PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 8. Kenyataan


__ADS_3

jam sudah menunjukkan pukul setengah dua siang, Nadira dan orang tua nya serta adik nya sudah berada di bandara.


"gimana acara lamaran Mira ra?"tanya pak Ahmad


"acara nya besok sih pa, kemaren saat Nadira main kesana sudah siap semua sih."jawab Nadira


"oh gitu kenapa kamu nggak menghadiri lamaran Mira aja?"tanya pak Ahmad lagi


"nggak pa, kan mau ikut kalian."jawab Nadira


"hmmm, padahal bisa di susul ya kan ma."ucap pak Ahmad


"iya benar kata papa, apalagi kemarin Mira sangat berharap kamu Dateng kan."tambah Bu Alya


"iya sih ma, tapi kalau aku ke acara mira, mama sama papa gimana?"tanya Nadira


"iya nggak apa-apa, kayak baru sekali ini aja papa sama Mama pergi nak, nggak apa-apa kamu pulang aja dulu temani Mira. besok kamu susul aja mama sama papa."ucap Bu Alya


"ya udah dech kalau gitu koper Nadira  mama bawa aja ya."ucap Nadira


"iya udah biar mama yang bawa."ucap Bu Alya


Nadira pun pulang ke rumah, ia memang sengaja tidak memberi tahu Mira kalau dia tidak jadi berangkat.


ke esokan hari nya, Nadira sudah siap dengan balutan gamis berwarna navy dengan jilbab yang senada. tak lupa pula ia memoles wajah nya dengan sedikit make up. merasa sudah siap Nadira pergi menuju rumah Mira.


setelah satu jam di perjalanan akhirnya Nadira tiba di rumah Mira. terlihat hiasan bunga-bunga begitu terlihat indah. para tamu undangan sudah berdatangan.


"lho Ra kamu nggak jadi berangkat ke Semarang?"tanya Bu Hafsah


"nggak Tante, besok saya akan menyusul mama sama papa. Mira nya dimana Tante?"tanya Nadira


"ada di kamar lagi siap-siap."jawab Bu Hafsah


" ya udah Nadira ke kamar mira dulu ya Tan."ucap Nadira


Mira terkejut dengan kehadiran sahabat nya,


"Nad, kata kamu nggak Dateng."ucap Mira


"ya udah kalau gitu aku pulang aja."goda Nadira

__ADS_1


"eh kamu mah."ucap Mira cemberut


kedua nya pun tertawa.


"jam berapa calon mu Dateng mir?"tanya nadira


"sebentar lagi nad."ucap Mira


"gimana rasa nya? bentar lagi kamu bakal ninggalin aku mir."ucap Nadira sedih


"kamu kok ngomong nya gitu sih ra, kita kan masih bisa ketemu ins syaa Allah suami aku nanti nggak akan ngelarang aku buat ketemu sama sahabat aku yang baik ini."ucap Mira


Nadira mengangguk sedih


tak lama kemudian sudah terdengar penyambutan dari pembawa acara..


"kamu temani aku ya."ucap Mira


Nadira mengangguk ia memegang tangan mira. terdengar suara dari luar memanggil nama Mira. dengan hati yang berbunga-bunga Mira keluar dari kamar nya. semua mata tertuju pada Mira begitu juga dengan Rangga. namun ia terkejut dengan wanita yang sedang berada di samping calon istri nya itu.


saat nadira ingin mengantarkan Mira untuk duduk di tengah-tengah orang tua nya, betapa terkejut nya Nadira ketika ia melihat seseorang yang sedang berdiri di hadapan nya.


mata mereka saling berpadu, Nadira yang sedari tadi tersenyum seketika wajah nya berubah menjadi sedih.


