PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 21. Toko Perhiasan


__ADS_3

dua hari kemudian keadaan Nadira sudah cukup membaik, Nadira sudah melakukan aktivitas seperti biasa nya. hari ini Nadira sudah berada di butik nya. ia membantu ayu untuk membantu melayani pembeli.


"terima kasih ibu sudah berbelanja di butik kami."ucap Nadira ramah


saat nadira sedang melayani pembeli tiba-tiba ponselnya berbunyi. rupa nya itu telpon dari Eza.


"assalamu'alaikum mas."


"wa'alaikumussalam Ra, kamu lagi dimana?"


"di butik, ada apa mas?"


"hah, emang kamu udah sehat?"


"Alhamdulillah sudah mas, why?"


"nggak apa-apa sih tadi nya aku mau ajak kamu untuk beli seserahan tapi sekarang aku masih jaga di rumah sakit."


"hmm besok aja gimana mas?"


"besok ins syaa Allah bisa."


"oke mas."


"ya udah Assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam."


"cie cie mbak, bener kan apa kata ayu."


"emang nya apa kata ayu?"


"kan ayu kemaren bilang kalau mbak sama mas Eza itu cocok, kan kemaren mas Eza pernah ke butik."


"hmm iya apa?"


"iya lah mbak, mbak mah lupa."


"hehehe doain aja ya."


"siap mbak."


"udah lanjutin kerjaan nya mbak mau sholat dulu."


"iya mbak."


****


ke esokan hari nya Nadira dan Eza sudah berada di sebuah mall. mereka masuk ke toko seserahan terbesar disana. Nadira terpesona dengan semua yang ada di dalam toko tersebut.


"kamu pilih aja mau yang mana."


Nadira terkejut dengan ucapan Eza


"tapi mas kan itu dari kamu jadi kamu yang pilih."


"iya i know tapi nggak apa-apa kalau kamu yang pilih, ntar kalau aku yang pilih kamu nggak suka. udah pilih aja sana ya. mbak tolong bantu dia."ucap Eza pada pegawai toko


Nadira pun menuruti perintah Eza, pertama ia memilih sebuah perlengkapan untuk ibadah nya seperti sajadah, mukenah dan Al-Qur'an kemudian yang lain nya seperti skincare, tas, baju dan lain sebagainya.


setelah merasa cukup Nadira duduk di samping Eza.


"sudah? nggak ada yang ketinggalan kan?"


"hmm ins syaa Allah nggak mas."


"oke good, sekarang kita ke toko perhiasan dulu. sambil nunggu mbak nya siapin seserahan nya."


"tapi mas."


"tapi apa? ayo Ra."


lagi-lagi Nadira mengikuti apa kata Eza. hingga mereka sampai di sebuah toko perhiasan yang sangat menyilaukan mata. Nadira hanya terdiam melihat semua itu.


"permisi mbak saya mau lihat cincin kawin dong?"


"baik sebentar ya mas.,"


"hei kamu kenapa kok ngelamun?"


"eh nggak apa-apa mas."


"kamu perhiasannya mau yang mana?"

__ADS_1


"nggak usah mas cukup dengan cincin nikah itu aja.",


"ya Allah susah banget sih ra bukan nya senang."


"mas aku nggak mau bebani kamu lho."


"aku nggak merasa terbebani sedikit pun okay, kalau kamu nggak mau pilih ya udah aku pilih sendiri aja."


"permisi ini mas untuk model cincin nikah nya."ucap pegawai sambil menyerahkan beberapa model cincin couple.


"baik mbak, oh ya saya mau lihat satu set perhiasan nya dong."


"baik mas tunggu sebentar ya."


"mas."panggil Nadira lirih


"hmm kenapa?."


"nggak usah."


"ih kamu ini kalau udah halal pasti aku cubit pipi kamu itu, bener kata papa kamu tu bawel."


"ih mas." ucap Nadira kesal


"ini mas untuk beberapa model nya."


"Masya Allah cantik semua ini mbak."


"iya mas kebetulan ini keluaran baru, buat mbak nya ya mas."


