PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 54. Rencana Honeymoon


__ADS_3

dua minggu kemudian keadaan Nadira sudah semakin membaik, Nadira sudah kembali tersenyum walaupun sekali-kali ia masih sering melamun. pagi ini Nadira sedang berada di taman, ia membersihkan rumput-rumput di tanaman bunga milik nya.


"Selamat pagi sayang, aku kira kemana tadi."


"pagi mas, hehe kamu udah mau berangkat mas?"


"iya sayang, nanti kalu udah nyiram tanaman nya makan dulu ya terus vitamin nya jangan lupa diminum."


"oke siap mas."


"oh ya mas, aku boleh nggak ziarah ke makam anak kita?"


"nanti ya sayang, pergi nya sama aku aja. aku takut kalau kamu pergi sendirian."


"nggak sendirian kok mas, nanti aku ajak mbok sama mang Karyo. boleh ya."


"hmm, oke boleh tapi hati-hati ya sayang."


"iya mas, udah kamu berangkat ya. hati-hati."


"Assalamu'alaikum."


"wa'alaikumussalam."


Eza pun berangkat ke rumah sakit sementara Nadira sudah masuk ke dalam rumah.


"hallo bos."suara seseorang yang ada di balik pagar rumah Eza.


"ada kabar apa?"


"ternyata Nadira masih hidup bos."


"apa."teriak orang diseberang sana


itu ada telpon dari orang suruhan Anita. tak lama kemudian sambungan telepon pun terputus secara sepihak


di gedung tua, Anita merasa sangat geram dengan kabar yang ia dapatkan.


"ada apa sayang?"tanya Tante Rita


"Nadira masih hidup Tante."


"apa."


"iya, kita harus cari jalan lain untuk menghancurkan pernikahan mereka."


"apa rencana mu?"


"lihat saja nanti Tante."ucap Anita sembari tersenyum sinis


*****


setelah sarapan, Nadira dan mbok Atun langsung pergi ke pemakaman dan diantar oleh mang Karyo.


di tengah perjalanan Nadira membeli kembang terlebih dahulu untuk kedua anak nya. sebelum nya Nadira sudah pernah pergi dengan Eza kesana.


sesampainya di pemakaman, Nadira tersenyum getir melihat dua buah batu nisan yang bertuliskan nama Rafa dan Rara.


"assalamu'alaikum sayang."ucap Nadira


"bunda datang lagi nak, kalian pasti udah bahagia kan disana. bunda minta maaf ya sayang karena bunda jarang jenguk kalian disini. karena ayah takut bunda kenapa-kenapa. semoga Kakak sama adek bisa mengerti ya sayang."ucap Nadira sembari mengelus batu nisan.


kemudian Nadira berdoa, dan setelah itu Nadira menaburkan bunga yang sudah ia beli tadi.


"bunda pulang dulu ya nak, doakan bunda sama ayah semoga kami selalu sehat dan semoga Allah segera memberikan adik untuk kalian."


Nadira pun beranjak meninggalkan pemakaman, yang jelas perasaan nya Sekarang sudah lebih ikhlas atas ketetapan Allah.


********


hari semakin sore namun Eza belum juga pulang, Nadira menunggu eza di halaman rumah.


"mas Eza kemana ya, kok tumben belum pulang?"gumam Nadira

__ADS_1


tak Lama kemudian suara klakson mobil nya terdengar di depan gerbang, mang Karyo yang mendengar majikan nya itu langsung membuka kan gerbang.


"assalamu'alaikum, lho kok duduk disini sayang?"


"wa'alaikumussalam, kan aku nungguin kamu, habis nya kamu pulang nya lama."ucap Nadira manja


"heheh, maaf ya sayang tadi banyak banget Pasien yang datang."


"iya mas nggak apa-apa, ayo masuk."


"ayo sayang."ucap Eza sembari mencium kening Nadira


"waduh."ucap mang Karyo tiba-tiba


Nadira dan Eza langsung melihat ke arah mang Karyo.


"kenapa mang?"tanya Nadira


"nggak apa-apa non."jawab Karyo sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"pengen ya mang?"goda Eza


"ah Aden bisa aja."ucap mang Karyo malu


"hahaha, lagian kayak baru kali ini aja mang Karyo lihat saya mencium kening istri saya."


