PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 72. Semarang


__ADS_3

tak terasa pernikahan Eza dan Nadira sudah berjalan satu tahun, kini kehamilan Nadira sudah memasuki bulan ke tiga. Nadira terlihat lebih sehat dibanding kan kehamilan nya yang pertama, Nadira terlihat selalu ceria dan bahagia.


hari ini Nadira dan eza akan berangkat ke Semarang untuk menghadiri acara wisuda adik nya Viko besok. Nadira dan Eza sudah berada di bandara.


saat mereka ingin boarding tak sengaja mereka bertemu dengan Mira dan Rangga serta baby aiza.


"Mira."


"nad, Masya Allah mau kemana Ra?"


"ke Semarang mir, ih ponak'an onty cantik banget sih."ucap Nadira sembari mencium tangan Aiza


"kamu dari mana mir?"


"biasa lah Ra jalan-jalan.haha."


"hehehehe, ya udah kamu duluan ya. main lah ke rumah kami jangan lupa bawa Aiza ya."


"oke Ra ins syaa Allah kabari aja ya kalau udah pulang."


"oke siap."


"permisi mir, ga."ucap Eza


Eza juga sudah mulai dekat dengan mereka persahabatan Nadira dan Mira juga sudah mulai membaik.


tak lama kemudian pesawat yang Nadira dan Eza tumpangi sudah terbang di angkasa. pemandangan dari atas terlihat begitu indah.


setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara Semarang, Viko sudah menunggu mereka di depan bandara.


"vik."


"mbak."panggil Viko


Viko langsung berlari dan memeluk mbak nya itu, Viko sudah tak pernah Malu ketika ia manja dengan kakak perempuan satu-satunya itu.


"ih nggak malu dilihatin orang?"


"nggak lah, ngapain malu sama kakak sendiri juga."


"hmm, up to you. hahaha ayo kaki mbak udah pegal semua nih."


"let's go."


"eh kamu nggak mau bantuin Abang gitu."


"astaghfirullahaladzim hahah lupa bang."


"dasar kamu ya."


mereka pun masuk ke dalam mobil, Viko pun melaju kan mobil menuju rumah nya.


setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai, Bu Alya dan pak surya menyambut mereka dengan rasa rindu yang sangat dalam.


"assalamu'alaikum mama, papa."ucap Nadira tersenyum kemudian di ikuti oleh Eza dan Viko


"hmmm, anak mama."


"anak papa juga dong ma."


Eza dan Viko saling bertatapan melihat tingkah pak Ahmad dan ibu Alya.


"Nadira itu punya Eza ma, pa."ucap Eza tiba-tiba yang membuat mereka berhenti ribut


"iya ya pa. nggak nggak dia putri kita kan pa.?"


"iya lah ma."


"hahaha udah udah malah ribut lagi."


"assalamu'alaikum sayang ini nenek sama kakek."ucap Bu Alya sembari mengelus perut Nadira

__ADS_1


"wa'alaikumussalam kek, nek."jawab Nadira sembari mengelus punggung Bu Alya


"ayo nak duduk, kaki kamu pegal nggak"?


"pegal sih ma tapi nggak apa-apa kok."


"sini mama urut."


"nggak usah ma, seharusnya Nadira yang urut mama"


"nggak apa-apa kok."


"bener ma nggak usah."


"iya ma, nanti biar Eza aja yang urut kaki nya."


"ya udah dech, kalian udah makan belum? mama udah masak banyak makanan kesukaan kalian."


"belum, wah aku mau makan dong ma."


"hmm papa kenapa kok diem?"tanya Nadira yang melihat papa nya sedikit murung


"nggak apa-apa kok nak, papa cuma kangen aja sama kamu."


"hmm papa sini peluk, jangan sedih dong Nadira sayang sama papa.sebentar lagi papa akan jadi kakek. doain kami ya pa semoga Nadira sehat dan selamat sampe lahiran."


"Aamiin nak, papa sama Mama selalu doa kan yang terbaik untuk mu, dan adik-adik kamu."


