PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 43. Orang Ketiga


__ADS_3

ke esokan hari nya selepas sholat subuh seperti biasa nya Nadira membuat sarapan untuk Eza. sementara Eza masih siap-siap di kamar.


tak lama kemudian Eza pun turun ke lantai bawah namun bukan nya ke meja makan malah Eza langsung pergi tanpa melihat ke arah Nadira.


Nadira hanya menatap kepergian Eza dengan perasaan sedih.


"ya udah mbok, ajak mang Ujang sama kang Karyo ya. aku ke kamar dulu."ucap Nadira


"tapi non."


Nadira tidak mempedulikan mbok Atun, dia langsung pergi ke kamar nya.


"kenapa kita jadi seperti ini mas."ucap Nadira


argh


"mbok."panggil Nadira


tak lama kemudian mbok Atun pun datang


"astaghfirullahaladzim non, kenapa non."


"perut aku sakit mbok."teriak Nadira sembari memegang perut nya


"mbok telpon Aden ya non."


"nggak usah mbok, tolong ambilkan obat di dalam laci mbok."


mbok Atun langsung mengambil obat dan memberikan nya dengan Nadira. setelah meminum obat tak lama rasa sakit itu pun hilang.


"kita ke rumah sakit ya non.


"nggak usah mbok, aku nggak apa-apa. aku istirahat dulu ya mbok."


"i..iya non."


mbok Atun pun keluar dari kamar Nadira, ada rasa khawatir di hati mbok atun.


***


sesampainya di rumah sakit Eza langsung masuk ke ruangan nya.


"lho za kok pagi-pagi udah cemberut aja."tanya Rehan


tak ada jawaban dari Eza.


"kamu kenapa za? ada masalah apa?"


"nggak apa-apa."jawab eza datar


"hmm okay, hari ini kita ada jadwal operasi jam sepuluh."


"okay."


Rehan pun keluar dari ruangan Eza, dia bingung dengan sikap Eza.


"apa dia lagi ada masalah sama Nadira?"gumam rehan


****


Anita sedang duduk di halaman depan rumah nya, tiba-tiba datanglah Tante Rita.


"hallo sayang."sapa Tante Rita


"Tante."jawab Anita datar


"kok kamu cemberut aja sih, kenapa?"

__ADS_1


"nggak apa-apa kok Tante."


"nggak mungkin, cerita sama Tante ada apa?"


"hmm, ternyata pengorbanan aku selama ini sia-sia Tante."


"kenapa?"


"mas Eza tidak mencintai ku lagi."


"hmm kamu harus usaha an."


"usaha gimana Tante?"


"iya kamu rebut lagi Eza dari wanita itu, Tante sangat tidak menyukai nya."


"gimana cara nya Tante?"


"kamu pergi ke kota B, Tante rasa kamu tau apa yang harus kamu lakukan."


"lagi pula kamu begitu dekat dengan Eza kan."


"hmm baik lah Tante, Anita akan pergi kesana, Anita akan merebut mas Eza lagi."


"bagus sayang, pergi lah. kamu masih ingat kan sama rumah Eza?"


"iya Tante, kamu datang aja kesana. nanti Tante akan kirimkan orang yang akan membantu kamu."


"terima kasih ya Tante."


"iya sayang. udah ya jangan sedih lagi."ucap Tante Rita sembari tersenyum sinis


Anita tersenyum sinis, ia tidak sabar lagi untuk melihat rumah tangga Eza dan nadira hancur.


****


jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, Eza dan Rehan sudah di dalam ruang operasi walaupun Eza lagi ada masalah namun ia tetap profesional dengan tugas nya. dua jam operasi dilakukan akhirnya lampu tanda selesai pun menyala.


"hai za apa kabar?turut berdukacita ya."


