PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 56. Ikut Kerumah Sakit


__ADS_3

ke esokan hari nya Nadira ikut Eza ke rumah sakit karena nanti siang mereka akan mengurus persiapan keberangkatan umrah mereka Minggu depan.


"selamat pagi dok?"sapa suster


"pagi."jawab eza


"pagi mbak? apa kabar?"


"pagi, Alhamdulillah baik. kalian apa kabar?"tanya Nadira ramah


"Alhamdulillah baik juga mbak."


"kami permisi dulu ya, ayo sayang."ucap Eza


"hah apa kata dokter Eza, sayang. ya Allah pengen."ucap salah satu Suter disana


"mulai lho halu."


kemudian mereka tertawa, sementara Nadira yang melihat itu hanya tersenyum sembari menggeleng kan kepala.


ceklek


mereka pun masuk dalam ruangan Eza.


"kamu duduk disana dulu ya sayang aku mau cek daftar pasien dulu."


"iya mas, ruangan kamu kok rapi banget?"tanya Nadira sembari memandangi satu persatu dekorasi disana


"iya dong sayang, masa dokter harus berantakan."


"hehe, iya juga ya."


"sayang mau minum apa?biar aku bilang sama OB disini."


"nggak usah mas lagian aku juga belum mau minum apa-apa."


"hmm, ya udah dech."


tok...tok...tok


"masuk."ucap Eza


"permisi dok, apa dokter sudah mau mulai periksa pasien?"tanya suster meli


"iya sebentar lagi saya akan keluar."


"baik dokter, permisi mbak."


dibalas anggukan oleh Nadira


"sayang aku cek pasien dulu ya, jangan kemana-mana lho ya."


"iya mas."


Eza pun meninggalkan Nadira di dalam ruangan nya, karena merasa bosan Nadira keluar dan gabung dengan para perawat yang sedang jaga disana.


"eh mbak, sini aja mbak."


Nadira pun menutup ruangan Eza dan berjalan menuju para perawat yang sedang duduk di ruang jaga.


"kalian lagi ngapain?"


"nggak ada mbak biasa lah ngerumpi."


"Oalah nggak baik lho."goda Nadira


"hehehe, mbak beruntung banget ya punya suami kayak dokter Eza."


"kenapa nih?"tanya Nadira sembari menaikan alis nya


"hehehe yang beruntung aja mbak, udah baik, ramah, ganteng, Sholeh lagi."ucap mereka


"saya rasa memang cocok sama mbak, iya kan."tanya salah satu mereka


"yups benar sekali, semoga bahagia terus ya mbak. etts kami cuma mengagumi aja ya mbak bukan maksud apa-apa."


"iya mbak kami berharap nanti bisa dapat suami kayak dokter Eza."

__ADS_1


"Aamiin, inti nya kalian harus tetap memperbaiki diri kalian."


"siap mbak."


"lho Ra kok disini?"tanya Rehan yang baru sampe


"iya han, hari ini dapat tugas buat nemani bos.hahaha."jawab Nadira terkekeh


"hahaha, ada-ada aja kamu Ra. gimana kabar sekarang?"


"Alhamdulillah sudah cukup membaik Han."


"syukurlah, ya udah aku permisi dulu ya. eh kamu lagi cerita sama mereka. hati-hati mereka ini pandai sekali mengajari gosip."bisik Rehan yang membuat Nadira terkekeh


"kami dengar lho dok."ucap mereka


Rehan pun berlalu meninggalkan mereka sembari tertawa.


setelah beberapa jam eza memeriksa pasien nya tak lama kemudian ia kembali.


"kok disini sayang?"tanya Eza


"hehehe iya mas habis nya di dalam membosankan."jawab Nadira


"hmm, ya udah mau ke dalam lagi apa masih mau disini?"tanya Eza


"mas duluan aja nanti aku susul ya."


Eza pun kembali ke ruangan nya, sementara Nadira masih ngobrol dengan para perawat.


"ya udah mbak permisi dulu ya."ucap Nadira


"iya mbak."


tak lama kemudian Nadira pun masuk ke dalam ruangan Eza, Eza masih terlihat sibuk dengan laptop nya. Nadira memilih duduk di sofa. kemudian Nadira mengambil ponselnya lalu ia mengambil gambar Eza.



