PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 84. Pergi Berdua


__ADS_3

setelah mengurus persiapan untuk acara tujuh bulanan Nadira, Viko dan Santi pergi ke sebuah restoran yang ada di dekat taman. mereka mengobrol dengan asik.


"kamu mau pesan apa san?"


"apa aja vik, aku mah pemakan segala nya."


"hahah, ada-ada aja. oke sebentar ya aku pesan dulu."


"oke thanks ya vik."


"santuy san."


setelah memesan makanan Viko kembali dan duduk di depan Santi.


"eh san, kemarin laki-laki yang bareng sama kamu, siapa?"tanya Viko tiba-tiba karena kemarin ia sempat melihat Santi pergi sama seorang cowok


"oh itu kemarin teman aku waktu kuliah kemarin vik."


"hmm, aku kira pacar kamu."


"hahaha nggak lah vik, kamu cemburu ya."ucap Santi sembari tertawa


"hahaha, ada-ada aja kamu."


"eh san, kalau misal nya nih beberapa bulan ke depan, atau beberapa Minggu kemudian ada yang datang terus ngelamar kamu gimana?"


Santi terdiam, ia menatap Viko dengan serius sembari mengernyitkan keningnya


"kamu kenapa san? ada yang salah ya?"tanya viko


"nggak ada sih vik, kamu serius tanya itu sama aku?"


"iya lah, ya kali wajah tampan ini main-main.'ucap Viko sembari tertawa


"hmm, iya aku tau kamu ganteng, kalau aku sih lihat dulu orang nya, dia baik nggak, terus aku suka nggak. masa iya kita Nerima seseorang sedangkan kita nggak ada perasaan."


"iya sih."jawab Viko singkat


"hmm kalau kamu ni vik misal nya kamu udah ketemu sama seorang perempuan dan kamu pun menyukai nya. apa kamu akan langsung melamar nya atau pacaran dulu?"


"mungkin kenalan dulu ya antara kedua keluarga kalau memang udah sama-sama dapat restu ya udah nikah, ngapain di tunda-tunda lagian pula aku nggak mau lama-lama apalagi sampe pacaran. aku udah trauma."


"trauma kenapa?"


"hmm, yakin kamu mau dengar? tapi ini aib orang lho."


"ya kalau mau cerita silahkan tapi kalau kamu ngerasa nggak pantas untuk diceritakan nggak apa-apa."


"oke aku cerita sedikit ya kenapa aku nggak mau pacaran, yang pertama karena mbak kesayangan aku itu dan waktu itu aku pernah di fitnah."

__ADS_1


"di fitnah?"tanya Santi kepo


"iya di fitnah, aku dibilang udah menghamili seseorang sampe papa aku masuk rumah sakit."


"astaghfirullahaladzim, terus gimana perempuan itu?"


"ya dia minta maaf lalu sekarang dia udah pergi. aku juga nggak tau dia pergi kemana."


"ya Allah kok bisa dia minta pertanggungjawaban sama kamu?"


"aku juga nggak tau san, tapi kalau cerita nya dia dijebak oleh teman-temannya. aku sebenarnya kasihan sama dia tapi aku nggak bisa ngelakuin apa-apa. nggak mungkin juga kan aku mempertanggungjawabkan perbuatan yang tidak aku lakukan. sejak itu lah aku sadar kenapa mbak Nadira begitu keras untuk melarang aku sama vino buat pacaran. mbak nggak melarang kok temanan sama perempuan tapi jangan sampai kayak menjalin hubungan gitu. karena kamu tau lah kalau kita ada hubungan sama orang lain gimana."jelas Viko


"iya iya, aku paham."


"ya begitulah cerita nya san."


"permisi mbak, mas ini makanan nya. maaf ya mas pesanannya datang agak lambat."