"iya juga ya den."


"hahaha mungkin mang Karyo kangen sama bude ya.?"


"nggak non, bude mah udah tua."


"hah, emang nya kenapa kalau udah tua.? ingat ya mang mau muda atau tua istri itu harus selalu disayangi."ucap Raisa kesal


"hehehe, iya iya non."


Nadira dan Eza pun masuk ke dalam rumah. Eza langsung masuk ke kamar untuk mandi dan siap-siap sholat maghrib. sementara Nadira membuatkan teh hangat untuk Eza.


tak lama kemudian, Nadira masuk ke dalam kamar sambil membawa secangkir teh hangat.


"iya sayang. sini duduk."titah Eza


"kenapa mas?"


"nggak kangen aja."


"hmm, baru sehari masa udah kangen aja."


"iya mau gimana, eh sayang kita honeymoon yuk."


"hahaha, ada-ada aja kamu mas."


"lho kok ada-ada aja, aku serius lho sayang."


"honeymoon kayak pengantin baru aja."


"iya dong, kita kan selalu kayak pengantin baru."goda Eza


"hmm, ntah apa lah kamu mas. emang nya mau kemana?"


"ke Mekkah, kemaren kan kita nggak jadi."


"maaf ya mas."


"nggak apa-apa sayang, mau kan?"


"hmmm, gimana ya?"ucap Nadira sambil memegang dagu nya


"ayo lah sayang, kita umrah sekalian honeymoon. mau ya."


"hmm, ya udah dech mau."


"Alhamdulillah, dua Minggu lagi kita berangkat sayang."

__ADS_1


"hah secepat itu mas, bukan nya kita belum daftar."


"udah dong, apa sih yang nggak bisa suami mu lakukan."


"hmm, mulai sombong."


"hahahaha, maaf sayang."jawab eza terkekeh


tak lama kemudian suara adzan Maghrib sudah berkumandang, kedua nya segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat Maghrib.


selepas sholat Maghrib seperti biasa setiap kedua nya sholat berdua, Eza selalu tidur di pangkuan Nadira.


"mas."


"hmm, kenapa sayang?"


"kita makan di luar yuk, aku lagi mau makan mie ayam."


"cuma mie ayam?"


"iya, emang nya kenapa mas?"


"nggak apa-apa sayang, memang kamu ya orang Indonesia suka makan-makanan Indonesia beda kayak orang-orang makan nya mau di tempat mahal."


"hehehe, ya udah kita ke restoran aja."


"boleh ayo."


"nggak mas aku lebih suka makan di tempat yang biasa aja."


"ya udah kamu siap-siap ya."


"iya mas."


setelah siap-siap kedua nya pun keluar untuk pergi ke sebuah warung mi ayam yang terkenal di kota tersebut.


sesampainya disana, mereka memilih meja yang dekat dengan pintu. setelah itu pelayan warung datang untuk mencatat pesanan mereka.


"tempat nya rame banget ya mas."


"iya sayang."


saat nadira melihat ke arah samping tak sengaja Nadira melihat Mira sedang makan bersama keluarga nya.


"siapa sayang?"


"itu Mira kan mas?"tanya Nadira sembari menunjuk ke arah samping


"mana?. oh itu iya kayak nya."


"hmm, aku boleh kesana sebentar nggak mas?"


"boleh sayang."


Eza juga tidak ingin terlalu egois, karena bagaimanapun Mira adalah sahabat istri nya.


"aku kesana dulu ya."


"iya, jangan lama-lama ya."


"iya mas."


Nadira pun mendekati Mira yang sedang asik mengobrol dengan keluarga nya.


"mir."panggil Nadira pelan


"i...ya. Masya Allah Nadira."ucap Mira senang


"apa kabar mir?" kamu lagi hamil ya kok nggak ngasih tau aku."ucap Nadira sembari memperhatikan perut Mira yang sudah membesar


"iya Ra , Alhamdulillah. kamu kesini sama siapa? anak kamu mana?"tanya Mira senang


Nadira hanya tersenyum memandang Mira.

__ADS_1


*****


__ADS_2