
ke esokan hari nya Eza sudah kembali bekerja, pagi-pagi sekali Eza sudah berangkat ke rumah sakit karena pagi ini dia akan melakukan operasi pada pasien nya. sementara setelah keberangkatan Eza, Nadira duduk di ruang keluarga.
"gimana Han dengan pasien nya?"
"keadaan cukup baik za, oh ya nanti kita akan dibantu oleh dokter Fany."jelas Rehan
"dokter Fany?"tanya Eza bingung
"iya yang keponakan nya dokter Burhan za."
"oh gitu, bagus lah."
"kamu udah sehat?"
"Alhamdulillah sudah."jawab eza
tak lama kemudian jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi segala persiapan untuk operasi sudah disiapkan. Eza dan Rehan sudah masuk kedalam ruang operasi.
"hallo saya dokter Fany."ucap seseorang yang tiba-tiba masuk
"oh ya dok, saya Rehan ini sahabat saya dokter Eza."
"oh ya salam kenal semua nya, mari kita mulai saja operasi nya."ucap Fany
Eza hanya bersikap biasa saja dihadapan Fany. tanpa disadari Fany sudah jatuh cinta dengan ketampanan eza namun Fany langsung bersikap biasa saja.
operasi pun dilaksanakan, suara detak jantung pasien di layar monitor sungguh sangat menakutkan bagi yang belum pernah melihat secara langsung.
satu jam kemudian operasi berjalan dengan lancar, lampu tanda selesai pun sudah mati. Eza dan Rehan langsung membersihkan diri mereka sedangkan pasien sudah dibawah ke ruang rawat.
"hallo, bisa kah kita mengobrol sebentar."tanya Fany
"ada apa dok?"tanya Eza datar
Fany sedikit terkejut dengan sikap Eza, Eza terlihat dingin dengan Fany.
"saya cuma ingin ngobrol dan temanan sama kalian."jelas fany
"maaf Saya tidak bisa karena nanti saya harus menjemput istri saya."tolak Eza kemudian dia kembali ke ruangannya
begitupun dengan Rehan, karena dia sadar bahwa dia sudah mempunyai istri. Fany yang melihat penolakan dari Eza dan Rehan merasa kesal.
"secantik apa sih istri kalian."gerutu Fany
kemudian Fany pergi dengan kekesalan nya. sementara Rehan masuk ke ruangan Eza.
"kenapa nggak kamu temani dia han?"tanya Eza datar
"ngapain za."jawab Rehan
"aku kira kamu mau nemani dia."ucap Eza
"nggak lah aku udah punya istri ngapain aku berduan sama wanita lain."jawab Rehan
"baguslah kalau kamu berpikiran seperti itu."ucap Eza
"lagian za kayak nya dokter Fany itu suka dech sama kamu."ucap Rehan serius
__ADS_1
sementara mata Eza langsung melotot ke arah Rehan.
"beneran za emang kamu nggak nyadar?"tanya Rehan
"terserah dia itu mah."jawab eza
"iya sih tapi za kita ke Yogyakarta itu sama dia juga lho."
"hah beneran kamu Han?"
"iya za coba tanya sama dokter Burhan."
"kenapa harus dia sih, jadi males aku pergi nya Han."
"sama, aku juga za."
keduanya sama-sama tidak Terima jika pergi keluar kota dengan Fany.
Fany memang lah gadis yang cantik, tapi itu tidak membuat Eza dan Rehan tertarik dengan nya karena mereka sudah mempunyai istri ditambah lagi sifat centil Fany membuat mereka merasa risih.
****
beberapa hari kemudian Eza dan Rehan akan berangkat ke Yogyakarta, Nadira dan juga Rani mengantar kedua nya ke bandara.
mereka berempat duduk di ruang tunggu. Eza terlihat begitu sedih saat ia harus meninggalkan istrinya wajar saja karena Eza baru pertama kali ini meninggalkan istri nya .
