
namun saat Nadira ingin turun dari tempat tidur bagian itu terasa semakin sakit, Nadira mencoba untuk berdiri tiba-tiba Nadira meringis kesakitan. Eza yang melihat itu langsung menahan Nadira agar tidak jatuh.
"astaghfirullahaladzim sakit banget ya sayang, maaf ya sayang." ucap Eza dengan mata yang berkaca-kaca
"mas nggak apa-apa kok, bantu aku ke kamar mandi ya."
Eza pun menggendong Nadira ke kamar mandi. kemudian setelah selesai Eza masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. selepas itu Eza duduk disamping Nadira yang terlihat sedikit pucat.
"sayang maaf ya."ucap Eza yang tak henti-hentinya meminta maaf
"mas nggak apa-apa ini hal yang wajar bagi setiap pengantin baru."jawab Nadira sembari tersenyum
"tapi aku nggak tega lihat kamu kesakitan gini sayang."
"nggak apa-apa kata nya mau cucu buat mama sama papa, harus rela berkorban dong ini belum seberapa dibandingkan nantinya aku melahirkan mas."
tak terbayangkan di benak Eza jika ia harus melihat Nadira melahirkan. karena sebagai dokter tentu dia sudah sering melihat orang melahirkan walaupun dia tidak menangani nya secara langsung.
"mas nggak usah mikir yang aneh-aneh Allah selalu bersama kita kok, kamu tau nggak kebahagiaan seorang wanita atau istri itu adalah bisa memberikan keturunan untuk suami nya dan keluarga nya."jelas Nadira
"jadi mas nggak usah khawatir ya sayang, aku nggak apa-apa."jawab Nadira sembari tersenyum
"iya sayang."
suara adzan subuh sudah berkumandang Eza membantu Nadira untuk mengambil wudhu setelah itu barulah Eza mengambil wudhu. kemudian kedua nya melaksanakan sholat subuh. selepas sholat subuh Nadira memilih untuk membaringkan tubuhnya kembali.
"kamu istirahat aja dulu ya sayang, aku buatin teh hangat dulu ya."
"iya mas."jawab Nadira pelan
Nadira terus meringis kesakitan, karena bagian itu terasa perih dan sakit namun Nadira masih berusaha untuk terlihat tidak apa-apa di depan Eza karena dia tidak mau membuat suami nya itu khawatir.
"sayang ini teh hangat nya di minum dulu ya."ucap Eza yang tiba-tiba datang dari depan pintu sambil membawa secangkir teh hangat
"terima kasih ya mas."ucap Nadira
tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi Nadira masih di kamar nya.
"sayang aku ke rumah sakit dulu ya, nggak apa-apa kan?"
"iya mas nggak mas, aku udah mendingan kok."jawab Nadira
"bener sayang?"
"iya mas, kamu hati-hati ya."ucap Nadira
tak lama kemudian Eza berangkat ke rumah sakit.
****
beberapa bulan kemudian pernikahan Nadira dan Eza semakin hangat tak pernah sedikit pun terdengar mereka bertengkar. setiap hari rasa sayang Eza kepada Nadira semakin bertambah.
hari ini Eza sedang libur, ia memilih untuk menghabiskan waktu bersama Nadira, kedua nya sedang berada di taman belakang rumah mereka.
__ADS_1
"sayang, kamu mau nggak jalan-jalan."
"mau banget mas, kemana?"
"kamu mau nya kemana sayang?"
"aku mah kemana mas mau aja."
"ke puncak mau nggak?"
"mau mas."
"oke sayang nanti kita pergi sama Rehan dan Rani. nggak apa-apa kan?"
"nggak apa-apa dong mas aku malah senang kalau mbak Rani ikut."
"Alhamdulillah kalau kamu senang sayang, ins syaa Allah lusa kita berangkat ya."
