PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 67. Kabar


__ADS_3

ke esokan hari nya Eza sudah pulang ke ke kota B, setelah mengantarkan Nadira, Eza langsung pergi ke rumah sakit karena ada yang ingin Rehan sampai kan.


sesampainya di rumah sakit, Eza masuk ke ruangan Rehan.


"ada apa Han?"tanya Eza


"duduk dulu za."


"oke, ada apa? seperti nya sangat penting."ucap Eza


"iya za, ini ada hubungannya dengan Tante Rita."


"ada apa dengan dia."


"jadi begini za kemarin Tante Rita di bawa kesini, dan aku lah yang menangani nya."


"terus?"ucap Eza sembari menaikan alis nya


"hmm, Tante Rita terkena kanker rahim stadium akhir za."


"hah, serius kamu Han?"tanya Eza sembari mengernyitkan keningnya


"iya za, ini hasil nya."ucap Rehan sembari memberikan hasil scan.


"sudah sejak kapan dia sakit ini?"


"aku juga kurang tau za, seperti nya baru beberapa bulan ini."


"sekarang dia di rawat dimana?"


"di ruang melati no 35 za."


Eza menarik nafas panjang kemudian membuang nya dengan kasar.


"za, bukan nya apa tapi bagaimana pun dia tetaplah Tante mu, kalau kamu nggak keberatan jenguk lah dia dari kemarin dia terus memanggil nama mu."


"hmm, ntah Han, tapi sekarang aku belum bisa."jawab eza


"okay, nggak apa-apa aku juga nggak bisa maksa kamu karena aku tau gimana sakit nya kamu sama Nadira. oh ya Nadira apa kabar?"


"Alhamdulillah dia baik-baik aja kok. arsha gimana?"


"Alhamdulillah sehat."


"okay, aku ruangan aku dulu ya. lakukan yang terbaik aja buat dia."


"iya za."


Eza pun keluar dari ruangan Rehan.


"dok, udah lama nggak nampak."ucap dokter Fany


"hai fan."


"oh ya za, aku minta maaf ya kalau selama ini aku ada salah, besok mungkin aku akan pergi ke Singapura karena aku mau lanjutin kuliah aku."


"oh ya nggak apa-apa fan, lagi pula nggak ada yang perlu di maafkan."ucap Eza


"terima kasih za, titip salam sama Nadira ya. saya permisi dulu."


"iya nanti aku sampaikan."


Fany pun pergi meninggalkan Eza sementara Eza masuk ke dalam ruangan nya.


*****


sementara di rumah, Nadira sedang menyusun barang-barang yang baru saja ia beli di minimarket saat mereka pulang.


"hmm, masak apa ya."gumam Nadira


"hmm, ini aja dech masak ayam goreng bumbu aja dech tapi telpon mama dulu dech gimana cara nya."ucap Nadira

__ADS_1


kemudian ia mengambil ponselnya lalu menelpon mama nya.


"hallo Assalamu'alaikum ma."


"wa'alaikumussalam sayang, kenapa nak?"


"hehehe ini ma Nadira mau masak ayam goreng bumbu tapi Nadira lupa sama bumbu yang sering mama pake."


"Oalah nak."


Bu Alya menjelaskan resep ayam goreng bumbu satu persatu hingga akhirnya Nadira paham.


"oke mama makasih ya ma, mama sama papa sehat?"


"sehat nak Alhamdulillah, kalian sehat aja kan.?"


"iya ma Alhamdulillah kami juga sehat."


"syukurlah nak. ya udah kamu masak aja dulu nanti mama telpon lagi ya."


"iya ma. assalamu'alaikum mama."


"wa'alaikumussalam sayang."


****


sore nya, Eza masih di rumah sakit ia baru saja selesai melakukan operasi pada pasien nya. setelah selesai dokter Burhan mengajak Eza untuk berfoto bersama dengan dokter lain nya.



"oke terima kasih ya dok, terima kasih karena sudah membantu."ucap dokter Burhan


"sama-sama dok, kalau begitu saya permisi dulu."ucap Eza


"iya-iya silahkan dok."ucap mereka


setelah itu Eza pun keluar namun tak sengaja ia bertemu dengan Rehan yang baru saja selesai memeriksa Tante Rita


"iya han, ada apa?"