"mas, hei kok gini sih malu lho dilihatin orang."ucap Nadira
"biarin."jawab eza kesal
"diam kamu Han."jawab eza sembari melempar baju nya ke arah Rehan
"sudah mas, kan pergi nya juga nggak lama."
"kalau aku pergi kamu sama siapa sayang."ucap Eza
"kan di rumah ada mbok Atun, mang Karyo, kang Mahmud."
"panggilan kepada para penumpang pesawat Garuda........."terdengar suara panggilan itu tambah membuat Eza nggak mau meninggalkan Nadira.
"aku berangkat ya sayang, kamu baik-baik di rumah makan nya jangan telat, sholat nya juga jangan lupa ya."ucap Eza sambil memeluk Nadira
"iya mas, kamu juga baik-baik disana ya jangan lupa kabarin aku."
"iya sayang."jawab eza sembari mencium kening Nadira
"hallo, maaf aku telat."ucap Fany dengan nafas seperti orang habis mengejar maling
Rani dan Nadira saling bertatapan seakan-akan saling tanya satu sama lain siapa wanita itu. melihat kedua nya bingung Eza dan Rehan pun menjelaskan.
"sayang ini nama nya dokter Fany."jelas Eza
"oh ya, hallo dokter, saya Nadira istri nya mas Eza."jawab Nadira .
"oh ya dok kalau ini Rani, istri saya."jelas Rehan
__ADS_1
"oh iya salam kenal semua nya."ucap fany
"oh jadi ini istri mereka."gerutu Fany
tak lama kemudian mereka pun masuk ke dalam, karena pesawat akan segera berangkat. setelah mengantarkan Eza dan Rehan, Rani dan Nadira pun meninggalkan bandara.
"mbak mau langsung pulang?"tanya Nadira
"iya Ra, kamu hati-hati ya."ucap Rani
"iya, mbak juga ya."ucap Nadira
Nadira pun meninggalkan Nadira sementara Nadira pergi menuju butik nya.
sesampainya di butik ayu begitu sangat senang dengan kehadiran Nadira.
"mbak."teriak ayu
Nadira tersenyum melihat ayu, sedangkan ayu langsung memeluk Nadira. karena sudah beberapa bulan Nadira tidak pernah ke butik.
"mbak apa kabar?"tanya ayu
"Alhamdulillah mbak baik ay, kamu sendiri apa kabar? gimana butik?"tanya ayu
"Alhamdulillah ayu juga baik mbak dan butik juga Alhamdulillah lancar."jawab ayu
"syukurlah, kemana yang lain?"tanya Nadira
"ada mbak, lagi di dalam, lagi packing."
"oh gitu, ya udah mbak ke dalam dulu ya."
setelah cukup lama Nadira di butik, karena hari sudah sore Nadira pun pulang. sesampainya di rumah Nadira masuk ke kamar nya. Nadira duduk di sofa tapi tiba-tiba ia merasakan sedikit mual.
uwek....uwek
Nadira pun langsung berlari ke kamar mandi, Nadira pun muntah. mbok Atun yang mendengar Nadira muntah di kamar langsung pergi ke kamar Nadira.
"astaghfirullahaladzim, non kenapa non?"
"nggak tau mbok."
"non belum makan ya?"tanya mbok Atun karena dia tau bagaimana majikan nya itu
"udah kok mbok."jawab Nadira lemas
"ya udah ayo mbok bantu non."ucap mbok Atun
Nadira membaringkan tubuhnya namun tiba-tiba dia kembali ke kamar mandi.
"ya Allah non,.kita ke rumah sakit ya non mbok khawatir sama non."
Nadira pun menurut dengan ucapan mbok Atun, Nadira pun pergi ke rumah sakit terdekat.
dokter memeriksa Nadira, lalu dokter Lisa pun tersenyum. Nadira merasa heran dengan dokter Lisa, begitu juga dengan mbok Atun yang menemani Nadira.
"saya kenapa dok?"tanya Nadira
__ADS_1
*****