PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 16. Pulangnya Orang Tua Nadira


__ADS_3

Minggu pagi jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi Nadira yang sudah siap dari tadi langsung pergi menuju bandara untuk menjemput orang tua nya. Nadira bahagia bisa ketemu dengan orang tua nya.


sesampainya di bandara Nadira langsung berlari dan memeluk kedua orang tua nya.


"ma, pa nadira kangen tau."ucap Nadira


"aduh anak mama ini, mama sama papa juga kangen sama Nadira."


"ya udah ayo ma, ra kita melepas rindu nya di rumah aja ya."ucap pak Ahmad sembari tertawa


"papa mah."ucap Nadira cemberut


setelah di rumah dan bersantai barulah Nadira menyampaikan tentang niat baik Eza.


"ma, pa nadira mau bicara."


"apa sayang? kok serius banget sih."tanya pak Ahmad


"kalau Nadira menikah mama sama papa ridho nggak?"tanya Nadira


kedua nya sama-sama terkejut.


"Nadira mau nikah?"tanya Bu Alya


"iya ma."


"dengan siapa kok mendadak kamu kenapa?"tanya Bu Alya panik


"Nadira nggak apa-apa ma, Nadira baru nanya kalau misal nya Nadira menikah apakah Mama sama papa ridho?"


"kalau papa mau lihat dulu siapa orang nya papa nggak mau begitu saja melepaskan putri papa ke sembarang orang."


"begitu juga dengan mama, lagian Nadira mau nikah sama siapa?jangan buat mama sama papa penasaran dong ra."


"oke Nadira jelaskan satu Minggu yang lalu Nadira ketemu sama mas Eza sama ibu nya. mama sama papa masih ingat kan siapa mas Eza itu."


"iya masih, terus?"


"jadi kemarin itu mas Eza mengungkapkan niat baik nya sama Nadira ma pa awal nya Nadira masih ragu tapi setelah Nadira perhatikan ada sebuah ketulusan dari mas Eza. pada akhirnya Nadira bilang kalau memang dia serius temui mama sama papa."jelas Nadira


pak Ahmad dan Bu Alya terdiam sejenak. kemudian pak Ahmad mengatakan.


"katakan sama Eza temui papa malam ini."


Nadira terkejut


"secepat ini pa?"tanya Nadira bingung


"iya tunggu apa lagi? papa ingin melihat sendiri bagaimana keseriusan nya."


"baik pa, nanti Nadira akan menghubungi mas Eza."


Nadira masuk ke kamar nya kemudian ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"hallo Assalamu'alaikum mas Eza."


"wa'alaikumussalam kenapa Ra?"


"mas nanti malam mas bisa Dateng ke rumah nggak?"


"ins syaa Allah bisa, kenapa?"


"papa sama Mama mau ketemu sama mas Eza."


"oh ya oke nanti malam aku akan ke rumah mu."

__ADS_1


"terima kasih mas."


"iya sama-sama."jawab eza


***


hari semakin sore Nadira membantu Bu Alya untuk menyiapkan untuk makan malam nanti.


"ra apa kamu juga mencintai Eza?"


"ma."


"mama tanya lho masa mau nikah nggak ada rasa cinta."goda Bu Alya


"Nadira juga bingung ma sama perasaan Nadira. tapi atas izin Allah aku juga mencintai mas Eza."


"Masya Allah."


"udah dech ma Nadira malu tau."ucap Nadira


"hehehe iya-iya, udah kamu mandi sana sebentar lagi Maghrib."


"iya ma mama nggak mandi?"


"mama lagi nggak sholat nanti aja mama mandi nya."


"oke ma, Nadira ke kamar dulu ya."


selepas Nadira sholat Maghrib, Nadira pergi ke dapur untuk menggantikan mama nya.


"udah ma, mama mandi aja dulu ya ntar masuk angin lagi."


"iya udah kamu tolong siapin piring sama gelas nya ya."


