
setelah beberapa hari di rumah sakit, sekarang Nadira sudah berada di rumah kembali dan keadaan nya pun sudah membaik.
"mbok."panggil Nadira dari tangga
"iya non, hati-hati non."ucap mbok Atun karena ia takut majikan nya kenapa-kenapa
"Viko mana mbok?"
"ada non, Sekarang den Viko sedang duduk di taman belakang."
"oh ya udah aku kesana dulu ya mbok."
"iya non, non mau minum apa?"
"nggak usah mbok."
Nadira pun berjalan menuju taman belakang rumah dimana Viko sedang duduk disana.
"bang."panggil Nadira
"iya mbak."jawab Viko dan langsung menghampiri Nadira
"eh mau ngapain?mbak bisa sendiri kok."ucap Nadira sembari berpegang pada lengan Viko
"nggak apa-apa mbak, kandungan mbak udah semakin besar Viko takut kalau mbak kenapa-kenapa."
"hmm, sayang banget ya sama mbak."
"aduh bumil ini pake acara tanya lagi, ya sayang lah mbak."
"hehehehe."
kedua nya pun duduk di bangku taman.
"kamu nggak kerja vik?"
"nggak mbak."
"kenapa?"
"nggak apa-apa mbak, Viko lagi males aja masuk kantor."
"males kenapa coba?"
"Viko juga nggak tau mbak."
"hmm ya udah dech, oh ya kamu nggak jalan lagi sama Santi?"
"nggak mbak, kan nggak baik juga kalau terus jalan sama dia."
"good."
"Viko boleh tanya nggak? tapi mbak jangan godain Viko ya."
"hahaha, iya mau tanya apa?"
"Menurut mbak Santi itu perempuan yang seperti apa?"
"ehem, kenapa nih."tanya Nadira sembari menyenggol lengan Ahmad
"tu kan mbak mah."
"hehe, oke-oke mbak akan jawab. kalau menurut mbak Santi itu baik, sopan, ramah, ya perempuan yang sederhana aja sih."jelas Nadira
"hmm iya iya mbak."
__ADS_1
"emang nya kenapa bang?"
"hmm, gimana ya mbak sebenarnya Viko itu nyaman sih terus nyambung juga kalau ngomong sama dia."
"terus."ucap Nadira sembari menaikan alis nya
"kalau misal nya nih mbak, baru misal ya kalau misalnya Santi jadi istri Viko, apa mbak akan suka?"
"tentu saja mbak suka."
"kenapa mbak?"
"ya itu tadi, ibarat nya mbak udah cukup lama lah kenal sama Santi. ya yang mbak lihat dia perempuan yang sederhana walaupun tentu saja kamu tau sendiri gimana keluarga Santi."
"iya sih mbak."
"emang nya kenapa vik, kamu suka sama Santi ya?"
"Viko nggak tau mbak, memang sih Viko baru kenal sama Santi baru beberapa bulan, tapi nggak tau kenapa ya Viko ngerasa kalau Viko itu anak yang baik, dan Viko juga suka dengan kesederhanaan nya."
"tuh kan, bener apa kata mbak. kalau mbak nih ya kalau memang kamu udah yakin untuk mengenal Santi lebih dalam lagi, bilang sama Santi gimana baik nya apa pertemuan keluarga dulu apa gimana. maksud mbak kalau memang udah sama-sama yakin dan suka nggak usah di tunda terlalu lama takutnya nanti jadi fitnah."
"iya mbak Viko tau, tapi apa mungkin Santi juga suka sama Viko?"
"kalau itu mbak nggak tau dech, kalau yang kamu lihat sikap Santi sama kamu gimana?"
"ya sama aja sih sama sikap Viko sama dia."
"hmm, maybe dia juga suka sama kamu."
"ntah lah mbak, untuk saat ini Viko belum mau terlalu jauh, Viko masih trauma sama yang kemarin,tapi gimana ya kabar putri sekarang?"
