
malam semakin larut, selepas sholat isya Nadira sudah terlelap sedangkan Eza masih sibuk dengan kerjaan nya. sekali-kali Eza melihat ke arah Nadira seolah-olah tak ingin lepas dari pandangan.
jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam, tiba-tiba Nadira terbangun.
"mas."panggil Nadira
"iya sayang kenapa?"tanya Eza
"aku lapar."ucap Nadira manja
"hah lapar?"tanya Eza sambil nyengir
"iya mas aku lapar pengen ngemil."ucap Nadira
"tapi kan kita belum beli sayang, besok ya."
"nggak mau mas mau nya malam ini."ucap Nadira manja
"iya tapi kan udah malam sayang, besok aja ya."
"hmm terserah mas aja dech."ucap Nadira ngambek
Eza yang melihat Nadira merajuk langsung menuruti permintaan Nadira.
"iya udah aku beli sekarang ya."ucap Eza
"nggak usah, udah nggak mau lagi sekarang."jawab Nadira cuek
"maaf sayang, jangan ngambek."ucap Eza sembari memeluk Nadira
tapi Nadira tidak memperdulikan Eza, dia merasa kesal dengan Eza. maklum saja mungkin karena kehamilannya.
"sayang, oke aku pergi sekarang ya tapi jangan merajuk lagi."ucap eza
Eza pun pergi ke Indomaret untuk membeli beberapa cemilan yang Nadira sukai. jalan sudah mulai sepi dengan kecepatan tinggi Eza membela jalan raya.
setelah membeli beberapa cemilan, eza kembali ke rumah. namun saat eza masuk ke dalam ke kamar terlihat Nadira tertidur pulas.
"ya Allah ya Robbi."gerutu Eza sambil menghela nafas
bukan nya marah malah Eza tersenyum dengan tingkah laku istri nya sekarang.
tak lama kemudian rasa kantuk eza sudah mulai datang, Eza menutup laptop nya kemudian ia membaringkan tubuh nya disamping Nadira.
"ya Allah,.untung sayang."gumam Eza lalu mencium kening Nadira
kemudian Eza memejamkan mata nya tak lama kemudian Eza pun terlelap.
ke esokan hari nya selepas sholat subuh Nadira membantu mbok Atun di dapur. sementara Eza sedang siap-siap di kamar.
"gimana non masih sering muntah?"tanya mbok Atun
"Alhamdulillah udah nggak mbok paling kram aja dikit-dikit."jawab Nadira
"syukurlah non, mbok sangat sedih kalau lihat non seperti bulan kemaren."ucap mbok Atun
"iya mbok, mbok do'akan Nadira terus ya."
__ADS_1
"ins syaa Allah non mbok selalu mendoakan non dan Aden."
"makasih ya mbok. oh ya mbok udah berapa lama kerja sama mas Eza?"
"hmm sekitar dua tahunan non, pokok nya awal Aden beli rumah ini."
"hmmm, sebelumnya mas Eza pernah bawa cewek nggak mbok?"tanya Nadira kepo
"setau mbok belum pernah non kalau di rumah ini, tapi nggak tau kalau di luar."jawab mbok Atun
"hmm gitu ya mbok, anak-anak mbok kemana?"tanya Nadira
"mbok tidak mempunyai anak non."jawab mbok Atun sedih
"astaghfirullahaladzim maaf mbok, Nadira nggak tau."ucap Nadira merasa tidak enak
"nggak apa-apa non."jawab mbok Atun sembari tersenyum
"kemarin itu mbok pernah hamil tapi mbok keguguran terus suami mbok ninggalin mbok sendirian hingga Allah pertemukan mbok sama Aden dan Alhamdulillah Aden mempercayai mbok untuk menjaga rumah ini."jelas mbok Atun
"astaghfirullahaladzim kok suami nya tega banget ya mbok. mbok yang sabar ya."ucap Nadira
"iya non, nggak apa-apa mbok mah udah ikhlas juga."ucap mbok Atun sembari tersenyum walaupun terlihat Dimata nya ada kesedihan
"good morning sayang."sapa Eza yang tiba-tiba muncul di belakang Nadira
namun Nadira masih belum mau berbicara dengan Eza ntah apa yang membuat bumil itu merasa kesal dengan suami nya.
