
setelah beberapa jam di pemakaman, akhirnya kedua nya pulang. sesampainya di rumah Eza hanya duduk di sudut ruangan dengan pandangan kosong. sementara Nadira langsung pergi ke kamar mandi karena ia merasa mual mungkin saja asam lambung nya kambuh karena Nadira belum sarapan dari tadi pagi.
Nadira kembali menemani Eza sembari membawa sepiring nasi dan juga air putih. walaupun sebenarnya Nadira benar-benar merasa lemah tapi ia harus tetap kuat dihadapan Eza.
"mas makan dulu dikit ya."ucap Nadira
"aku nggak mau makan."jawab eza
"za."panggil Rehan
"Han, kamu baru sampai?"tanya Nadira
"iya Ra, sabar ya."ucap rehan
"hei za kamu sabar ya, do'akan Tante."ucap Rehan sembari menepuk pundak Eza
tak ada jawaban dari Eza.
"mbak rani nya nggak ikut Han?"
"nggak Ra."
saat mereka sedang mengobrol datang lah seorang wanita cantik yang langsung mendekati Eza dan memeluk nya. Nadira dan Rehan merasa bingung dan bertanya-tanya siapa wanita itu.
"mas kamu yang sabar ya."ucap perempuan itu sambil memeluk Eza tanpa ragu
"Anita."panggil Tante Rita
deg
"Anita."batin Nadira
"Tante yang sabar ya."ucap Anita
"iya sayang, kamu temani Eza dulu ya."ucap Tante Rita
Rehan yang mendengar itu merasa heran. siapa sebenarnya wanita ini.
walaupun tidak ada respon dari Eza tapi wanita itu terus disamping Eza.
"Han, aku permisi dulu ya."ucap Nadira dengan air mata yang sudah kembali membasahi pipi nya
dada Nadira terasa sesak. air mata nya terus saja mengalir.
"ya Allah cobaan apa lagi ini."ucap Nadira
Nadira mengurung diri di kamar, rasa nya ingin dia teriak.
tok..tok..tok
Nadira membuka pintu ternyata itu Bu Alya
"mama."panggil Nadira
"iya sayang, kamu yang sabar ya nak."ucap Bu Alya
kedua nya saling berpelukan
hari semakin sore, Eza masih berdiam disana dengan ditemani Anita. Nadira yang melihat itu hanya bisa menangis.
tak lama kemudian terdengar suara adzan Maghrib, mereka sholat berjamaah kemudian dilanjutkan dengan tahlilan.
Eza tak pernah sedikit pun memperdulikan Nadira. dia hanya diam dengan tatapan kosong. dunia nya benar-benar terasa hancur setelah kepergian mama nya.
__ADS_1
"ma, Nadira istirahat dulu ya."
"kenapa nak?"
"tubuh Nadira lemas ma."
"ya udah mama temani ya nak."
"nggak usah ma, mama kan harus ikut tahlilan nanti Nadira kesini lagi kok."
"ya udah kalau ada apa-apa panggil mama ya."
"iya ma."
dari kejauhan ternyata Eza memperhatikan Nadira. melihat Nadira ingin masuk ke kamar Eza pun mengikuti Nadira tanpa memperdulikan Anita disampingnya.
Nadira masuk ke kamar mandi lagi-lagi dia memuntahkan cairan putih.
tak lama kemudian Eza pun masuk ke dalam ke kamar sembari membawa sepiring nasi dan air hangat.
Nadira berjalan dengan langkah yang sangat lemas. Nadira seolah-olah tidak peduli dengan kehadiran Eza.
"kamu makan dulu."ucap Eza
"aku sudah makan."jawab Nadira datar
"tapi aku nggak lihat kamu makan."
"aku sudah makan, lebih baik kamu saja yang makan."ucap Nadira
tak ada lagi kemesraan di antara keduanya.
"kamu makan aja dulu, kasihan kan dia lama nunggu kamu disana."sindir Nadira
namun Nadira tak menjawab nya, ia memilih untuk membaringkan tubuhnya.