"yey terima kasih ya mas."ucap Nadira sambil mencium pipi Eza
"hmm udah nakal Sekarang ya."ucap Eza dengan lirikan nakal nya
"hehehe maaf ya mas."
"mas."
"hmm kenapa sayang?"
"Mira apa kabar ya mas?"tanya Nadira
"mas, kamu marah sama mira?"
"iya, marah banget malah ditambah lagi sama Rangga. masa Mira berani nampar istri aku, aku pun nggak pernah lho nampar kamu jangan kan nampar ngomong kasar pun aku nggak pernah terus Rangga dia cuma diem aja ketika Mira memperlakukan kamu kayak gitu, bener-bener kayak nggak punya otak."ucap Eza emosi
"hey sabar mas."ucap Nadira sambil mengelus dada bidang Eza
"aku kesal, aku marah sama mereka sayang ya walaupun aku tau Mira itu sahabat kamu."
"sudah ya, oh ya jadi kamu yang hapus nomer Mira kemarin."
"iya kenapa kamu marah sayang?"
"nggak kok, tapi nanti kalau Mira Dateng terus dia nemuin aku, aku bakal terima dia kok mas, karena mama sama papa mengajari aku untuk tidak dendam dengan orang yang sudah nyakitin kita."jawab Nadira
"Masya Allah mama sama papa udah berhasil mendidik anak-anak nya terutama kamu sayang kamu tau nggak aku sangat-sangat bersyukur sama Allah."
"mas ntar aku terbang lho."
"ih aku beneran lho sayang." ucap Eza
"hehehe. mas kita jalan yuk aku pengen makan bakso."
"oke siap let's go."
__ADS_1
"eh bentar aku siap-siap dulu."
"hehehe ya udah aku tunggu di mobil ya sayang."
"oke dech."
setelah itu Nadira menemui Eza yang sudah menunggu nya di mobil.
"ayo mas."
"oke sayang."
selama diperjalanan Nadira begitu senang, tak henti-hentinya ia mengucapkan terima kasih pada suami nya itu.
"mas kita makan nya di pinggir jalan aja ya, itu kan banyak abang-abang yang jual bakso dipinggir jalan."
"beneran sayang?"
"iya pak dokter, ketahui lah wahai pak dokter makan di pinggir jalan itu lebih enak dibandingkan di restoran mahal."celoteh Nadira yang membuat Eza tertawa
"hehehe oke sayang."
"nah gitu dong, oh ya mas butik aku kayak mana ya udah lama aku nggak kesana. sebenarnya aku udah nyerahin nya sama ayu sih."
"ya udah sayang nggak usah khawatir, nanti sekali-kali kita kesana lagian kan ayu juga udah banyak teman nya di butik."
"iya mas, eh itu tu abang-abang bakso nya."
mereka pun berhenti di sebuah tukang bakso yang memakai gerobak. terlihat disana sangat ramai banyak mata perempuan yang memperhatikan Eza. tak bisa dipungkiri siapapun yang melihat Eza pasti berdecak kagum.
"ehem."kode dari Nadira
mereka langsung kaget saat melihat tatapan dari Nadira, Eza yang menyadari itu hanya tersenyum.
"bang, saya pesan bakso nya dua ya."ucap Eza
"oh iya mas, tunggu sebentar ya. silahkan duduk dulu mas, mbak."
Eza membawa Nadira yang sudah cemberut untuk duduk di bangku yang ada disana.
"udah dong sayang cemberut nya."goda Eza
"habis nya mereka lihatin kamu terus mas, emang mereka nggak lihat kalau ada aku disamping kamu."
"iya udah sayang nggak usah marah-marah lagian aku juga tidak memperdulikan mereka kok."
"hmm iya mas."
"silahkan di makan mas mbak."ucap Abang bakso sambil membawa dua mangkok bakso
"terima kasih bang."
kedua nya pun menikmati bakso tersebut walaupun sebelumnya ada drama sedikit.
__ADS_1
***