PENGGANTI DARI ALLAH

PENGGANTI DARI ALLAH
PART 99. Maafkan Kami


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Eza dan Nadira sedang main dengan Arka dan Aqila di taman, namun tiba-tiba Eza mendapatkan telpon dari kantor polisi.


"hallo, ada apa pak?"tanya Eza datar


"begini mas Eza, bahwasanya kami telah membawa mbak Anita dan Santi ke rumah sakit karena tadi malam tubuh mereka sangat panas bahkan sampai saat ini panas nya juga belum turun."


"terus apa hubungannya dengan saya pak?"tanya Eza bingung


"kedua nya ingin bertemu dengan mas Eza dan mbak Nadira."


"untuk apa pak? mungkin itu akal-akalan mereka saja."ucap Eza


"tidak mas, mereka benar-benar ingin bertemu dengan mas Eza."


"oke nanti saya akan kesana? rumah sakit mana pak?"tanya Eza


"rumah sakit B."


"oh oke saya akan segera kesana."


Eza pun mematikan telpon.


"ada apa mas?"tanya Nadira


"kita harus ke rumah sakit sekarang sayang."


"hmm, ada apa mas?"


"ayo ikut aja dulu ya, aku males buat bahas ini."jawab eza datar


"oke."


setelah siap-siap Eza dan Nadira pun berangkat sementara Arka dan Aqila di tinggal dengan mbok Atun.


sesampainya di rumah sakit Eza bertemu dengan Rehan.


"Han, apa kamu tau kalau Anita dan Santi dirawat disini?"


"iya za, mereka terkena kanker darah stadium akhir."


"hah? kok bisa dua-duanya sama-sama kena penyakit itu?"


"iya, entahlah mungkin ini sudah rencana Allah buat membalas mereka."

__ADS_1


Eza dan Nadira hanya terdiam, mereka masih tidak percaya dengan yang dialami Anita dan Santi.


setelah cukup lama mereka mengobrol, Eza pun pergi ke ruangan Santi dan Anita.


Santi yang melihat Eza langsung memanggil nya.


"Abang, Santi minta maaf bang Santi benar-benar menyesal."ucap Santi lemah


namun tak ada jawaban dari Eza, ia hanya menatap Santi ntah dengan perasaan apa.


"mbak, Santi minta maaf. Santi udah banyak salah sama mbak. Santi menyesal mbak."


"saya sudah memaafkan kamu bahkan sebelum kamu minta maaf sama saya."jawab Nadira datar


"Nadira saya juga minta maaf, mungkin ini adalah balasan dari Tuhan untuk saya."ucap Anita yang sedang meringis kesakitan


"iya an."jawab Nadira


"ayo sayang kita pergi."ucap Eza sembari menarik tangan Nadira.


"mas kamu nggak boleh kayak gini, belajar lah untuk memaafkan mereka. bagaimana kalau tiba-tiba mereka pergi sementara kamu belum memaafkan mereka. ingat mas sejahat apapun Santi dia tetap adik kamu."


Eza menatap Nadira dengan lekat, ia merasa heran kenapa istri nya begitu mudah memaafkan orang yang menyakiti nya.


"ayo lah mas, maafkan mereka kalaupun mereka memang pergi hari ini bahkan detik ini biarkan mereka pergi dengan tenang."


Eza pun kembali masuk ke dalam ruangan, dan Eza pun berbicara dengan mereka. dan benar saja dalam hitungan detik setelah Eza mengucapkan kata "iya aku sudah memaafkan kalian." seketika Santi dan Anita pun mengalami kejang-kejang seolah-olah mereka akan melepaskan nyawa mereka.


Eza langsung mendekati Santi, ia tak tega melihat Santi seperti menahan rasa sakit.


"Santi, ayo ikutin Abang."ucap Eza sedih sembari menuntun Santi untuk membaca dua kalimat syahadat


setelah itu Santi benar-benar sudah tidak bernafas, Eza memeluk tubuh Santi begitu juga dengan Nadira. karena Eza tau sebenarnya Santi memang anak yang baik tapi karena kesalahpahaman dan kebencian nya menjadi penghancur untuk hidupnya sendiri. selang beberapa menit Anita pun menghembuskan nafas terakhirnya.


