
Eza pun mencoba untuk masuk ke dalam ruangan dimana Nadira berada, terlihat dokter dan suster sedang melepas alat-alat yang menempel di tubuh Nadira. Nadira terlihat sangat pucat, Eza benar-benar tidak sanggup untuk melihat keadaan istri nya.sementara si kembar sudah dibawa ke ruang bayi,namun Eza belum mampu untuk melihat wajah anak nya, bukan karena Eza tak bahagia namun Eza tak membayangkan bagaimana dengan nasib kedua anak nya.
Eza mendekati Nadira, air mata nya sudah berhenti seolah-olah sudah kering, Eza bersimpuh di samping Nadira sembari memegang tangan yang sudah dingin.
namun saat dokter ingin melepas selang oksigen yang menyambung dengan monitor tiba-tiba terdengar kembali suara detak jantung Nadira.
"dok, jantung pasien kembali berdetak."ucap suster yang tak percaya
"Masya Allah."ucap dokter Rani
Nadira memang dinyatakan sudah meninggal dan dokter pun terpaksa harus mengangkat rahim Nadira.
Eza langsung melihat ke arah monitor
"sayang, Alhamdulillah kamu kembali sayang."ucap Eza sembari menghapus air mata nya
Eza tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada sang khalik.sementara dokter langsung memeriksa keadaan Nadira.
Nadira memang sudah kembali, namun Nadira masih dalam keadaan kritis.
Eza memeluk Nadira dan tak henti-hentinya ia mencium kening dan pipi Nadira. sementara dokter keluar untuk memberitahu keluarga Eza lain nya.
di depan ruangan, terlihat semua nya sudah menangis.
"ibu, bapak dan semua nya ada yang ingin saya sampaikan."ucap dokter Rani
"apa lagi dok? anak saya sudah meninggal kan."ucap Bu Alya
"tenang Bu, Alhamdulillah mbak Nadira sudah kembali namun memang keadaan nya masih kritis."jelas dokter Rani
semua nya terkejut sekalian bersyukur. pak Ahmad dan Bu Alya langsung bersujud, walaupun Nadira masih kritis namun mereka masih punya harapan untuk bertemu dengan putri mereka.
Bu Alya dan pak Ahmad pun masuk ke dalam ruangan Nadira.
"sayang bangun nak, anak kamu udah lahir sayang."ucap Bu Alya sedih
Bu Alya tak henti-hentinya mencium kening Nadira.
"za, pergi lah nak lihat lah kedua anak mu, mereka belum di adzan kan biar Nadira mama sama papa yang jaga."ucap pak Ahmad
"iya pa."ucap Eza
__ADS_1
Eza pun pergi ke ruang bayi, air mata nya kembali menetes ketika Eza melihat dua bayi mungil di hadapan nya.
"assalamu'alaikum anak ayah, maaf ya nak ayah baru lihat kalian."ucap Eza sedih sembari mencium kedua anak nya itu
kemudian Eza mengadzan kan kedua anak nya dengan linangan air mata yang sulit diartikan.
setelah selesai mengadzan kan kedua anak nya,kedua anak nya pun seolah-olah merasakan kehadiran ayah mereka.
"eh anak ayah udah bangun."ucap Eza sembari tersenyum
kemudian Eza mengambil sebuah kertas dan pulpen ia menulis nama untuk kedua anak nya. tentu saja nama itu sudah dipilih kan oleh nadira.
"Bismillah ya nak, ayah beri kalian nama Muhammad Arkana alfarizqi dan Khalisa Aqila Az-Zahra semoga kalian menjadi anak yang diharapkan oleh bunda dan ayah ya sayang."ucap Eza sembari mencium wajah kedua anak nya.
setelah dari ruangan bayi, Eza pergi untuk menemui yang lain nya.
"sudah di adzan kan bang?"tanya vino dan Viko
"sudah, kalau kalian mau lihat silahkan."
"iya bang."
vino dan Viko pun langsung pergi ke ruang bayi mereka tak sabar lagi ingin melihat kedua keponakan nya itu.