"iya mbak, tapi dia nya nggak mau pilih sendiri ya udah saya aja yang pilih."


"Oalah mbak."ucap pegawai sembari tertawa kecil


setelah memilih beberapa model akhirnya Eza jatuh hati pada satu pasang cincin dan satu set perhiasan yang cantik.



"suka nggak yang ini?"tanya Eza


"cantik sih mas, terserah kamu aja dech."jawab Nadira pasrah


"terus cincin nikah nya suka?"tanya Eza lagi



"oke, mbak saya mau dua yang ini ya."


"baik mas."


pegawai toko langsung menyiapkan pesanan Eza.


"terima kasih ya mas."


"iya sama-sama Ra."


setelah dari toko perhiasan, Eza mengajak Nadira ke sebuah restoran untuk makan siang.


"kamu mau makan apa?"


"sama aja kayak pesanan mas dech."


"oke kalau gitu."


setelah memesan makanan, kedua nya ngobrol.


"mas, Nadira boleh tanya nggak?"


"mau tanya apa Ra?"


"nanti kalau kita sudah menikah mas mau tinggal dimana?"


"aku mah terserah kamu aja mau dimana?"


"kalau Nadira ikut suami, tapi kalau bisa Nadira nggak mau tinggal di rumah orang tua Nadira atau pun mama. Nadira pengen nya di rumah sendiri nggak apa-apa kok walaupun kecil."


"oke kalau gitu, ins syaa Allah rumah untuk kita udah aku siapin kok. nanti kalau kita udah nikah kita pindah ke rumah itu."


"hah serius mas?"


"iya Ra."


"permisi mbak mas ini pesanan nya selamat menikmati."

__ADS_1


"terima kasih mbak."ucap kedua nya


selepas makan, mereka langsung ke tempat seserahan untuk mengambil pesanan mereka. kemudian keduanya meminta tolong pada pegawai nya untuk membawakan nya ke mobil.


setelah selesai, kedua nya langsung meninggalkan mall, di perjalanan Nadira melihat ada bapak-bapak yang jual es krim.


"mas boleh berhenti sebentar."tanya Nadira pelan


"kenapa?"


"aku mau beli es krim itu."


"hmm boleh, emang kamu suka es krim"?tanya Eza


"banget."jawab Nadira sembari tertawa kecil


"ya udah biar aku beliin ya, kamu tunggu disini."


"tapi mas."


belum sempat Nadira menjawab, eza sudah lebih dulu keluar dari mobil. Eza membeli beberapa es krim untuk Nadira


"ini es krim nya, jangan langsung dimakan semua nya ya."


"oke mas, mas Eza nggak mau?"


"boleh."


"mau rasa apa mas?"


"apa aja."


"ya udah dech rasa strawberry aja ya."ucap Nadira sambil membuka es krim strawberry.


"thank you."


Nadira begitu menikmati es krim itu, Eza yang melihat itu hanya tersenyum.


"oh ya besok kita ke wedding organizer dulu ya."


"baik lah mas."


tak terasa mereka sudah berada di depan rumah Nadira.


"assalamu'alaikum ma pa."


"wa'alaikumussalam, baru pulang nak?"tanya pak Ahmad


"hehe iya pa tadi banyak yang di beli."


"oh gitu, mana Eza nya?"


"ada lagi ngobrol sama Viko dan vino di depan."


"hmmm, suruh masuk aja dulu."


"baik pa."


"mas papa nyuruh masuk."


"oh ya oke bentar ya."


Eza pun masuk ke dalam rumah menemui pak Ahmad.


"pa, apa kabar?"


"Alhamdulillah baik za, gimana udah selesai tadi?"


"Alhamdulillah sudah pa."


"oh ya kamu mau minum dulu nggak?"


"nggak usah pa, Eza mau langsung pamit aja udah sore."


"oh gitu ya udah kamu hati-hati ya."


"iya pa Assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam."


setelah berpamitan Eza langsung pulang ke rumah nya.


****

__ADS_1


__ADS_2