"terima kasih ya pa, ya udah kita makan dulu yuk."ucap Nadira sembari tersenyum dengan pak Ahmad.


tanpa disadari, Eza memperhatikan Nadira sedari tadi, ia begitu kagum dengan wanita yang ia jadikan sebagai istri. Nadira begitu sempurna bagi Eza. dalam sujud dan doa nya Eza selalu memohon kepada Allah untuk menjadikan nadira sebagai bidadari nya baik di dunia mau di surga nya Allah.


"mas ayo makan dulu." ucap Nadira yang berhasil membuyarkan lamunan eza


"iya sayang."


"Viko, ayo."


"astaghfirullahaladzim, ya Allah begini banget keluarga ku kenapa kemarin mama sama papa nggak banyak anak perempuan aja." ucap nadira hingga membuat pak Ahmad dan Bu Alya tertawa


"ya udah ayo adek mbak sayang."ucap Nadira sembari menarik telinga Viko


"ih mbak mah sakit tau."


"salah siapa, udah makan dulu ntar mau jemput vino kan."


"iya mbak."


mereka pun makan bersama, setelah makan Nadira pergi ke kamarnya dengan di ikuti Eza.


"kaki nya masih pegel sayang, aku urut dulu ya."


"iya mas, maaf ya mas."


"sayang nggak usah minta maaf nggak apa-apa kok toh ini juga udah kewajiban aku kok."


"iya mas."


"nanti kalau capek nya udah ilang kita jalan yuk."


"boleh nanti sore ya."


"beneran mas?"


"iya sayang."


"hmm sayang dech."ucap Nadira manja


"ya Allah bumil ku ini tiap hari selalu gemesin."


"hehehe."

__ADS_1


"udah istirahat aja dulu ya sayang, aku mau ngobrol sama papa dulu di depan."


"ngobrolin apa?"


"kepo aja."


"ih, kesel dech."


"hahaha, udah istirahat kata nya mau jalan-jalan nanti."


"oke dech aku istirahat."


Eza pun meninggalkan Nadira di kamar. Eza pun mengobrol dengan pak Ahmad di teras rumah.


"pa, Eza mau cerita."


"apa za."


"hmmm, orang yang kemarin nabrak Nadira udah ketangkap dan sebelum nya eza minta maaf karena salah satu orang itu adalah Tante Eza sendiri pa."


"apa."


"tenang pa, Eza akan pastikan mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah mereka lakukan dengan Nadira. sekarang Tante Rita di rawat di rumah sakit karena dia mengidap kanker rahim stadium akhir."


"astaghfirullahaladzim."ucap pak Ahmad sedih


"kenapa mereka begitu tega dengan Nadira, za."


"papa tenang ya semua nya akan baik-baik saja pa, karena eza juga tidak bisa memaafkan kan mereka begitu saja."


"iya za. papa nggak mau mereka bebas, mereka tidak pernah tau gimana perasaan papa ketika papa harus melihat putri kesayangan papa terbaring tak berdaya di atas brankar."


"iya pa, papa jangan sedih lagi ya."


"iya za."


eza begitu dekat dengan keluarga Nadira hingga membuat Eza bisa merasakan kembali hangat nya sebuah keluarga setelah kepergian mama dan papa nya.


"assalamu'alaikum pa."ucap vino yang baru pulang dari sekolah


"wa'alaikumussalam."


"eh ada Abang, mbak mana bang?"


"mbak nggak ikut."jawab eza


"bener pa?"


"iya Abang aja yang kesini karena kan mbak lagi hamil."


"yah padahal vino kangen banget sama mbak."


"kamu telpon aja mbak sekarang."


vino pun langsung menelpon Nadira sementara pak Ahmad dan Eza terkekeh


"hallo Assalamu'alaikum mbak."


"wa'alaikumussalam, kenapa Vin."


tiba-tiba vino diam, ia mendengar suara seseorang dari dalam rumah.


"bukan nya itu suara mbak pa."


"hahaha iya mbak ada di dalam sama mama."


"ih bikin kesel aja."gerutu vino kemudian ia langsung masuk mencari mbak nya itu.


pak Ahmad dan Eza tak henti-hentinya tertawa.


*****

__ADS_1


__ADS_2