"ya iya lah kan anak nya, Arka sama Aqila."jawab Viko sembari membaca secarik kertas
Eza memang menulis nama panggilan untuk anak nya di kertas tersebut.
"assalamu'alaikum ponak'an uncle, kalian lucu banget sih."ucap kedua nya
setelah cukup lama mereka disana, kedua nya pun keluar. secara bergantian orang-orang yang disana masuk untuk melihat baby Arka dan baby Aqila.
suara adzan ashar sudah berkembang, Eza serta yang lain nya segera ke musholah yang ada disana. Eza berusaha untuk tetap kuat dalam menghadapi ujian yang sedang Allah berikan untuk nya. untung saja keimanan Eza lebih kuat dibandingkan dengan sedih nya sekarang.
selepas sholat Eza tak langsung beranjak dari tempat duduk nya, Eza mengangkat kedua tangan nya lalu memohon kepada sang khalik.
"ya Allah ya Tuhan ku, hamba tau semua yang terjadi dalam hidup hamba semua itu sudah kehendak mu ya Robb, tapi hamba memohon tolong ya Allah kasihanilah hamba. sadarkan lah istri hamba ya Robb,mampukan lah ia untuk melewati masa kritis nya karena hamba dan anak-anak hamba masih membutuhkan wanita surga ini ya Allah.hamba mohon ya Robb."ucap Eza
selepas sholat Eza kembali ke kamar Nadira, terlihat disana Bu Alya masih setia menemani putri nya.sementara Rehan dan yang lain nya sudah pamit untuk pulang dulu.
"ma, mama istirahat dulu ya."
__ADS_1
"kamu yang harus istirahat nak."ucap Bu Alya
"Eza udah istirahat kok ma, mama istirahat lah."
"ya udah, mama mau lihat cucu mama dulu."
"iya ma"
Bu Alya pergi ke ruang bayi untuk menjaga anak Nadira dengan di temani pak Ahmad dan kedua anak laki-laki nya.sementara Eza duduk di samping Nadira.
"sayang bangun sayang, kamu tau nggak anak kita ganteng dan cantik kamu pasti gemes melihat mereka."ucap Eza sembari tersenyum getir
"mereka cariin bunda nya lho sayang, anak kita butuh asi kamu lho sayang kasihan mereka dikasih susu kemasan"
"bangun ya sayang.aku rindu tau."
setelah Eza puas berbicara, Eza mengambil sebuah Al-Qur'an yang memang diantarkan oleh mbok Atun. Eza mulai membaca ayat-ayat Allah berharap Nadira mendengar nya.
tanpa disadari air mata Nadira jatuh, seolah-olah Nadira memberikan respon dengan lantunan ayat Al-Qur'an yang dibacakan oleh Eza.
Eza pun ikut menangis, Nadira memang belum sadar namun arwah nya mampu mendengar dan melihat orang-orang yang ada disekelilingnya, ia hanya butuh waktu dan restu sang khalik untuk kembali.
"kamu dengar ya sayang, kembali lah sayang anak kita butuh kamu."ucap Eza lirih
tak lama kemudian atas izin Allah, mata Nadira terbuka, tangan nya pun sudah bergerak,Eza yang menyadari itu langsung mengucapkan Alhamdulillah, ia benar-benar bersyukur sampai ia bersujud di lantai.
"sayang."ucap Eza sembari mendekat wajah pada wajah Nadira
"mas."panggil Nadira lirih
"iya sayang ini aku."
Eza langsung memanggil dokter, pak Ahmad, Bu Alya serta vino dan Viko, mereka langsung keluar dari ruang bayi. mereka panik karena terdengar Eza memanggil dokter
"ada apa za?"tanya pak Ahmad panik
"Nadira sudah sadar pa."jawab Eza senang
"Alhamdulillah ya Robbi."ucap mereka
dokter Rani langsung memeriksa Nadira, dan Alhamdulillah kondisi Nadira sudah membaik.
__ADS_1
"Alhamdulillah, kondisi mbak Nadira sudah stabil dan membaik."ucap dokter Rani senang
****