PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 34. Khawatir


__ADS_3

satu Minggu kemudian, sesampainya di kota B, Eza langsung menemui Nadira di rumah, namun betapa terkejut nya Eza ketika ia melihat Nadira tak berdaya di atas kasur.


"astaghfirullahaladzim sayang."ucap Eza tak percaya


"mas, kamu udah pulang."jawab Nadira lemah


"kamu kenapa nggak kasih tau aku sayang."ucap Eza yang sudah menangis


"mas, sini aku kangen banget sama kamu."ucap Nadira


Eza pun mendekati Nadira, kemudian ia memeluk Nadira dengan erat. nadira menangis di pelukan Eza karena selama ini dia menahan semua kesakitan itu sendiri.


"sayang kenapa sampai seperti ini."tanya Eza


"nggak apa-apa mas, kata dokter ini hal yang wajar sama ibu hamil."


"iya sayang tapi yang pernah aku temui tidak separah ini, kenapa istri aku harus separah ini."ucap Eza sedih


"aku ikhlas kok mas, nggak apa-apa."jawab Nadira tersenyum


tak lama kemudian Nadira kembali muntah, ia tak sengaja muntah di baju Eza.


"mas, maaf."ucap Nadira lemas


"nggak apa-apa sayang. ya Allah."ucap Eza sedih


dia benar-benar tidak percaya bahwa istri nya harus separah ini menghadapi masa kehamilan nya.


"ya Robb kasihanilah istri hamba, jika dia harus menghadapi ini semua berikan dia kekuatan dan jadikan lah pahala untuk nya. jika semua ini bisa diganti kan hamba ikhlas mengganti kan nya ya Allah."batin Eza


****


usia kehamilan Nadira sudah memasuki bulan ke dua, keadaan nya sudah cukup membaik. siang ini kedua orang tua nya dan adik-adiknya serta mertua nya akan datang. Nadira sudah tidak sabar untuk memberikan surprise kepada mereka. Eza yang tadi nya ke rumah sakit juga sudah pulang.


"mas aku udah nggak sabar dech."


"iya sayang,. udah nggak mual lagi kan?"


"Alhamdulillah sudah jarang sih mas."


"syukurlah."ucap Eza sambil memeluk Nadira dan mencium ubun-ubun Nadira


setelah menunggu beberapa jam, akhirnya mereka datang. Nadira dan Eza begitu sangat bahagia ketika melihat orang mereka sayangi datang.


"assalamu'alaikum mama, papa."teriak Nadira


"wa'alaikumussalam sayang, ya Allah nak mama kangen banget sama kamu."ucap Bu Alya sambil memeluk Nadira


"Nadira juga ma."jawab Nadira


kemudian Nadira memeluk mertua nya Bu Irma baru lah papa dan kedua Adik nya.


mereka pun duduk di ruang keluarga, mereka begitu asik ngobrol, sementara Nadira kembali ke kamar nya kemudian ia membawa dua kotak kecil yang dibungkus cantik.


"wih apa tu mbak."tanya vino


"apa aja boleh."jawab Nadira sembari tertawa


"untuk kedua mama ku, dan juga papa serta adik-adik ku ini Nadira punya hadiah untuk kalian semoga kalian suka ya."ucap nadira


mereka semua kebingungan sedangkan Eza hanya tersenyum. Nadira pun memberikan dua kotak tersebut.



"oke 1,2,3 silahkan di buka."ucap Nadira

__ADS_1


mereka pun membuka kotak itu, terlihat sebuah gambar USG yang masih samar-samar


"sayang ini maksud nya apa nak?"tanya Bu Alya


"coba dech mama lihat lagi."


"kamu hamil nak?"tanya Bu Irma


Nadira mengangguk dan tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah ya Allah."ucap semua orang di ruangan itu


"Alhamdulillah sayang, ucap Bu Alya sambil memeluk Nadira tanpa disadari Bu Alya menetes kan air mata nya


"mama kok nangis."tanya Nadira dengan mata berkaca-kaca


"mama terharu dan bersyukur, semoga sehat terus ya nak."ucap Bu Alya


"selamat ya sayang."ucap pak Ahmad senang


"sebentar lagi mama akan jadi nenek dong. "ucap Bu Irma


mereka begitu sangat bahagia dengan kehamilan Nadira, tak henti-hentinya Nadira mengucapkan rasa syukur kepada Allah.


