PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 40. Merasa Bersalah


__ADS_3

setelah kepulangan Nadira ke kota B, Eza banyak berdiam diri di kamar Bu Irma. dia belum bisa menerima kenyataan bahwa mama nya sudah pergi.


ceklek


suara pintu terbuka, Eza melihat ke arah pintu ternyata itu adalah Anita.


"mas kamu makan dulu ya dari tadi pagi kamu belum makan."ucap Anita


"bawa saja makanan itu, aku nggak mau makan."jawab eza datar


"tapi kamu harus makan mas, kalau kamu sakit tante pasti juga sedih disana."rayu anita


ntah mengapa Eza pun menurut dengan ucapan Anita, ia memakan makanan yang dibawakan Anita.


"kita ke taman yuk mas."ajak Anita


Anita Syifa adalah sahabat Eza sedari mereka masih TK, saat umur mereka sudah beranjak dewasa ternyata mereka pernah saling mencintai namun karena Anita kuliah diluar negeri membuat mereka berjauhan dan Anita juga belum tau kalau Eza sudah menikah.


"maaf an aku sudah menikah, tak mungkin kita berdua-duaan."


betapa terkejut nya Anita mendengar penjelasan dari Eza


"apa?"


"iya aku sudah menikah beberapa bulan yang lalu."


"nggak mungkin mas, mana istri kamu?"tanya Anita


"dia sudah pulang kemarin."jawab eza


"kalau kamu benar-benar sudah menikah kenapa dia nggak menemani kamu disini mas, istri macam apa dia."


Eza hanya terdiam, ia tidak ingin ribut dengan Anita


"kenapa kamu khianati cinta aku mas."


"aku nggak pernah khianati kamu, lagian kita tidak pernah ada hubungan apa-apa Anita."Jawab Eza tegas


"oh gitu ya mas, terus untuk apa kedekatan kita selama ini?"


"aku memang pernah mencintai kamu tapi itu dulu Anita sebelum aku menikah bahkan sebelum kamu pergi keluar negeri."


"tega kamu ya mas."ucap Anita sembari keluar meninggalkan Eza


****


di tempat lain setelah dari rumah sakit, keadaan Nadira cukup membaik. pagi ini Nadira sudah berada di butik untuk menenangkan dirinya.


"assalamu'alaikum ay."


"wa'alaikumussalam mbak."jawab ayu senang


"kamu apa kabar?"


"Alhamdulillah baik mbak."


"hmm mbak ke dalam dulu ya."


"iya mbak, mbak baik-baik aja?"tanya ayu khawatir karena wajah Nadira sedikit pucat


"iya mbak baik-baik aja kok."jawab nadira sambil tersenyum


Nadira pun masuk ke dalam ruangan nya seperti biasa Nadira melakukan tugas nya untuk memeriksa laporan keuangan butik nya.


setelah selesai Nadira mengecek ponselnya namun tak ada satupun kabar dari Eza


"ya Allah mas kenapa kamu nggak ngabarin aku, aku salah apa sebenarnya?"ucap Nadira

__ADS_1


"mbak."panggil ayu yang tiba-tiba muncul


"iya ay, kenapa?"


"ini ada bubur, tadi ayu yang masak, mbak makan ya."ucap ayu


"iya nanti mbak makan, taro disini aja dulu ay."


ayu pun keluar dari ruangan Nadira


Nadira menekan nomer Eza, namun tak ada respon dari Eza.


****


selepas sholat zhuhur Eza duduk di balkon kamar Bu Irma, Tante Mirna masuk ke dalam kamar Eza.


"za."panggil Tante Mirna


"iya, ada apa Tante."


"Tante mau bicara sama kamu."


"bicara apa Tante?"


"kamu mau sampai kapan seperti ini nak?"tanya Tante Mirna sedih


"ntah lh Tante yang jelas Eza belum bisa terima kalau mama udah ninggalin Eza."