"serius amat pak."ucap Nadira


"ya Allah mas Sakin sibuk nya sampe nggak sadar istri nya disini."jawab Nadira cemberut


"hehehe maaf sayang."ucap Eza sembari menutup laptop nya lalu duduk bersama Nadira


"sudah selesai mas?"tanya Nadira


"Alhamdulillah sudah sayang, tapi ada satu pasien anak-anak lagi belum diperiksa."


"nanti mau ikut boleh?"tanya Nadira


"hmm, boleh dong."


setelah beberapa lama akhirnya Eza kembali ke ruangan anak-anak, sembari membawa sebotol obat yang ia ambil di apotek.


"permisi."ucap Eza


"iya dok, adek nya masih muntah Bu?"tanya Eza sopan


Nadira yang melihat suami nya begitu sopan dan lembut hanya tersenyum dan bersyukur


"Alhamdulillah tidak lagi dok, siapa dok?"tanya ibu itu sembari melihat ke arah nadira dan tersenyum


"oh dia istri saya Bu, kebetulan dia mau ikut masuk."


"oh ya, istri nya manis sekali dok."puji ibu itu


Nadira hanya menunduk kan kepala nya , pipi nya terlihat memerah karena menahan malu. sementara Eza hanya tersenyum lalu kembali memeriksa anak kecil itu.


"adek makan nya jangan telat ya."ucap Eza lembut


"iya dok, dok saya boleh foto sama dokter nggak?"


"boleh."jawab eza


"sayang tolong fotoin dulu ya."ucap Eza


"iya mas."Nadira pun mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas

__ADS_1


"mama ambil juga foto nya ya."ucap anak kecil itu pada ibu nya


"1,2,3."ucap Nadira



"terima kasih dokter."ucap anak itu


"sama-sama lekas sembuh ya. mari ibu kami permisi dulu."ucap Eza


"baik dok, terima kasih."


Eza pun menggenggam tangan nadira pergi meninggalkan ruangan itu.


setelah memeriksa pasien nya, Eza memutuskan untuk segera pergi ke tempat mereka mendaftar umrah.


"sayang kita langsung jalan aja ya."


"iya mas."


mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit. di tengah perjalanan Nadira merasa lapar.


"mas, aku lapar."ucap Nadira


"ya Allah sayang kenapa baru bilang sekarang, ya udah kita mampir dulu ke restoran ya."


Nadira mengangguk


mereka pun berhenti di sebuah restoran, Eza memarkirkan mobil nya lalu kedua nya pun masuk ke dalam restoran.


Eza langsung memesan kan makanan untuk Nadira.


"tunggu sebentar ya sayang, lain kali jangan kayak gini lagi ya. ntar kamu sakit."


"hehe iya mas, maaf ya."


"iya sayang."


tak lama kemudian pelayan pun membawakan pesanan Eza.


"silahkan mas, mbak"ucap pelayan ramah


"terima kasih mbak."ucap Nadira


"ya udah sekarang makan ya sayang."


"iya mas."


Nadira terlihat lahap menyantap makanan tersebut.


"mas, boleh minta satu lagi nggak tapi dibungkus?"


"sayang masih lapar?"tanya Eza heran


"nggak aku udah kenyang."


"terus untuk siapa satu nya lagi?"


"untuk anak itu."ucap Nadira sembari menunjuk ke arah luar


"boleh sayang, bentar aku pesan dulu ya."


"aku aja mas, mas abisin aja dulu makanan nya."


"hmm, ya udah dech."


Nadira pun memesankan makanan untuk anak yang ada diluar. setelah itu dia pergi ke luar untuk memberikan makanan nya.


"adek, ini mbak ada makanan. dimakan ya."ucap Nadira sembari tersenyum


"terima kasih ya mbak."ucap anak itu


"sama-sama, kalau gitu mbak permisi dulu ya."


Nadira pun kembali ke dalam restoran, terlihat Eza sedang memperhatikan Nadira dari dalam.


******

__ADS_1


__ADS_2