"iya terima kasih."jawab eza lalu masuk ke dalam ruangan nya


"ih nyebelin banget sih."umpat Fany


tak terasa waktu istirahat tiba, Eza pergi ke sebuah restoran yang ada di dekat rumah sakit kali ini dia tidak mengajak Rehan.


"mau pesan apa mas."tanya pelayan


"nasi goreng sama air mineral."


"baik mas tunggu sebentar ya."


pandangan Eza begitu kosong, ia tidak tau dengan perasaan nya sendiri.


tak lama kemudian makanan pun datang, Eza langsung menyantap hidangan itu.


setelah selesai makan Eza kembali ke rumah sakit.


"za."panggil Rehan


"ada apa lagi sih Han?"


"kamu ada masalah apa?"


"nggak ada masalah apa-apa, lagian kamu nggak perlu tau."


"hmm gitu ya, okay maaf kalau aku terlalu ikut campur."ucap Rehan

__ADS_1


Eza menarik rambut nya ia benar-benar frustasi sekarang dengan sahabat nya pun ia berjauhan.


Eza langsung mengambil tas kerja nya dan meninggalkan ruangan nya.


****


malam semakin larut, namun Eza belum juga pulang ntah kemana dia pergi, sementara Nadira masih berada di kamar nya. tubuhnya terasa sangat lemah, badan nya panas, keringat dingin sudah bercucuran di kening nya.


"ya Allah Nadira nggak sanggup lagi."ucap Nadira lirih


Nadira melihat ke arah jam, jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah dua pagi. namun Eza belum juga pulang. Nadira mencoba untuk bangun ia pergi ke lantai bawah benar saja tidak ada Eza disana.


"kamu benar-benar marah sama aku mas."ucap Nadira sambil menangis


Nadira duduk di anak tangga, namun tiba-tiba pintu terbuka.


"mas, kamu dari mana aja?"tanya Nadira


Eza pergi melewati Nadira tanpa peduli sedikit pun.


"ya Allah, kenapa harus seperti ini."


Nadira tak kembali ke kamar dia duduk di sofa ruang tamu, walaupun tubuh nya benar-benar terasa lemah namun dia tidak memperdulikan itu.


tok...tok...tok


Nadira terkejut mendengar suara pintu.


"siapa yang datang malam-malam begini."gumam Nadira


dengan keberanian nya Nadira membuka pintu, betapa terkejut nya Nadira ternyata itu Anita.


"kenapa kamu disini an?


"bukan urusan kamu, mana mas Eza."


"ada di dalam."


Anita masuk tanpa peduli dengan perasaan Nadira.


"tolong siapin kamar buat aku."


"kamu kenapa kesini Anita, kenapa kamu nggak ke hotel atau kemana gitu."


"seharusnya aku yang berbicara seperti itu Nadira, asal kamu tau rumah ini adalah rumah aku sama mas Eza."


deg


"nggak mungkin."


"apa yang nggak mungkin, kamu adalah benalu dalam hubungan aku dengan mas Eza."


"mendengar perkataan anita, Nadira memutuskan untuk keluar dari rumah."


hati Nadira benar-benar hancur, kepergian nya di iringi dengan suara gemuruh yang begitu menakutkan. Nadira terus menyusuri jalan hingga air hujan mengguyur tubuhnya. air mata nya mengalir bersama dengan deras nya air hujan.


"mas, itu siapa? kok malam-malam gini di jalanan sih."ucap Rani yang kebetulan baru pulang dari rumah orang tua nya karena jarak yang begitu jauh.


"nggak tau sayang."


"berhenti dulu mas, kasihan."


"tapi sayang kalau itu orang jahat gimana?"


"ins syaa Allah bukan mas, kita berhenti dulu ya kasihan lho mas."


"iya sayang."ucap rehan

__ADS_1


Rehan pun menghentikan mobil nya, kemudian dia mengambil payung di bagasi belakang, Rehan pun keluar dari mobil ia mendekati Nadira sementara Rani menunggu di mobil.


****


__ADS_2