PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 94. Bertemu Kembali


__ADS_3

pernikahan Viko dan Santi akan dilaksanakan bulan depan tentu saja sekarang mereka sedang sibuk untuk mempersiapkan hari bahagia mereka. Viko dan Santi sedang berada di sebuah butik tempat dimana mereka akan fitting baju pengantin.


setelah selesai fitting baju kedua nya istirahat sebentar di sebuah restoran untuk makan siang, sebelum mereka pergi ke tempat wedding organizer.


sesampainya di restoran Santi dan Viko masuk ke dalam restoran, namun tiba-tiba Santi menabrak seseorang.


"ma...maaf mbak saya nggak sengaja."ucap orang itu


"iya nggak apa-apa mbak."jawab Santi sembari mengambil tas nya yang jatuh


"Viko."ucap orang itu


"putri."


Santi merasa bingung dengan keduanya


"hmm, apa kabar bang?"tanya putri gugup


"Alhamdulillah aku baik, kamu apa kabar? mana anak kamu?"tanya Viko


"Alhamdulillah saya juga baik, anak saya sudah meninggal bang."


"innalilahi wa innalilahi rojiun, kok bisa?"tanya Viko


"waktu itu saya jatuh dari tangga dan saya keguguran di usia kehamilan enam bulan."jawab putri sedih


"astaghfirullahaladzim, kamu yang sabar ya put. oh ya kenalin ini meli calon istri aku."ucap Viko


"o...oh iya bang, hai mbak saya, putri."


"hai saya Santi."jawab santi sembari tersenyum


"ya udah kami masuk dulu ya put, oh ya nanti kalau nggak sibuk datang ya ke pernikahan kami."ucap Viko


"iya bang, ins syaa Allah."jawab putri tertunduk.ntah kenapa di hati putri ada sedikit rasa sakit ketika ia harus mendengar kalau Viko akan menikah dengan wanita lain.


"ya Allah apa putri harus benar-benar melepaskan bang Viko, putri tau ya Allah putri mungkin dipandang sebagai wanita kotor dan menjijikkan.tapi apa kah putri tidak pantas ya Robb untuk mendapatkan seseorang yang baik, apa tidak ada kesempatan lagi untuk putri berubah.namum kalau putri memang harus benar-benar melepaskan bang Viko, ins syaa Allah putri ikhlas ya Robb."ucap putri sembari berjalan menuju mobil nya tanpa putri sadari air mata nya sudah membasahi pipi nya


putri pun meninggalkan restoran itu, sementara Viko dan Santi sedang makan di restoran.


setelah selesai makan siang Viko dan Santi pun pergi menuju tempat wedding organizer yang akan mengatur pernikahan mereka.


****


sementara di tempat lain, Eza sedang berada di rumah sakit seperti biasa setiap hari Eza tak pernah lepas dari pasien-pasien nya.


jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, Eza pun izin untuk pergi ke musholah untuk sholat zhuhur sekalian makan siang, hari ini Eza hanya sendirian karena Rehan tidak masuk.


"mau kemana dok?"tanya suster Mia yang melihat Eza keluar dari ruangan nya

__ADS_1


"ke musholah."jawab eza


"oh iya dok."


"pergi dulu ya."ucap Eza sembari berjalan menuju lift


sesampainya di mushola Eza segera mengambil wudhu dan langsung melaksanakan sholat zhuhur.selepas sholat zhuhur Eza makan siang di sebuah kafe yang ada di dekat mushola.


sembari menunggu makanan datang,Eza menelpon sang istri tercinta.


"hallo Assalamu'alaikum mas."ucap Nadira


"wa'alaikumussalam sayang, lagi ngapain?"


"nggak ada sih mas, kamu udah makan?"


"ini baru mau makan sayang, mana Arka sama Aqila?"


"ada, baru aja tidur."


"hmm, gitu. kamu jangan lupa untuk istirahat dan makan siang ya sayang."