****


di tempat lain mira sedang di ruang tamu, ia sangat merindukan sahabat nya. Mira tidak tau alamat Nadira yang sekarang.


"Ra kamu dimana? aku kangen sama kamu."ucap Mira


"sayang kok ngelamun, ada apa?"


"aku kangen sama Nadira mas, sudah beberapa bulan aku nggak ketemu sama dia."jawab Mira


"iya mas."ucap Mira


uwek....uwek


"astaghfirullahaladzim sayang."ucap Rangga panik


tiba-tiba Mira merasa mual, ia langsung berlari ke kamar mandi.


"astaghfirullahaladzim ya Allah."ucap Mira


"sayang kamu kenapa?"tanya Rangga panik


"nggak tau mas, tiba-tiba aku ngerasa mual."jawab Mira


"kita ke rumah sakit ya, takut nya terjadi apa-apa nanti."ucap Rangga


Mereka pergi ke rumah sakit, namun Mira terkejut ternyata dokter yang memeriksa nya adalah eza.


#flashback on


drrtttt


suara ponsel Eza


"siapa mas?"tanya Nadira


"dari pihak rumah sakit sayang."


Eza mengangkat telpon tersebut, setelah itu Eza langsung pamit dengan nadira serta orang tua nya untuk pergi ke rumah sakit karena ada orang yang kecelakaan.


#flashback off

__ADS_1


"Eza."ucap Mira lirih


Eza juga terkejut kalau dia diminta untuk memeriksa pasien yang tak lain adalah sahabat dari istri nya.


"kamu kenapa mir?"tanya Eza datar


"nggak tau za, tadi aku tiba-tiba mual."jawab Mira


"oke saya periksa dulu ya."


Eza pun memeriksa Mira, sementara Rangga berdiri disamping Mira.


"nggak terjadi apa-apa kok."jelas Eza


"maksud nya za?"


"iya kamu baik-baik saja, mual itu hal yang wajar bagi ibu hamil."jelas Eza lagi


"maksud nya istri saya hamil za?"tanya Rangga


"iya Mira sedang mengandung sekarang, usia kandungan nya sudah hampir tiga Minggu."


"Alhamdulillah ya Allah."ucap Rangga dan Mira


"selamat ya mir. nanti saya akan buatkan resep untuk vitamin nya."ucap Eza kemudian ingin pergi meninggalkan mereka


"za."panggil Mira tiba-tiba


Eza pun menghentikan langkahnya, kemudian ia membalikkan badannya.


"ada apa mir?"tanya Eza datar


"Nadira apa kabar za?"tanya Mira pelan


"Alhamdulillah dia baik-baik saja."jawab eza


"syukurlah, apakah aku boleh bertemu dengan Nadira, za?"


"untuk apa?


"aku mau minta maaf sama Nadira atas segala apa yang sudah aku lakukan dengan nya kemarin, aku menyesal, aku merindukan sahabat aku za."jelas Mira dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya


"maaf mir, untuk saat ini aku belum mengizinkan kamu untuk bertemu dengan Nadira, karena sekarang dia lagi hamil dan aku tidak mau terjadi apa-apa dengan nya."


"hah, Nadira hamil za?"tanya Mira senang


"iya Alhamdulillah."jawab eza


"syukurlah, iya za aku bisa mengerti."


"oke kalau gitu saya permisi dulu"


"za."


"ada apa lagi mir?"


"sampai kan salam ku dengan Nadira ya, bilang sama dia aku sangat merindukan nya dan aku minta maaf dengan nya."ucap Mira sedih


"ins syaa Allah nanti aku sampaikan."


"thank you za."


Eza pun pergi dari ruangan Mira, rasa kesal nya pada Mira dan Rangga seolah-olah begitu terasa.


****

__ADS_1


__ADS_2