Nadira langsung pergi meninggalkan ruangan itu, Rangga yang melihat itu ingin sekali mengejar Nadira, namun ia urungkan. Mira belum menyadari dengan apa yang telah terjadi.


acara demi acara sudah terlewati. namun Nadira tidak ada lagi disana, mata Mira terus mencari keberadaan sahabat nya itu.


sementara Nadira pergi ke sebuah taman kota, ia menangis sejadi-jadinya. Nadira benar-benar tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi. dada nya terasa sesak ketika ia harus menerima kenyataan bahwa ia harus merelakan seseorang yang ia cintai untuk sahabat yang sangat ia sayangi.


"ya Allah kenapa akhirnya seperti ini, rasa nya sakit sekali."ucap Nadira dengan air mata yang sudah mengalir sejak tadi


"kenapa harus sahabat Nadira, dan kenapa laki-laki yang akan menjadi suami sahabat Nadira harus laki-laki yang Nadira cintai."


"semua ini salah Nadira ya Robb, Nadira  yang sudah terlalu berharap dengan seseorang yang Nadira tidak tau apakah dia akan menjadi milik Nadira."


"maaf ya Allah, untuk saat ini Nadira belum bisa sepenuhnya ikhlas. tapi Nadira akan coba."


suara gemuruh begitu terdengar menggema di langit, namun Nadira tidak menyadari itu, rintik hujan sudah mulai membasahi bumi, namun Nadira masih berdiam diri dengan linangan air mata yang sudah mengalir bersama rintik hujan.


dari kejauhan terlihat seorang laki-laki sedang memperhatikan Nadira. ia mencoba untuk mendekati Nadira.

__ADS_1


Nadira yang tadi nya terus diguyur hujan tiba-tiba menjadi teduh, Nadira merasa bingung ia mencoba melihat ke atas. ternyata ada sebuah payung yang memberikan keteduhan untuk nya.


"maaf kamu kenapa?"tanya laki-laki itu


namun tak ada tanggapan dari Nadira. semakin ditanya semakin deras pula air mata yang keluar dari mata nya.


laki-laki itu merasa bingung dengan wanita yang sedang bersama nya. laki-laki itu adalah Eza. Eza merasa iba dan kasian melihat Nadira. kemudian ia duduk di samping Nadira sambil memegang sebuah payung.


"maaf kalau saya lancang, tapi kenapa kamu sampai kehujanan seperti ini. apakah kamu punya masalah yang?"tanya Eza


Nadira mencoba untuk tersenyum dan menghapus air mata nya.


"saya nggak apa-apa kok mas."jawab Nadira


"kalau kamu nggak apa-apa ngapain kamu disini, hari hujan deras pun kamu tidak perduli."ucap Eza


"tidak, saya tidak apa-apa mas, oh ya terima kasih karena sudah peduli sama saya."ucap Nadira


"nama kamu siapa?"tanya Eza


"saya Nadira?"


"oh ya seperti nya sebelum nya kita sudah pernah ketemu kan?."tanya Eza


"Hmm, mas yang waktu itu kena air teh dingin adik saya kan mas."tanya Nadira


"iya betul sekali."jawab eza sembari tertawa


Nadira sudah sedikit tersenyum, Nadira memang pandai sekali menyembunyikan kesedihan dan kesakitan yang tengah ia rasakan.


"ya udah kamu pulang ya, baju kamu udah basah semua, ntar kamu sakit. kamu bawa kendaraan nggak? biar saya antar."tanya Eza


"saya bawa mobil mas, terima kasih banyak atas tawaran nya."tolak Nadira


"ya udah kalau gitu hati-hati ya. saya duluan. assalamu'alaikum. oh ya ini payung nya kamu bawa aja dulu mobil saya kebetulan dekat saya lari aja."ucap Eza


"baik terima kasih mas."ucap Nadira


Nadira pun pergi menuju mobil nya, lagi-lagi ia kembali mengingat apa yang terjadi.


"astaghfirullahaladzim ya Allah, it's okay Nadira nggak apa-apa."ucap Nadira yang berusaha untuk menenangkan diri nya walaupun dada nya benar-benar terasa sesak.

__ADS_1


Nadira melajukan mobil menuju rumah nya.


****


__ADS_2