"jawab, siapa yang kamu maksud?"bentak Eza
Raisa yang mendengar bentakan Eza, langsung bangun kembali.
"cukup ya mas hari ini udah beberapa kali kamu bentak aku."ucap Nadira
"aku tau kamu sedih kehilangan mama, aku pun juga merasakan nya mas. kenapa? apa kamu nggak suka kalau aku ada disini?"
"kamu ngomong apa sih."
"nggak apa-apa mas setelah tiga hari mama aku akan pulang."ucap Nadira
"terserah kamu."ucap Eza kemudian ia meninggalkan Nadira
****
setelah acara tiga hari Bu Irma, pagi ini Nadira akan benar-benar pulang. tak ada ucapan apapun dari mulut Eza. pak Ahmad dan Bu Alya merasa bingung namun keduanya tidak ingin ikut campur karena kedua nya menganggap itu hal yang wajar dalam rumah tangga.
pak Ahmad dan Bu Alya juga akan pulang ke Semarang mereka pun menunggu Nadira di dalam mobil karena mereka akan berangkat ke bandara secara bersamaan. sementara Nadira sedang berpamitan dengan keluarga Eza.
"mas aku pulang, kamu baik-baik disini. aku minta maaf kalau aku ada salah."ucap Nadira tanpa melihat ke arah Eza
"udah sana kamu pulang saja, Eza akan baik-baik saja disini. nanti ada Anita yang akan merawat nya."ucap Tante Rita
"Rita."ucap Tante Mirna
Nadira pun tidak menghiraukan itu, ia langsung masuk ke dalam mobil. ada perasaan tak rela dalam hati Eza.
__ADS_1
setelah menunggu beberapa lama akhirnya Nadira dan kedua orang tua nya berangkat secara bersamaan namun beda pesawat. Nadira hanya menangis di dalam pesawat.
beberapa jam di udara, akhirnya Nadira tiba di kota B. ia di jemput mang Karyo
namun saat Nadira ingin masuk ke dalam mobil, perutnya tiba-tiba terasa sakit.
argh
"astaghfirullahaladzim non."ucap mang Karyo
"astaghfirullahaladzim ya Allah sakit."teriak nadira
"kita ke rumah sakit ya non."
mang Karyo membawa Nadira ke rumah sakit tempat dimana Eza Bekerja.
sesampainya di rumah sakit, terlihat Rehan sedang berada di lobby.
"permisi dok, tolong majikan saya dulu dok."ucap mang Karyo
Rehan pun langsung mendekati mobil, betapa terkejut nya Rehan ternyata itu adalah Nadira.
"astaghfirullahaladzim Ra."
Rehan langsung memanggil suster untuk membawa Nadira ke dalam.
Rehan pun langsung memeriksa Nadira, namun betapa terkejutnya Rehan bahwa setelah melakukan pemeriksaan ternyata ada masalah di kandungan Nadira.
Rehan mendekati Nadira yang begitu lemah.
"Han kandungan aku baik-baik aja kan?"tanya Nadira lemah
"iya kandungan kamu baik-baik saja Ra, tapi."
"tapi apa Han?"tanya Nadira
Rehan menarik nafas panjang kemudian ia mengatakan semua nya kepada Nadira
"Ra setelah melakukan pemeriksaan ternyata di kandungan mu ada masalah."ucap Rehan lemah
"astaghfirullahaladzim, terus gimana dengan kandungan aku han?"
"kandungan kamu baik-baik saja tapi itu sangat berbahaya untuk kamu."
"aku tidak perduli dengan keadaan aku han, yang penting anak aku selamat."
"tapi Ra ini sangat bahaya."
"aku nggak peduli Han, Han saya mohon jangan bilang ini sama mas Eza ya."ucap Nadira sembari menangis
"tapi Ra."
"aku mohon."
"ini penyakit bahaya Ra dan Eza harus tau."
"aku mohon Han kali ini aja."
"baiklah Ra, aku nggak akan kasih tau Eza."ucap Rehan berat
"terima kasih."ucap Nadira lemah
Rehan pun keluar dari ruangan Nadira dengan perasaan yang tidak bisa diartikan.
__ADS_1
***