"iya nggak apa-apa mbak."jawab Viko sopan


"udah makan dulu yuk."ucap Viko


akhirnya keduanya pun menikmati makanan tersebut. setelah selesai makan kedua nya pergi ke mall untuk sekedar jalan-jalan dan membeli beberapa hadiah untuk kelahiran baby twins.


jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore, setelah mengantarkan Santi ke apartemen nya, Viko pun pulang ke rumah. di rumah terlihat sudah ada Bu Alya dan pak Ahmad.


"assalamu'alaikum ma, pa. udah lama sampe nya?"


"dari luar ma, pa."


"hmm, jalan sama siapa?"


"sama Santi ma, kebetulan tadi dari ngurus buat acara pengajian sama siraman besok ya udah kami keluar dulu buat makan."


"hmm, mama kok mencium bau-bau apa ya."goda Bu Alya


"hmm, mama mulai dech. aku sama Santi cuma temanan aja ma."


"hmm, mau lebih juga nggak apa-apa."jawab Nadira dari balik pintu


"mbak."


"udah mandi sana, nanti udah Maghrib kita berangkat ke hotel."


"iya mbak."


acara pengajian dan siraman tujuh bulanan memang diadakan di sebuah hotel di kota tersebut, karena Nadira dan Eza akan mengundang banyak orang.


selepas Maghrib mereka pun berangkat ke hotel. keluarga Eza dan Nadira juga sudah ada di hotel.

__ADS_1


sesampainya di hotel, Nadira terlebih dahulu pergi ke ballroom hotel dimana ia akan mengadakan acara besok. mereka akan melakukan beberapa acara yaitu pengajian, siraman tujuh bulanan lalu makan malam bersama. acara akan dilaksanakan di outdoor dan indor





"Masya Allah indah sekali."puji Nadira


"iya sayang, udah nggak sabar besok ya."


"hahaha, iya mas."


"ya udah kita langsung istirahat aja ya."


"iya mas."


kedua nya pun pergi ke kamar hotel. namun saat mereka ingin masuk ke dalam kamar, kedua nya di ajak untuk makan terlebih dahulu.


mereka pun ikut bergabung dengan keluarga yang lain nya.


"eh bumil makin cantik aja dech."ucap salah satu Tante Nadira


"Tante bisa aja."


"beneran lho jarang banget ada bumil yang wajah nya masih bersih seperti kamu Ra, semoga sehat selalu ya nak, lancar sampai hari lahiran."


"Aamiin terima kasih Tante."ucap Nadira sembari tersenyum


setelah selesai makan kedua nya pun pergi ke kamar, sembari menunggu adzan isya, Nadira membaringkan tubuhnya sembari mengelus perut yang sudah semakin membesar.


"assalamu'alaikum sayang. kakak sama adek lagi ngapain sayang."ucap Nadira sembari tersenyum tak lama kemudian Nadira mendapatkan respon dari anak-anak nya. seolah-olah mereka bahagia karena di sapa bunda nya


"eh anak bunda nendang-nendang ya."ucap Nadira sembari tertawa kecil


"sabar ya nak, beberapa bulan lagi ketemu kok sama bunda dan ayah. sehat-sehat ya sayang. semoga bunda bisa ketemu sama kalian ya nak."


"bisa lah bunda, kok ngomong nya gitu."ucap Eza yang baru keluar dari kamar mandi lalu Eza duduk di samping Nadira


"kok ngomong nya gitu sayang, aku nggak suka lho. kita akan rawat anak kita sama-sama dan kamu akan terus bertemu sama mereka. jangan ngomong kayak gitu lagi ya."ucap Eza sembari menatap mata Nadira


"hehehe, iya mas maaf ya."ucap Nadira


"iya sayang, aku nggak mau kamu kemana-mana kita harus besarkan anak-anak kita sama, mereka sangat butuh seorang ibu seperti kamu."


"hmm, iya mas. maaf ya."ucap Nadira karena ia paham dengan ucapan suami nya.


suara adzan isya sudah berkumandang, kedua nya pun langsung melaksanakan sholat isya. kemudian selepas sholat kedua nya membaringkan tubuh di kasur tak lama kemudian mereka pun terlelap.

__ADS_1


****


__ADS_2