"ntah lah, semoga dia baik-baik saja."
"iya mbak.
"nanti aja mbak, ya udah Viko juga ikut sama mbak dech ke dalam."
"kenapa?"tanya Nadira bingung
"ya nggak apa-apa, karena selagi Abang nggak di rumah ya Viko yang harus jagain mbak."
"jadi kamu nggak kerja hari ini cuma mau jagain mbak?"tanya Nadira
"iya mbak."
"ya Allah bang, nggak usah sampe kayak gini juga lho,di rumah kan ada mbok Atun. nanti kalau kamu kehilangan pekerjaan kamu gimana?"tanya Nadira yang merasa nggak enak
"ya cari lagi mbak."
"ih kamu mah gampang banget ngomong nya, yang kemarin aja kamu susah lho bang cari kerja nya."
"udah nggak usah di pikirin mbak, kalaupun Viko harus kehilangan pekerjaan ya nggak apa-apa,tapi kalau terjadi apa-apa sama mbak itu akan membuat aku menyesal seumur hidup aku mbak."
"ya Allah bang.terima kasih ya mbak sangat bersyukur karena mempunyai adik-adik yang baik seperti kalian dan mbak juga bersyukur karena hidup mbak selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik."
"iya mbak, itu karena mbak selalu baik sama orang."
"Aamiin.ya udah kita ngobrol nya di dalam aja ya."
"iya mbak, ayo Viko bantuin."ucap Viko sembari memegang lengan Nadira
"oke."
kedua nya pun masuk ke dalam rumah lalu mereka duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"mbok."panggil Nadira
"iya non, ada yang bisa mbok bantu non?"
"hehehe, boleh minta tolong buatin jus mangga nggak mbok?"
"bisa non."
"terima kasih mbok, tapi agak dingin ya mbok."
"siap non."
mbok Atun pun pergi ke dapur dan mulai mengupas buah mangga, sementara Nadira menikmati keripik singkong yang ia beli beberapa waktu yang lalu.
"eh bang, cari film Malaysia dong. mbak udah lama nggak nonton nih."ucap Nadira di sela-sela kunyahan nya
"siap mbak, sebentar ya Viko cari dulu."jawab Viko sembari menekan tombol remote
"ini non jus nya."ucap mbok Atun sembari membawa segelas jus mangga
"wah Terima kasih ya mbok. mbok lagi ngapain?"
"lagi beres-beres di belakang non."
"istirahat aja dulu mbok."
"sedikit lagi selesai kok non, mbok permisi ke belakang dulu ya."ucap mbok Atun sembari menundukkan kepalanya
"ya udah kalau gitu mbok, kalau capek istirahat aja dulu mbok nggak usah dipaksain."
"iya non."
"ada nggak sih bang?"
"hehe bentar mbak."
"nggak ada mbak, nanti malam ada nya."
"ya udah dech ganti aja yang lain."ucap Nadira sembari meminum jus mangga buatan mbok Atun
"eh bang, vino gimana?dia mau kuliah kemana jadi nya?"
"nggak tau mbak, katanya sih masih bingung."
"dia bilang sama mbak mau kuliah kedokteran, ya mbak jawab silahkan aja."
"iya mbak tapi kata vino dia masih bingung. ntah lah bocah itu."
"hmm, bocah gimana bang? jelas-jelas lebih dewasa vino dari pada kamu."ucap Nadira sembari tertawa
"hehehe jangan buka kartu dong mbak, malu tau."
"hahah, sama siapa?"
"ya sama ponak'an aku ini lho mbak, masa iya uncle nya kayak bocah."
"hehehehe, ada-ada saja kamu bang."
"beneran lho mbak, mereka pasti dengar ocehan kita ini."
"memang ya nak uncle kamu ini suka nya ngoceh tapi baik kok."ucap Nadira sembari tertawa kecil
kedua nya pun tertawa dengan puas
*****
__ADS_1