"lho kok nggak di jawab, kamu masih marah sama aku sayang?"tanya Eza
"aku udah beliin kamu cemilan sayang, itu di kamar."
"hmm, terima kasih."jawab nadira datar
Eza benar-benar harus sabar menghadapi perubahan Nadira. karena sebagai dokter Eza lebih tau bagaimana perasaan seorang wanita ketika hamil.
"ya udah aku minta maaf ya."ucap Eza
"iya."jawab Nadira singkat
"ya udah dech aku langsung berangkat aja ya."ucap Eza
"kamu nggak mau sarapan dulu mas, aku udah capek lho masak."gerutu Nadira
"habis nya kamu cemberut terus."goda Eza
"iya udah kamu sarapan dulu."ucap Nadira sembari tersenyum paksa
Eza pun sarapan nasi goreng sementara Nadira hanya memakan sepotong roti dan susu.
"aku berangkat ya Assalamu'alaikum."ucap Eza cuek
rasa kesal Nadira semakin bertambah, ia tidak menghiraukan salam dari Eza.
sesampainya Eza di rumah sakit ia tak seperti biasanya hingga semua perawat termasuk sahabat nya merasa bingung.
ceklek
__ADS_1
pintu ruangan Eza terbuka,.Rehan pun masuk dan duduk di kursi depan meja Eza
"kamu kenapa za?kok wajah nya ditekuk gitu."tanya Rehan bingung
"hmmm, nggak apa-apa han."
"kalau nggak apa-apa nggak mungkin kamu pagi-pagi sudah lemas aja."ucap Rehan
"jadi tadi malam Nadira mau cemilan, terus aku awal nya nolak karena udah malem han, terus ya udah aku beliin cemilan ke Indomaret eh pas aku pulang dia tidur pulas. nah pagi tadi dia nggak mau ngomong sama aku han."
"hahaha, kasian banget sahabat aku ini. kan kamu tau sendiri za gimana bumil itu kan biasa karena ada perubahan hormon pada kehamilan nya."
"iya aku tau Han, tapi aku bingung gimana menghadapi nya."
"sabar udah itu aja, aku kemarin juga kayak gitu di awal kehamilan Rani, dia mau nya marah terus."
Eza menghela nafas panjang.
"gimana kalau kita ajak jalan aja za ke pantai atau kemana gitu kan. mungkin mereka juga stress karena di rumah terus."ucap Rehan
"benar juga ya han, gimana kalau besok kita ajak mereka buat jalan-jalan. besok kan kita nggak dinas."ucap Eza
"oke za, besok aku kabarin ya."
"iya han, semoga lah mereka sedikit senang."
setelah berbincang Rehan pun kembali ke ruangan nya karena ada pasien yang ingin Konsultasi. sementara Eza mulai memeriksa pasien. saat Eza ingin masuk ke ruangan pasien tak sengaja dia bertemu dengan Fany
"hai dokter Eza."
"hallo."jawab eza
"mau kemana?"tanya Fany
"mau periksa pasien, kamu sendiri dari mana?"
"oh aku dari ruangan om Burhan."jawab Fany
"oh gitu, ya udah saya permisi dulu ya."ucap Eza
"eh za."
"iya ada apa?"
"aku boleh minta nomer kamu nggak?"
"untuk apa?"tanya Eza
"iya buat tambah kontak aja sih siapa tau nanti ada keperluan."jawab Fany
"maaf dan bukan nya aku nggak mau, hp aku sering dengan istri aku. aku nggak mau nanti jadi fitnah."jawab eza bohong
"hmm gitu, ya udah dech nggak apa-apa."ucap Fany kesal.
kemudian Eza pun pergi meninggalkan Fany yang masih berdiri disana.
****
__ADS_1