"iya Tante tau gimana rasa nya kehilangan orang yang sangat kita sayangi, Tante pun merasakan itu tapi za kamu juga harus terima bahwa ini sudah ketetapan Allah."


"kamu harus ingat kamu udah punya istri bahkan sekarang dia sedang mengandung anak mu."


Eza melihat ke arah Tante Mirna.


"mau sampai kapan kamu ninggalin dia, bukan nya kamu tau bagaimana Nadira kemarin, apa kamu nggak takut kalau Nadira kenapa-kenapa disaat kamu nggak ada disampingnya?"


"nak, mama mu tidak akan kembali walaupun kamu menangis setiap hari, apalagi ngelamun seperti ini. kamu harus tetap melanjutkan hidup mu apalagi sekarang Nadira sudah menjadi tanggung jawab mu."


Eza mencoba mencerna setiap perkataan Tante nya itu, memang benar apa yang dikatakan oleh Tante Mirna. dia sudah terlalu egois tanpa memikirkan perasaan istri nya.


"coba kamu pikirkan dulu."ucap Tante Mirna


"iya Tante Eza menyadari bahwa Eza udah terlalu egois sama dia."


"pulang lah nak temui istri kamu, dia butuh kamu sekarang."


"baik Tante besok Eza akan pulang."


"Alhamdulillah, Sekarang kamu telpon Nadira."ucap Tante Mirna


Eza mengambil ponsel nya kemudian ia menelpon Nadira.


"hallo Assalamu'alaikum."ucap ayu


"wa'alaikumussalam, maaf ini siapa?"tanya Eza


"ini saya ayu mas."


"oh ayu, mbak Nadira nya mana ay?"tanya Eza


"mbak lagi sholat mas."


"oh gitu ya, ya udah nanti saya telpon lagi."


"baik mas."


sambungan telepon pun terputus.

__ADS_1


"siapa ay?"tanya Nadira yang tiba-tiba masuk


" mas Eza mbak."


"oh ya, dia ngomong apa?"


"nanti dia telpon mbak lagi."


"oh gitu ya udah sini biar mbak aja yang nelpon nya, kamu sholat dulu sana."


"baik mbak."


Nadira kembali menelpon Eza. tak lama kemudian telpon nya diangkat oleh Eza.


"hallo Assalamu'alaikum mas."


belum dijawab nya oleh Eza.


"mas."


"wa'alaikumussalam sayang."jawab eza dengan suara yang sedikit serak


"ada apa mas?"


"kamu lagi dimana?"


"butik."jawab Nadira singkat


"kamu sudah makan? kamu baik-baik aja kan?"


"iya Alhamdulillah aku baik-baik saja. kamu apa kabar?"


"aku baik juga, besok aku akan pulang."


"oh ya syukurlah."jawab Nadira


"sayang, aku minta maaf ya."


"maaf untuk apa mas?"


"maaf karena kemarin aku nggak peduli sama kamu, maaf karena aku udah bentak kamu, maaf karena aku udah terlalu egois."


"sudah lah mas, tidak perlu minta maaf, aku ngerti kok. pulang lah aku rindu."ucap Nadira


"iya sayang aku juga rindu, besok aku pulang."jawab eza


"iya mas."


"nggak usah capek-capek sayang, besok kalau aku pulang nggak ada lagi cerita nya ke butik."


"iya mas."


"ya udah sayang, aku tutup dulu telpon nya ya."


"iya mas, assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam sayang."


Nadira sudah memaafkan Eza, ia tau itu semua tanpa disengaja oleh Eza namun mungkin untuk masalah Anita ia belum bisa menerima nya. yang Nadira rasakan sekarang adalah ia sangat merindukan suami nya.


"ya Allah jagalah pernikahan kami, jika nanti aku memang harus meninggalkan suami ku. izinkan lah di sisa hidup ku ini untuk aku selalu bersama nya."ucap Nadira dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya.


"mbak kenapa?"tanya ayu


"nggak apa-apa ay."jawab Nadira sembari tersenyum


****

__ADS_1


__ADS_2