Nadira pun menata gelas dan piring di atas meja tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu Nadira langsung menuju pintu.


tok...tok..tok


"iya sebentar."teriak Nadira


ceklek


"assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam, eh mas Eza mari masuk mas."


"terimakasih, om nya ada"


"ada, papa udah nunggu di dalam."


Eza pun mengikuti Nadira kedalam.


"pa, mas Eza nya udah datang."


"oh iya silahkan duduk za."


"terimakasih om."


"mau minum apa mas?"tanya Nadira gugup


"teh aja."


"baik tunggu sebentar ya."


tak lama kemudian Bu Alya keluar dari kamar.

__ADS_1


"eh nak Eza udah Dateng."


"iya Tante, apa kabar?"


"Alhamdulillah baik. oh ya kita makan dulu aja yuk Tante udah masak banyak lho."


"nggak usah repot-repot Tante."


"udah nggak apa-apa ayo makan dulu za. jangan nolak ya."


"baik tante."


Eza pun pergi ke meja makan, memang benar sudah banyak makanan yang terhidang di atas meja.


"silahkan di ambil za nggak usah sungkan."ucap pak Ahmad


"iya om terima kasih."jawab eza sembari tersenyum


"ayo makan dulu ra."ucap Bu Alya


"iya ma sebentar Nadira meletakkan minuman ini dulu ke ruang tamu."


setelah mengantarkan minuman Nadira kembali ke meja makan ia duduk di samping mama nya sekali-kali ia melihat ke arah Eza. selepas makan Nadira membereskan alat-alat makan kemudian ia menyusul kedua orang tua nya yang sudah lebih dulu ke ruang tamu.


"ayo duduk sini ra."ucap pak Ahmad


Nadira pun duduk di tengah-tengah kedua orang tua nya.


" nak Eza langsung saja sebelum nya Nadira sudah menceritakan semua nya pada om dan Tante, jadi gimana nak Eza?"tanya pak Ahmad


"jadi begini om sebelum nya Eza mau meminta izin untuk mengutarakan niat baik Eza. Eza tau mungkin pertemuan Eza dengan Nadira begitu singkat namun bagi Eza itu sudah cukup untuk membuat Eza memilih Nadira untuk menjadi istrinya Eza. Eza bisa merasakan kalau dia adalah anak yang baik, terutama Eza bisa melihat bagaimana ia dengan orang tua nya dan lingkungan nya. Eza mau meminta izin sama om dan Tante untuk menjadikan putri kesayangan kalian untuk menjadi pendamping hidup Eza."


pak Ahmad menarik nafas panjang kemudian ia membuangnya dengan pelan.


"om sama Tante terserah Nadira saja karena keputusan ada di tangan Nadira."


"jadi gimana nak?"tanya Bu Alya


Nadira yang sejak tadi menunduk langsung mendongak ke arah Bu Alya


"hmm, ins syaa Allah Nadira akan menerima niat baik mas Eza."


"kapan nak Eza siap untuk membawa keluarga nya untuk melamar putri om?"


"ins syaa Allah Minggu depan om, apa kah om merasa keberatan?"


"ins syaa Allah tidak. oh ya dan kamu perlu tau bahwa Nadira ini mempunyai dua orang adik laki-laki yang mana tentu saja mereka harus tau kalau kakak perempuan nya ini akan menikah."


"iya om, ins syaa Minggu depan Eza akan datang untuk melamar Nadira."ucap Eza lalu ia melihat ke arah Nadira


"baik lah, ayo silahkan diminum teh nya."ucap Bu Alya


"terima kasih Tante."


suara adzan isya sudah berkumandang, pak Ahmad berniat untuk menyuruh Eza menjadi imam.


"nak Eza bisa jadi imam?"


"ins syaa Allah bisa om."


setelah mengambil wudhu mereka pun melaksanakan sholat isya berjamaah, ada rasa bahagia di hati Nadira. Nadira sangat bersyukur dengan apa yang ia lihat pada diri Eza.


"semoga memang dia yang terbaik menurut mu ya Robb."batin Nadira


****

__ADS_1


__ADS_2