"nggak apa-apa za, kamu udah mau pulang?"


"kayak nya ia Han, aku duluan ya."


"iya za hati-hati."


sebelum pulang Eza mengambil barang-barang nya terlebih dahulu di dalam ruangan nya. setelah itu Eza langsung pulang.


di tengah perjalanan tak sengaja Eza melihat sebuah mobil yang sedang mogok di jalan. Eza pun menghentikan mobil nya.


"mobil nya kenapa mas?"tanya Eza


"ini mobil nya tiba-tiba mati."jawab orang itu sembari melihat ke arah Eza


mata kedua nya saling bertatapan, dan kemudian mereka saling bertanya


"Eza kan.?"tanya orang itu


"kamu Rendra kan?"


"iya saya Rendra dan kamu Eza kan."


"iya, nggak nyangka kita bisa ketemu lagi ren."


"iya za kamu apa kabar?"


"baik, oh ya mobil nya kenapa?"


"nggak tau za tadi tiba-tiba berhenti padahal bensin nya masih banyak."


"gimana kalau mobil nya tinggal disini aja dulu nanti montir tempat langganan aku biar dia yang mengambil nya dan di bawa ke bengkel. kamu ke rumah aku aja dulu."

__ADS_1


"oke oke za thanks ya sebelum nya."


Rendra pun ikut bersama Eza sementara mobil nya ditinggalkan disana. Rendra Afriansyah adalah teman masa kecil Eza dan merupakan seorang CEO di salah satu perusahaan properti yang ada di kota tersebut.


sesampainya di rumah, Nadira langsung menyambut suami nya yang baru pulang. namun Nadira bingung dengan laki-laki yang sedang bersama suami nya itu.


"assalamu'alaikum sayang."


"wa'alaikumussalam mas."


"siapa za, pacar kamu ya?"tanya Rendra


"iya pacar halal aku."


"hah?"


"kenalin dia istri aku ren, kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu."


"oh iya, kok nggak undang-undang sih za."


"kamu kan masih di Singapura waktu itu."


"iya juga ya, selamat ya."ucap Rendra dengan tatapan aneh pada Nadira


"ternyata istri Eza cantik juga ya, lebih cantik dibandingkan wanita-wanita yang menemani ku tiap malam, bibir nya begitu menggoda."batin Rendra


setiap malam Rendra memang selalu pergi ke klub malam hanya untuk memuaskan nafsu nya, namun Rendra begitu pandai untuk menyembunyikan sikap buruk yang ia miliki.


"ayo mas."ucap nadira yang sudah tidak nyaman dengan tatapan Rendra


"maaf mau minum apa?"tanya nadira gugup


jujur saja Nadira benar-benar tidak nyaman dengan Rendra, Nadira merasa takut dengan Rendra.


"tidak usah repot-repot."


"nggak apa-apa, mau kopi?"


"iya boleh."


Nadira pun pergi ke dapur untuk membuat kan minuman.


"ya Allah lindungilah Nadira dari segala hal yang menyakiti dan menghancurkan pernikahan Nadira."batin Nadira


tak lama kemudian Nadira kembali sembari membawa dua cangkir kopi.


"silahkan di minum."


"mas, aku ke kamar dulu ya."


"iya sayang."jawab eza tersenyum


Nadira buru-buru ke kamar nya, dia mengunci pintu nya dengan rapat. setelah beberapa lama, Eza pun masuk namun Eza terkejut ternyata pintu di kunci tak biasa nya Nadira mengunci pintu.


"sayang."


"iya mas."jawab Nadira sembari membuka pintu


"kenapa kok pintu nya di kunci?"


"nggak apa-apa mas."


"beneran sayang, tapi aku bisa ngerasain kalau sayang menyembunyikan sesuatu."


"teman mu sudah pulang mas?"


"belum sayang mobil nya belum diperbaiki jadi malam ini dia nginap disini."


Nadira terdiam, hati nya semakin takut.


****

__ADS_1


__ADS_2