"iya mas."jawab Nadira


"ya udah aku makan dulu ya sayang, kamu istirahat aja dulu ya."


"iya mas, dah assalamu'alaikum."


"Masya romantis banget mas sama istri nya."ucap waiters


"heheh, nggak juga kok mbak."jawab eza ramah


"silahkan di nikmati mas, saya permisi dulu."ucap waiters sembari tersenyum


Eza pun memakan makanan yang sudah ia pesan, setelah selesai makan, Eza kembali ke rumah sakit.


namun saat Eza sedang berada di depan UGD, ternyata sedang ada keributan, Eza langsung mendekati kerumunan itu


"permisi,ada apa ini?"tanya Eza seketika orang-orang pun terdiam


"bagaimana dengan rumah sakit ini, anak saya sakit tapi ditolak oleh mereka semua, saya tau saya belum bawa uang tapi saya janji akan mengambil uang itu di rumah, saya belum membayar nya bukan berarti saya tidak punya uang tapi karena saya buru-buru membawa anak saya kesini."ucap seorang ibu


"maaf Bu atas ketidaknyamanan, biar saya yang periksa anak ibu ya."ucap Eza


Eza pun langsung masuk ke ruang UGD dimana anak itu berada, sementara perawat yang menolak anak itu tadi juga ikut bersama Eza.


"kenapa kalian tidak menolong anak ini terlebih dahulu, apa kalian tidak lihat anak ini?"tanya Eza dengan nada suara yang agak tinggi


"ma...maaf kan kami dok, kami tidak berani."

__ADS_1


"apa yang kalian takutkan? kita ini dituntut untuk menolong orang yang sedang sakit tapi mengapa kalian membiarkan anak ini tanpa pertolongan apa pun."


"maaf dok."jawab para perawat


setelah selesai memeriksa anak tersebut, Eza keluar lalu menemui keluarganya


"dok, bagaimana keadaan anak saya?"tanya ibu itu


"hmm, Alhamdulillah anak ibu sudah membaik, ternyata anak ibu terkena demam berdarah itulah yang membuat nya sangat lemah."jelas Eza


"terima kasih dok, biaya administrasi nya sudah saya bayar dok."ucap ibu itu


Eza tak menjawab apa-apa,ia hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan ibu tersebut


****


setelah mengantar Santi ke apartemen nya, Viko pun kembali ke apartemen nya, disana ada Bu Alya sementara pak Ahmad dan vino sedang berada di Semarang karena vino harus mengurus pendaftaran kuliah nya.


"assalamu'alaikum."ucap Viko


"wa'alaikumussalam, baru pulang bang?"


"iya ma, mama lagi ngapain?"tanya Viko sembari mencium tangan bu Alya


"hmm, ini mama lagi masak buat makan malam nanti, gimana tadi lancar?"


"Alhamdulillah lancar ma, oh ya tadi Viko nggak sengaja ketemu sama putri ma."


"oh ya dimana? apa kabar dia?"tanya Bu Alya


"tadi di restoran ma saat Viko sama Santi mau makan siang, nggak sengaja ketemu disana. dia baik sih tapi kata dia anak nya meninggal ma."


"innalilahi wa innalilahi rojiun, kok bisa?"


"hmm, kata nya sih dia jatuh dari tangga."


"astaghfirullahaladzim, kasihan banget putri."


"iya ma, semoga dia bisa melewati semua nya."


"aamiin.ya udah Viko mandi dulu ya ma."


"oke, jangan lama-lama ya bantuin mama."


"oke siap buk bos."ucap Viko sembari masuk ke kamar nya


"astaghfirullahaladzim kok kepikiran putri ya."gumam Viko


"apa sih vik, ingat kamu sebentar lagi mau nikah."ucap Viko pada diri nya.

__ADS_1


Viko pun masuk ke kamar mandi, setelah beberapa menit kemudian Viko selesai mandi dan ganti baju kemudian ia pergi ke dapur dan membantu Bu Alya.


****


__ADS_2