza sembari tertawa
setelah beberapa jam di perjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah mbok Atun. rumah itu terlihat begitu asri dengan bangunan rumah kayu yang sederhana.
"assalamu'alaikum."ucap mbok Atun
"wa'alaikumussalam."jawab orang dalam rumah
"bude."panggil Sifa
"iya nak ini bude, Sifa masih sakit?"tanya mbok Atun sembari menangis
"nggak kok Bude."jawab Sifa lemah
Sifa adalah seorang gadis berusia 13 tahun dan merupakan anak keponakan mbok Atun. beberapa tahun yang lalu orang tua Sifa meninggal. mbok Atun pun mengambil Sifa dan merawat nya seperti anak sendiri.
"siapa Bude?"tanya Sifa
"oh ini teteh Nadira, teteh ini istri nya Abang Eza."
"oh, hallo teteh nama aku Sifa."
"hallo Sifa."sapa Nadira ramah
"mari den, non."ucap mbok Atun
Mereka pun masuk ke dalam rumah mbok Atun, walaupun rumah nya masih kayu namun rumah itu sangat rapi dan bersih.
"minum dulu den, non."
"ya Allah mbok, nggak usah. lebih baik mbok istirahat aja."ucap Nadira
"nggak apa-apa non."
"oh ya Sifa mau mainan nggak?"tanya Nadira
"tadi teteh di jalan nggak sengaja lihat toko boneka jadi teteh belikan dech semoga suka ya."
"terima kasih teteh. teteh cantik dech."puji Sifa
"hmm Sifa lebih cantik."
"oh ya non kamar non sama Aden di sebelah sana ya."
"nggak usah mbok kami tidur disini aja kan mas."
"nggak non itu kamar memang dibuatkan khusus buat Aden."
Nadira terlihat bingung
"iya non, waktu itu Aden pernah ke daerah sini untuk melakukan penyuluhan selama beberapa Minggu, jadi karena daerah sini nggak ada rumah kosong jadi nya Aden tinggal di rumah kami itulah kenapa mbok sampe kerja sama Aden. na kemarin alhamdulillah ada rezeki nya rumah nya di renovasi walaupun belum semua nya. jadi mbok membiarkan kamar itu. siapa tau kapan-kapan Aden main kesini dan Alhamdulillah ternyata Aden benar kesini lagi."jelas mbok Atun
Nadira melihat ke arah Eza dengan penuh pertanyaan, Eza hanya tersenyum
"Masya Allah, kebaikan apa saja yang sudah dilakukan suami ku ya Allah sehingga banyak sekali orang-orang yang menyayangi nya dan menghormati nya. hindarkan lah ia dari sifat sombong ya Robb."batin Nadira
"ya udah non silahkan diminum teh nya, setelah itu non istirahat."ucap mbok Atun
"iya mbok, terima kasih."
Nadira pun meminum teh nya, kemudian ia permisi ke belakang untuk mengambil wudhu karena ia belum sholat isya.
"mas temani ke belakang yuk sekalian ngambil wudhu kan kita belum sholat isya."
"ya udah ayo sayang. permisi, mbok."ucap eza
setelah selesai mengambil wudhu kedua nya pamit ke kamar untuk melaksanakan sholat isya dan beristirahat.
*****
__ADS_1