Nadira benar-benar tidak percaya dengan semua yang ia lihat.eza mendekati Nadira lalu memeluk nya.


dokter pun sudah mulai melepaskan alat-alat yang ada di tubuh Santi dan Anita, kemudian dokter pun menutup tubuh mereka dengan kain putih.


"kami akan segera mengurus jenazah nya."ucap dokter


"baik dok."jawab eza


beberapa jam kemudian, jenazah Nadira dan Anita pun di bawa ke rumah duka. jenazah mereka disambut dengan tangisan duka

__ADS_1


setelah beberapa menit kemudian, kedua jenazah tersebut di bawa ke tempat pemakaman umum.anita dan Santi dikuburkan di dekat orang tua Santi


****


tak terasa tahun telah berganti, Arka dan Aqila sudah masuk TK, begitu juga dengan anak Rani dan Mira. persahabatan antara Nadira dan Mira sudah membaik bahkan mereka pun mempunyai seorang sahabat lagi yaitu Rani.


sementara Viko dan putri pun sudah memiliki seorang anak laki-laki.yang bernama Rizki.


Nadira merasa sangat bahagia dengan kehidupan nya yang sekarang, ia merasa hidup nya terasa sangat sempurna.


"sayang, kok ngelamun."ucap Eza yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Nadira


"hmm, mas. udah pulang."ucap Nadira sembari mencium tangan Eza


"iya sayang, kamu kenapa? kok ngelamun?"


"hmm, nggak sih mas aku cuma bersyukur aja dengan kehidupan yang sekarang, semua nya sudah kembali membaik dan aku bersyukur karena Allah selalu menguatkan aku, kamu untuk menghadapi setiap ujian yang Allah berikan hingga saat ini kita menikmati kebahagiaan dari kesabaran kita selama ini."


"iya sayang,aku juga bersyukur banget karena Allah mengirimkan kamu untuk terus berada di samping aku. memiliki kamu adalah sebuah anugerah yang tidak bisa aku gambarkan dengan apapun, bagi ku kamu adalah seorang bidadari surga yang sengaja Allah kirimkan untuk aku, agar aku bisa belajar dan mengerti akan arti sebuah kesabaran dan keikhlasan. aku berharap sama Allah semoga kita selalu bersama sampai Allah memisahkan kita dengan kematian."


"Aamiin mas, aku juga bersyukur karena mempunyai seorang suami dan imam yang baik seperti mu."ucap Nadira tersenyum


****


setelah beberapa bulan kemudian Eza dan Nadira memutuskan untuk pindah ke Semarang dan tinggal bersama kedua orang tua Nadira. Eza sengaja untuk pindah kerja disana untuk menghapus semua kenangan yang pahit.


mereka memulai kehidupan yang baru dan suasana baru, Nadira benar-benar merasa bersyukur kepada sang khalik atas segala apa yang sudah ia berikan untuk nya.


setelah selesai makan, mereka ngobrol di ruang keluarga


"mama, papa.terima kasih karena selalu ada untuk Nadira."ucap Nadira dengan mata yang berkaca-kaca


pak Ahmad dan Bu Alya hanya terdiam dan senyum, mereka juga bersyukur karena mempunyai seorang putri yang sangat luar biasa memiliki hati yang begitu baik.


"mama sama papa minta maaf karena mungkin selama ini mama dan papa belum bisa menjadi orang tua yang baik untuk mu nak."


"nggak kok, mama sama papa adalah orang tua yang sempurna untuk Nadira, Viko dan vino."jawab Nadira sembari langsung memeluk kedua orangtuanya


"nenek, kakek ayo main."ucap Arka dan Aqila manja


"iya iya sayang."jawab kedua nya senang


Nadira pun tersenyum melihat kedekatan anak-anak dengan kedua orang tua nya.eza pun memeluk Nadira dan berkata.

__ADS_1


"terima kasih bidadari surga ku."ucap Eza lembut sembari tersenyum


******


__ADS_2